
(Mengandung unsur dewasa!)
Sidney 02.45
"Apa kau sudah menemukannya? " Tanya Dylan pada gavin, ia masih mengingat saat barang berharganya di tendang gadis itu.
"Ada apa dengan dylan hari ini" Batin Gavin, dia segera memberikan map yg di dalamnya berisi lembaran lembaran tentang Angelica Cyzarine
Dylan terkesima ketika mengetahui bahwa angel adalah anak yatim piatu dan bekerja sebagai pengurus sapi.
Sebuah ukiran simpul terbentuk di wajah tampan Dylan, dia berfikir mungkin dia bisa memanfaatkan sahabatnya Rio.
Dan perlu kalian ketahui, Dylan tak hanya berjalan di Dunia bisnis ia juga berjalan di dunia malam, tepatnya mafia.
Gavin melihatnya, sejujurnya hubungan mereka dengan Rio tidaklah seakrap seperti orang orang lihat.
Ada cerita kecil di balik Rio dan Dylan, sebenarnya sosok Dylan yg sebenarnya sangat membenci Rio dari segi manapun.
"Lan? "
"Kita bergegas"
Besok adalah hari yg sangat Indah.
...
Sidney 06.09
Drrt.. Drtt..
Ponsel rio bergetar membuat pria itu terbangun dan meraba Raba ponselnya lalu mengangkat tanpa melihat siapa yg di panggil.
"Hallo" sapa Rio Parau.
"Ibumu ada di tanganku" Suara berat dan penuh ancaman membuat rio membelalakan matanya.
"Aku tak percaya! " Bentah rio.
"RIO TOLONG MAMA NAK! TOLONG! "
Namun jeritan sang ibunda membuat rio marah, ia menggerakan giginya.
"Apa yg kau mau?! " Ketus Rio.
"berikan gadis itu"
Seketika mata rio menari mencari keberadaan angel, ia berhenti pada satu titik ANGEL.
"Tidak! " Jawabnya, jujur rio memiliki perasaan khusus untuk gadis itu. Lebih dari adik kakak.
"Apa kau lebih sayang dia daripada ibumu? "
Rahang rio mengeras, ia bingung sekarang.. Sangat bingung. Ibu atau angel.
Anak manapun pasti akan memilih orang tuanya, "Dylan! Kenapa kau menginginkan angel?! "
"Keluar! Dan lihat ada pertunjukan apa!"
Tanpa basa basi rio segera keluar, melihat rio yg bergegas keluar membuat angel penasaran tanpa sepengetahuan nya gadis itu mengekori dari belakang.
"hallo Rio" Sapa Dylan, Rio menatap tajam pria itu ia sangat marah melihat ibunya bonyok.
"Apa yang kau lakukan pada Ibuku! " Teriak Rio marah, dia ingin memakan Dylan sekarang juga.
"Hanya sedikit pukulan dan tamparan " Jawab Dylan santai, "Kau akan mati!" Teriak rio.
Namun orang berpakaian hitam putih serta kacamata hitam datang menghabisinya hingga babak belur.
Melihat itu angel keluar dan berteriak "Kak rio! ", Dylan tersenyum melihat gadisnya keluar.
"Kak?!" Angel membantu Rio berdiri, pria berambut blonde tersebut menatap Dylan nanar.
"Berikan dia atau ibumu sebagai tumbal" Dylan menodong sang ibunda Rio dengan Pistol membuat pria bernama rio terdiam.
Ia menatap Angel yg terlihat sangat khawatir "Apa aku tak bisa menepati janji ku padamu angel, saat aku bilang akan menjagamu? " Batin rio sedih.
"Kak? " Suara Kecil membangunkan lamunan Rio, "angel.. Kakak"
__ADS_1
Angek beralih menatap Dylan, ia tau apa maksudnya "Kak.. Apa aku? "
"Rio.. Aku hitang sampai lima 1..2..3..4.."
"Baiklah" jawab rio membuat senyuman Dylan merekah.
Angel menunduk, inilah yg ia takutkan.. Inilah yg tak ia inginkan, ia benci kota
Kota tak adil, orang orang yg egois dia takut suatu hari akan terjatuh..
"Kak rio jahat! Aku benci padamu! " Teriak Angel ketika dirinya di geret sepasang bodyguard.
"Maaf angel, aku tak bisa berbuat lebih banyak"
Angel di masukan ke mobil dengan kasar membuatnya sedikit berteriak.
Selang berapa lama, Sosok pria bernama Dylan itu duduk di sampingnya.
"Kamu tau namaku ?" Tanya Dylan, tak ada jawaban "Dylan evano Williams ingat itu"
"Apa yang kau inginkan dariku tuan? " Tanya Angel parau, ia menahan tangisnya.
"Aku ingin pergi dari sini" angel merapatkan kedua pahanya dan menaruh kedua tangannya dia atasnya.
Dylan tak menjawab
"Aku ingn keluar! "
"Lalu dimana kau akan tinggal?" Seketika Angel terdiam, dimana ia tinggal siapa yg akan ia tinggali.. Ia tak punya siapa siapa lagi.
Kak rio, Aunty Katrin, Boy.. Mereka sudah tak ada, dan sengaja membuang nya.. (Seharusnya ia buang jauh jauh pikiran itu)
"Aku.. Tidak tau" Angel pun meloloskan air matanya teringat ia tak memiliki siapa-siapa, bahkan.. Temanpun tak punya.
"Aku akan menampung mu, asal kau mau menjadi pelacurku" Ucap Dylan yg mempu membuat Angel melotot.
"Aku lebih baik keluar dan mati saja, biar jasadku tak ada yg mengurusnya.. Lebih baik dari pada menuruti kemauanmu! " Bantah Angek yg segera mengotak atik, ceklek ceklak pintu mobil.
"Sial di kunci"
"Kau hanya perlu menjadi gadis penurut.. Sayang"
Ciuman mendarat di bibir mungil angel, ini kedua kalinya ia di cium pria.. Dan dua kali dalam hidupnya di cium orang lain dna tentu orang yg sama.
Angel memberontak, kakinya tak bisa bergerak karena di tindih oleh Dylan tangannya juga di kunci oleh pria itu.
"Kamu sangat menggairahkankan" bisik Dylan sebelum ia kembali mencium angel dengan rakus.
Kejantanan Dylan mengeras, menegak seketika... Reaksi biasa untuk pria normal.
"Ehmm... Ini sangat menyakitkan" Ujar Dylan sambio melirik ke bawah, "Vox! Cepatlah sedikit"
Sedangkan angel ia menangis sambil meminta Dylan untuk melepaskannya "Lepaskan aku bajingan! Lepaskan aku!"
"Aku tak akan melepaskanmu seumur hidup...sayang, camkan itu" Dylan segera mendaratkan ciuman di bibir angel lagi
Perlahan ia turun ke bawah dan mencium leher angel membuat tanda kemerahan.
"Lepaskan aku! Hiks.. Hiks "
Air mata angel tak berhenti mengalir bahkan setiap detiknya keluar bertambah deras membasahi seluruh wajahnya.
"Kau harus jadi gadis penurut, atau kak riomu akan mati" Mendengar ancaman itu angel diam meski air matanya masih mengalir begitu derasnya.
Melihat angel menangis membuat Dyoan bungkam, meski sendiri tadi gadis itu menangis tapi ketika melihat wajahnya yg sedang mengeluarkan air mata itu membuatnya sakit.. Aneh bukan.
Sejujurnya, Dylan masih bingung akan perasaanya. Ia saat ini menganggap Angel sama seperti wanita lainnya.
...
"Kau tinggal di sini dan jangan pergi kemana pun" Bentak Dylan pada angel, ia melemparkan gadis itu ke lantai kamar nya.
Angel diam, meski ia merasa bokongnya sangat sakit dan ingin berteriak.
"PAHAM!! " kini Angel mengangguk dia takut.. Semasa hidupnya tak ada orang yg membentaknya seperti ini.
Ia tumbuh di lingkungan orang orang yg sangat lembut, andai waktu bisa diulang dan ia tak ikut Rio ke Kota mungkin ia tak mungkin bertemu Dylan dan sedang menyikat kulit Sapi di perternakan .
__ADS_1
Menyesal? Tentu. Kecewa? Jelas.
Angel di kurung di dalam kamar itu, sendirian... Jujur gadis ini takut gelap, ia segera membuka hordeng.
"Anak siapa aku sebenarnya" Air mata Angel kembali menetes, tidak mungkin kan ia anak buangan yg masih di temukan hasih bernafas.
Hingga malam tiba
Angel masih duduk memeluk lutut diatas keramik, ia takut ke kasur dan di marahi si macan jantan itu.
Krieeet..
Pintu terbuka, Angel melirik ke sumber suara dan cahaya.. Terang, namun sosok Dylan membuatnya takut.
Dan takutnya bertambah ketika pria itu melepas jas dan sabuk celana.
"Aku sudah menanti malam ini...angel".
Angel bergetar ketakutan sambik melangkah mundur, mulutnya sangat alot untuk berbicara.
"Ada apa" Dylan menarik tangan Angel dan membaringkannya di kasur king size nya
"Kamu mau apa berengsek " Teriak Angek seteketika, air matanya mukai turun perlahan.
Set
Dalam hitungan detik Dylan telah mengunci pergerakan angel, ia menindih gadis itu.
"Kamu tidak perlu takut" Tangan Dylan menarik dasi dan mengikat kedua tangan angel.
Kejantanannya sudah mengang sendari tadi, "Kurasa.. Dia sudah tak sabar memasukimu".
Angel memberontak, namun mulutnya tak kuasa berbicara.
Dylan tersenyum miring, tangannya melucuti pakaian yg di kenakan angel.
Tubuh yg elok sudah menunggunya di depan, "le--lepa--hiks"
Tak di hiraukan omogan angel, pria itu mengeluarkan juniornya "Dia menginginkanmu.. Sayang" Bisik Dyoan sambil menempelkan ujung kejantanannya pada inti angel.
Tubuh angel menegang dan seketika bergetar hebat, "Apa kau sudah tidak sabar.. Angel? "
Angel menggeleng kuat, ia ingin mati saat ini juga.
"Aku mulai " Pria itu menciumi Angel dari atas hingga bawah, sesekali mencoba untuk memasuki nya.
"Kamu sangat sempit.. Umhh.. " desah Dylan, ternyata miliknya terlalu besar untuk angel.
"Sa--sakit" Dylan mencium Angel, gadis itu terisak-isak... Hingga tetangga bisa mendengarnya.
" Tahan sayang, ini akan sakit" Dylan menghentakan miliknya menerobos masuk ke dalam dan berhasil, namun hal itu membuat Angel menjerit kesakitan, dia meremas punggung dylan hingga lecet.
"Adakah orang sekejam ini di dunia? " Batin angel, dia terlalu lemah.. Akankah setelah ini ia akan bertambah lemah.
Dylan memompa milik Angel dengan brutal, seseiali menciumi gadis itu
"Sa--sakit"
"Ouch.. Kamu sangat sempit dan nikmat sayang" Ucap Dylan parau.
"He--hentikan"
"Emh...Panggil namaku.. Maka aku akan.. Hmm.. Shit! Berhenti" Pinta dylan.
"Dy.. Dylan! "
Dylan memberhentikan genjotannyacia membenam miliinya di didalam merasakan sensasi nikmat dimana milik Angel berdenyut memijat juniornya.
"Shit! Kamu sangat nikmat.. Agr.. Ouch.. Ah" Dylan meracau tak jelas.
Namun ia kembali menggenjotnya dengan cepat hingga sampai di ujung pelasan, iapun menekan miliknya masuk ke dalam dan membenamnya.
Tubuhnya menegang dan melepaskan benih di dalam sana.
Tubuh angel melemas, ia terkulai lemas duatas kasur.. Namun tidak bagi dylan, dia seperti memiliki kekuatan cadangan dan melakukannya lagi.
Malam itu penuh dengan isakam tangis seorang wanita dan desahan pria.
__ADS_1
..