
Dengan penampilan yag begitu berantakan, Angel keluar dari kamar mandi dan berpapasan dengan 5 Orang penyebab ia memecahkan foto itu.
Mereka menatap Angel prihatin seperti merasa bersalah pada nya.. Lalu angel tersenyum "Tidak apa apa, lupakan saja" Ucapnya lalu berlalu meninggalkan pelayan pelayan itu.
Gadis itu pergi ke kamarnya mengganti pakaian yg sudah basah, bila ia sakit siapa yg akan merawatnya.. Hanya itu yg ia pikirkan.
Setelah itu ia keluar berpapasan dengan dylan yg merangkul Seorang wanita, pria berlalu menghiraukannya menuju kamar bersama wanita tadi.
Ada yg aneh di hati angel, ia merasa sedih juga tak rela.. Namun siapa yg bisa menghentikan dylan? Setelah insiden memecahkan foto beranikah Angel bersikap manis di depan Dylan.
Itu tidak akan terjadi dan tidak mungkin terjadi, Angel masih tau diri untuk hal itu.
Keesokan harinya..
Ia bergegas keluar monsion ada pekerjaan yg menjadi prioritas utama nya merawat toko bunga kecil nya.
Berusaha seceria mungkin pada hari yang cerah ini, hari yg sangat cerah namun hatinya mendung.
Nampaknya seseorang menunggu hadirnya di depan toko bunganya.
Angel tersenyum, mengingat ia tak sendiri.. Masih memiliki satu orang yg dapat membuatnya tertawa menikmati dunia, Tasha.
Angel berpikir, dunia ini bukannya tidak adil...hanya cara memberikan keadilan pada setiap manusia memiliki cara yg berbeda-beda.
Setidaknya tasha adalah orang yg mewarna hari harinya yg begitu kelam, berhiasi hitam abu abu menjadi sedikit berwarna dengan hadir nya gadis itu.
...
Dylan mengerjapkan matanya beberapa kali, ia merasa jiwanya belum sepenuhnya berkumpul.
Pria itu segera menyibakkan selimutnya dan turun dari ranjang, ia menatap wanita yg menemaninya tadi malam, sebenarnya hanya menemani ia tidur dan tidak melakukan apapun tadi malam, ia mengusap kening wanita itu sebelum keluar dari kamarnya.
Entah kenapa ia ingin sekali melihat keadaan Angel setelah apa yg ia lakukan malam itu merasa sedikit keterlaluan padanya.
"Dimana Angel" Tanya Dylan setelah bertemu dengan ann.
"Nn. Sudah berangkat pagi tadi" Jawab ann, dylan mengangguk mengerti maksud ann. Bahwa angel sudah pergi ke toko bunganya.
Dengan penampilan yg masih acak acakan efek bangun tidur ia keluar, hanya memakai topi dan jaket merek adidas.
Ia pergi menuju toko bunga Angel, tinggal 3 M untuk sampai pria itu mengurungkan niatnya melihat Angel yg tengah tertawa lepas bersama seorang wanita sebayanya.
__ADS_1
Tawa senyuman yg begitu tulus, dan Dylan merasa senyuman itu sangat jauh berbeda dengan ketika bersama dengan dirinya.
Deg!
Darahnya berdesir, ketika gadis itu tersenyum menghadap kearahnya.
Namun sesaat kemudian Angel kembali tertawa kearah yg berbeda.
Meski saat itu bukan senyuman untuknya, meski gadis itu sering tersenyum padanya, namun kali ini membuat jantung nya marathon.
"Perasaan apa ini" Ucapnya seraya memegang dadanya dan merasakan degupan kencang di balik dada bidangnya itu.
Namun ia segera menepis rasa itu jauh jauh, "Aku tidak mungkin memiliki perasaan padanya "
Pria itu berbalik Dan pergi berlawanan arah dari Toko bunga tempat angel berada sepanjang matahari muncul.
🌸🌸
" Angel " Tasha memanggil nama angel dengan nada di buat buat, sambil tersenyum girang
"Ada apa, hmm? "
Tasha meletakan sebuah buku kecil di hadapan Angel, sampulnya bergambar seorang gadis betopu merah sedang tersenyum di bawah terdapat tulisan '♡You make me so happy ♬️'
"Untuk apa? " Tanya angel menyelidik.
"Orang kota itu aneh ya"
"Ahaha! Kamu saja yg terlalu lama di desa ampe jamuren" Ledek Tasha di balas rengutan tak suka oleh Angel.
Sesaat kemudian ia tersenyum, setidaknya hatinya terhibur oleh kekonyolan teman barunya ini dan bisa di bilang teman pertamanya di kota.
Wajah tasha tiba tiba memurung "Angel" Panggilnya, "Ya?"
"Bagaimana dengan kandunganmu.. Apa baik baik saja? " Tanya tasha reflek angel memegang perutnya.
"Tidak perlu khawatir.. Sejauh ini tidak ada masalah ".
"Angel.. Aku takut kamu keguguran bila terus bersama Dylan " Gadis yg ternyata berdarah amerika - Belanda itu menenggelamkan wajahnya di dalam lipatan tangannya diatas meja.
Tangan Angel mengusap perutnya, benar kata tasha.. Karena anak ini hasil dari benih Dylan berengsek bukan berarti ia juga membenci anak yg juga darah dagingnya, bagaimanapun anak dalam perutnya ini tidak bersalah.
"Kamu benar sha.., aku takut" , Mendengar itu tasha menggapai tangan Angel lalu menggenggam nya "Tidak apa apa.. Selama ada aku, kamu akan baik baik saja"
"Dan ayo.. Kita perlahan melangkah" seru tasha kangusng diangguki Angel.
__ADS_1
Bebannya tidak begitu terasa, jadi ini adalah kegunaan seorang teman, Mungkin ia masih memiliki kemauan untuk hidup lebih lama.
(tuuuuuutt)
[ERROR]
L o a d i n g. . .
"APA! Jadi ayah pulang tidak hubungin aku?! " Pekik dylan yg sedang berbicara dengan ponsel, tepatnya seseorang diujung ponsel.
"...."
Dylan menepok jidatnya sambil menghela nafas berat, "Hadeh.. Kenapa kau selalu merepotkanku? "
Pria itu mengusap wajahnya gusar.
"……"
"Iya iya aku tau", Dylan teringat foto mendiang ibunya yg sudah hancur berkeping-keping dan rasa marahnya pada angel muncul kembali.
"Kenapa aku harus menggondol wanita seperti dia" Batinnya murka, ingin membuangnya namun sayang cantik ingin di biarkan selalu mengacaukan.
"Sudah ku putuskan"...
<<<>>>
hari ini Angel pulang dikit malam, ia di ajak tasha jalan jalan hari ini sekedar melepas penat.
Namun entah kenapa melihat monsion yg kini menjadi tempat ia tinggal membuat moodnya menjadi buruk.
"Kenapa kamu pulang malam", tentunya angel terkejut pasalnya baru membuka pintu kamar Di sambut sosok yg membuat hari harinya begitu tak berarti.
Angel menunduk tak menjawab,
"Sekarang kemaskan barangmu " pinta dylan
Seketika angel mendongakkan kepala dan menatap dylan "Anda mau membuang saya?" Tak biasa Angel menggunakan bahasa formal pada Dylan, semenjak malam itu Angel jadi lebih berhati-hati dengan angel.
"CEPAT! "
Angel manut, ia menunduk lesu.. Merapikan beberapa baju dan barang dan diatata ke dalam koper.
Tak ada pilihan lain, selain membuat ia kehilangan.. Keluarga dan keperawanannya, pria itu membuangnya secara sepihak tanpa persetujuan Angel.
" Meski aku menghilang... Kamu tetap tidak akan peduli" Batin angel, ingin menangis namun ia masih punya martabat untuk menahan nya.
__ADS_1
Bagaimana jika pria itu ge'er, Angel angel! Kau tak pantas berkata seperti itu, mana mungkin pria itu Ge'er, yangada dirinyalah yg akan mudah Ge'er karna dylan.