My Girlfriend

My Girlfriend
#20 Keluarga kecil


__ADS_3

New york 19.01


Apartemen angel


Angel tengah memasak makan malam untuk untuknya dan anak anak, dengan bernyanyi kecil ia tampak bersemangat memasak.


"Ma.. Tadi siang guna ketemu sama om om aneh lho ma" Ujar Gina memulai percakapan.


Angel menatap Rafael meminta jawaban, anak laki laki itu mengangguk mengiyakan.


"Om itu menanyakan nama, kata mama.. Kali ada orang ga di kenal gaboleh di tanggapin" Jelas gina.


"Nah! Gitu.. Kalo ada orang kata gitu mending di gituin aja" Nasehat Angel yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Ya ma"


...


"Kalian makan ya.. Mama mau beli barang kebutuhan ke Supermarket " Ujar angel seraya meletakan puring piring berisi makanan hasil masakannya.


Anak anaknya hanya mengangguk mengiyakan, "Kunci pintunya, jangan izinkan orang asing masuk"


Mereka menangguk kembali sebelum angel menghilang di balik pintu.


Wanita itu menuju supermarket samping apartemen, membeli kebutuhan sehari-hari hari seperti sabun sampo dll.


"Hey! Mbak! Kalo jalan liat liat lah! " Omel seorang pria yg tak sengaja Angel tabrak.


"Maaf, saya tidak sengaja" ucap angel sambil menunjukan senyuman melelehkannya.


New york 23.57

__ADS_1


"Dylan! Aku benar-benar melihat wanita mu itu! " Seru gavin sambil menggebrak meja.


"Diamlah gavin! Berapa kali kau berkata seperti itu hah! " Balas Dylan terdecak "Terserah kalau kau tak percaya! Tapi aku mengatakan yg sebenarnya! " Teriak gavin langsung keluar dari ruangan dylan karena merasa eneg.


Namun setelah beberapa saat, Dylan memanggil Gavin ke ruangannya kembali.


"APA LAGI LAN! " Protes Gavin yg sebenarnya ia masih eneg dengan dylan, u know?... Dylan jadi tambah menyebalkan beberapa tahun ini.


"Selidiki wanita yg kau maksud" Pinta Dylan, Gavin berdecak kesal "Kau sungguh pria yg aneh bukan dylan yg dulu".


"Aku potong gajimu" Ancam dylan yg langsung membuat Gavin berlutut "Ampun tuan, akan hamba selidiki segera".


Gavin langsung lari kalang kabut, lama lama di dekat dylan yg sedang tak ber mood dapat menghancurkan segalanya.


Namun belum lama gavin pergi, dia membuka pintu kembali sembari berkata "Oya, Group Vision dan pengiklanan mengajukan kerjasama.. Bagaimana pendapatmu?"


Dylan menyinyit, dylan berkata untuk para readers " Ini perilaku yg tak pantas di contoh ya.. Teman teman".


Gavin menganggaat bahu dan menjulurkan lidahnya reflek dia langsung meringis memperlihatkan deretan gigi putihnya "Asyiap Bosque".


Sebelum berlari pergi, Gavin melemparkan Kertas Kontrak perjanjian kerja sama yg terbang sempurna karna terselip pulpen di situ.


Gavin melihat sekilas lalu ia menandatanganinya.


New york


23.53


Drttt... Drrrtt..


Ponsel angel bergetar, alasan ia tak memasang nada dering saat malam hari ... Ia takut akan mengganggu mimpi Indah buah hatinya.

__ADS_1


"Hallo sya.. Ada apa? " Tanya Angel


"Besok aku pulang ke New york, Jemput aku yaa~♡" Sahut di sebrang sana.


"Tapi aku harus mendaftarkan anak anak sekolah" Jawab angel santuy.. Terdengar desahan kecewa dari lawan bicaranya.


Angel tersenyum "Baiklah".


"HOREEEE... "


"jangan terlalu keras, kau dapat membangunkan anak anak" Bisik angel.


"Hhe... Maafkan aku, Betewe... Adikku udah membantuku membuat kerja sama dengan Perusahaan terbesar di kota, bukankah itu hebat"


"Sangat hebat.. Aku sampai tak bisa menelan ludah " Jawab angel.


"Haha! Tunggu aku... Aku juga masih butuh ponakanku bwat model cilik"


"Apa kau hanya perlu anak anak sedangkan ibunya di buang, begitu? " Tanya angel.


"Tentu Tidak! Aku juga membutuhkanmu! Tunggu aku kembali! "


Pip pip pip


Sambungannya di putus secara sepihak, Angel menghela nafas lega lalu tersenyum.


Lihat.. Dunia ini adil, hanya cara penyampaian keadilannya saja yg berbeda.


Ia tak sendiri lagi, sidah memiliki keluarga kecil... Setidaknya ada alasan kenapa ia bertahan di dunia ini.


Anak-anaknya juga tak pernah mengungkit tentang ayahnya, membuat angel lega... Yg bisa memang hal itu terjadi, maka angel akan menjawabnya " Dia orang yg tak pantas kalian panggil ayah, sayang".

__ADS_1


Cukup bahagia meski banyak mulut orang yg bacot.


__ADS_2