My Girlfriend

My Girlfriend
#10


__ADS_3

Angel tengah berdiri di depan jendela menikmati keindahan kota Sidney yang penuhi kerlap kerlip cahaya dari gedung gedung pencakar langit.


Ia menatap setiap jendela disana, ada yg menyala ada pula yg padam... Di bawah sana banyak kendaraan yg berjalan kesana kemari dengan cahaya yg mengikuti.


Kota benar benar berbeda dengan desa, bila Angel ada di Desa sekarang mungkin ia sedang bercanda dengan Rio sambil mendengarkan Jangkring bernyanyi dan kunang kunang menyinari lataran.


Suasana yg hening dan sejuk, jauh berbeda dengan kota yg brisik, panas, serta banyak polusi.


Cukup lama ia berdiri di sana, memikirkan semua yg dapat menjadi pikiran đŸ˜„


.. Dylan juga tak datang mengunjungi nya sejak tadi pagi pria itu pergi, namun ia bersyukur tak melihat wajah Asia itu.


"Nona waktunya makan malam dan meminum obat" Kata seorang suster saat memasuki kamar Angel.


"Tidak! Aku tidak lapar dan aku tidak sakit, simpan saja untukmu" Jawab Angel tanpa menoleh.


Ia memegang perutnya, masih belum menerima kenyataan bahwa ia mengandung benih pria brengsek itu.


ini kenyataan, dokter 40 tahun itu memeriksanya dan mengatakan hasilnya adakah "Positif " Yang berarti ia sedang mengandung bayi.


" Aku sangat membencimu dylan " Ekspresinya sangat berbeda ketika di depan dylan, wajahnya seolah memuncratkan semua rasa bencinya pada pria itu yg ia pendam ketika bersamanya.


"Anda harus makan nn. Nanti Tn. Williams marah" Pinta suster itu dengan tatapan memohon.


"Umh...? Biarkan saja dia marah, apa peduliku" Jawab angel acuh.


Wanita yg lebih tua dari Angel itu menatapnya prihatin, "Kurasa hidupnya tak semudah yg kukira".


"Anda harus menjaga kesehatan anda Nn. Terlebih, Nn. Sedang hamil"

__ADS_1


Angel menautkan alisnya, mendengar kalimat "Nn. Sedang hamil" Membuatnya merasa eneg dan teringat kembali untuk mencaci Dylan dalam diamnya.


"Dylan si pria brengsek"


"Akan kau buat lututmu itu mencium tanah!"


"Kau kira kau hebat? "


"Lihat nanti, bagaimana kau memohon padaku"


"Dylan si otak udang"


"Hidung belang "


"Mata keranjang, Kutu kampret! "


"Mata buaya! "


"Pantat sapi! "


"Kentut kerbao! "


"Ingus coa! "


"Upil kuda! "


"Jigong Harimau! "


"Kepala Gorila"

__ADS_1


"Tai Cicak! "


"Kopet Kambeng! "


"Mbelek singa! "


Setidaknya, itulah kalimat² yang ada di pikiran Angel saat ini..


"Kutunjukan padamu, susahnya mencari jarum di tumpukan jerami! " Umpatnya.


"Apa yg kau pikirkan... Sayang" Seketika ekspresi Angel berubah 180° yg awalnya sengit berubah menjadi ceria, Ia berbalik kearah sumber suara.


"Sejak kapan kamu disini? Dylan? " Tanya Angel sambil mendekati pria Berwajah korea itu.


"Jangan mengalihkan pembicaraan.. Angel! " Tekan Dylan, angel pun tersenyum.


"Heh.. Aku hanya sedang memikirkan masa depan, mungkinkah wanita sepertiku memiliki masa depan " Jawab Angel membuat suster yg masih di ruangan itu tersentak.


"Jangan berkata seperti itu " Dylan memegang pinggang angel ketika wanita itu melingkarkan lengannya ke leher dylan.


"Itu kenyataan.. ", Dylan memagut bibir Angel, melumat habis bibirnya secara lembut dan penuh perasaan.


"Dylan.. Apa yg akan kau lakukan ketika mengetahui wanita di depanmu ini hamil anakmu? " Batin Angel sedih, entah pikiran dari mana ia ingin perhatian yg pria di depannya ini sungguhan dan tulus.


"Akankah kamu membuangku.. aku benar benar tak bisa membayangkan diriku yg sedang mengemis di pinggiran jalan "


Mungkin benih Cinta mulai tumbuh, walau tak pernah di rawat, walau tumbuh di antara semak belukar, meski tumbuh di ladang tumbuhan berduri.. .


Mulai sekarang, mungkin ia akan berjuang melawan perasaannya sendiri..

__ADS_1


ironis sekali


__ADS_2