My Girlfriend

My Girlfriend
#24 Bangun Siang


__ADS_3

#24 Bangun Siang


New York 00.9


Dylan keluar dari kamar anak anak, ia berjalan keluar dengan perlahan untuk tidak membangunkan anak anak.


Ia kini berada di depan kamar Angel, ia membuka pintu yabg tidak di kunci dengan perlahan "Gadisku memang sangat bodoh ".


Dylan menghampiri ranjang Angel, tak lupa ia menutup pintu dan menguncinya.


Dylan perlahan lahan merangkak keatas ranjang, tepatnya diatas Angel yang tengah terlelap.


"Masih sama.. Cantik" Ucapnya sambil tersenyum, Namun ia segera tidur di sebelah Angel dan memeluknya.


"Malam... Cantikku " Bisik dylan, tak lupa ia mengecup kening Angel, malam ini ia merasa sangat bahagia bisa tidur seranuang dengan angel dan memeluknya.


....


Mendengar suara alarm berbunyi nyaring, Angel segera membuka matanya yang masih terasa berat.


Entah kenapa malam ini terasa sangat nyenyak dan hangat membuat ia enggan keluar dari dekamannya.


Namun ia merasa sangat aneh, seperti ada sesuatu yang memeluknya erat dari belakang dan merasakan tonjolan yang besar di bagian bokongnya.


Angel membelalak kaget ketika melihat ke belakang, "ASTAGA!! "" teriaknya.


Dylan yang waktu itu masih tertidur nyenyak terpaksa membuka matanya untuk melihat apa yang membuat angel berteriak begitu kencang.


" Sayang... Apa yang terjadi " ucapnya parau dengan jiwanya belum sepenuhnya berkumpul.


"Kenapa kau ada di kamarku! MESUM!!" seru Angel yang terlihat membungkus dirinya dengan selimut dan melempari dylan dengan bantal.


Hingga banyak terakhir mendarat tepat pada wajah Dylan, pria itu segera menyingkirkan nya dan menatap angel dengan serius dengan satu tangan yang menopang kepalanya.


" Kemarilah.. Aku ingin memeluk mu" pinta Dylan, "Kau Gila".


Srak!


Tiba tiba Dylan sudah berada di atas Angel, Dylan mendekatkan wajahnya membuat angek cepat cepat menutup matanya


"Yah... Gila karenamu " Bisiknya, Angel terpaku mendengar jawaban Dylan.. Ya! Karna ia kira pria itu akan mencium nya barusan.

__ADS_1


" Apa penyakit Gr ku tambah taun tambah buruk? Kurasa aku harus menemukan obat penawarnya." Batinnya, namun ia segera menepuk pipinya guna menepis pikiran itu jauh jauh.


Bagaimana bisa ia berharap di cium oleh dylan, si brengsek yang membuatnya hilang kejiwaan seketika.


"Angel.. Ada apa Denganmu? " Tanya dylan membuat Angel membuang mukanya yang sudah semerah tomat.


Dylan Terseyum melihat reaksi angel "Apa kau kira aku akan menciummu barusan? ".


"Kau percaya diri sekali! Aku sama sekali tak ada pikiran sepeti itu" Ucap angel, dan sangat terlihat bohong dengan gerakan matanya yang tak beraturan.


"Kalau gitu aku tak segan lagi... "


"Eh? " Angel kembali menghadapkan wajahnya ke depan


(Cup)


Dan di sambut ciuman Dylan, pria itu melumat habis bibir Angel, "Apa yang ia lakukan! " Teriak batin angel.


Angel memegang erat pundak Dylan ketika ia merasa dorongan yang membuatnya serasa punggungnya akan berbaring di kasur.


Dylan melepas ciumannya dan mendekat kearah telinga "manis.. " setelah mengucapkannya, Dylan menjilat telinga angel lalu menggigitnya.


Setelah itu ia berpindah kearah leher, Dylan menciumnya dengan ciuman yang dinamakan dengan " Kiss mark", yang meninggalkan jejak kemerahan 'Tanda kepemilikan '


Saat itu Dylan menerobos ke dalam dan mengakses semua di dalamnya, saling menukar saliva...


Namun belum lama terdengar suara teriakan Gina di luar kamar angel "Ma! Ini sudah siang! Cepat bangun dna buatkan kami sarapan".


Angel membelalak, ia berusaha mendorong Dyoan namun percuma..


"Umm..mmhh ."


Dylan melotot ketika merasa lidahnya di gigit oleh Angel, ia segera menariknya kembali.


Sebuah saliva saling terikat putus dan terjatuh di bagian bawah bibirnya punggung tangannya langsung mengusapnya "Kenapa kau menggigit ku? " Tanya dylan.


"Anakku memanggilku! " Sewot Angel, saat hendak berdiri Dylan mendorongnya kembali dan mengecupnya sekilas "Kita bisa melanjutkannya nanti" Ucap dylan.


"Kenapa ada orang semesum dia? " batin Angel.


Angel menyibakkan selimutnya "Ingat, jangan keluar dari sini sebelum mereka berangkat sekolah ", ancam Angel, Dylan hanya mengangkat bahunya seolah tak peduli.

__ADS_1


" Awas" Tambah angel tak lupa memberikan tatapan tajam nya, apa daya Dylan.. Pria itu seperti sudah diperdaya oleh Angel hanya bisa menurut, kembali pada posisi tidurnya.


Angel yang membuka pintu di sambut oleh dua anak kecil yg menubggu di depan kamarnya " Ma, kenapa hari ini mama bangun siang? " Tanya gina.


"Maaf.. Mama mimpi Indah malam ini" Jawab angel sembari tersenyum, "Kau tak biasa seperti ini ma.. " Timpal Raffael.


"Sekarang kalian mandi, mama buat sarapan nanti berangkat sekolah "


"Baik~~"


---


Setelah anak anaknya pergi sekolah, angel mulai disibukan dengan pekerjaan rumahannya seperti biasanya.


Mencuci piring, mencuci baju, beres beres dll.. Hingga ia melupakan satu makhluk yang berada di rumahnya selain dirinya.


Saat itu Angel sedang mencuci puring di Wastafel dapur.. Namun tiba tiba ia merasa ada orang yang memeluknya dari belakang


"Bagaimana aku melupakan makhluk ini?! " Pekiknya dalam hati, "Angel... Aku lapar" Ucap Dylan manja.


"Lapar yamakan! " Balas angel ketus, dylan melenguh "Kenapa kau sangat kasar".


"Bukan urusanmu! " Jawab angel sambil melepaskan pelukan Dylan, "Angel... Aku lapar" Ucap Dylan kembali dengan puppy eyes nya.


"Kenapa dia mirip anjing kelaparan" Batin angel bergidik ngeri ia juga merasa sedikit...'Kasihan?' , "Kenapa kau menjadi wanita yang kejam" Ucap dylan yang sudah berada di kursi makan.


Angel beralih pada kompornya, ia tampak memasak sesatu.. Bagaimana dengan yang ia masak tadi, tentu masakan tadi hanya cukup untuk 2 anaknya.


Angel merupakan orang yang suka dadakan, atau sekali habis.. .


Setelah beberapa lama, angel menyuguhkan Nasi omelet ala Angel pada Dylan.


" Jangan GR, aku hanya merasa risih dengan rengekan mu" Ucap Angel sambil menatap kearah yang berbeda.


Dylan mengangkat sebelah alisnya "Oh~ Terima kasih" katanya sambil tersenyum, Dan angel merasa risih dengan senyuman dylan yang tampak aneh itu, pria itu tak pantas tersenyum, senyumannya juga tampak terpaksa di mata angel... DIMATA ANGEL!


"Kau tak perlu tersenyum bila tak ingin" Angel berbalik meninggalkan Dylan di ruang makan menuju ruang tamu.


Hari ini ia kosong jadwal, tak ada pemotretan jadi hanya bisa bermalas malasan di dalam rumah dan sialnya hari ena enanya harus di ganggu dengan pria benguk itu.


Pict Raffaele grates gaes

__ADS_1



__ADS_2