
Sidney City 07.04
"Dylan aku tidak betah disini " Keluh Angel sambil mengayunkan kakinya yg tak sampai tanah ketika duduk di pinggiran ranjang tempatnya berbaring di rumah sakit.
"Baiklah... Nanti kita pulang, kamu makan dulu" Ujar Dylan sambil menyuapkan sesendok makanan, angel mengangguk lalu melahapnya.
Sesekali matanya melihat keatas, lalu tersenyum.. Ia merasa senang hari ini, tapi ia tak menyadari nya.
"Angel.. Aku ingin bertanya sesuatu padamu", Angel berdeham "Hmm..?"
"Kenapa kau gemar sekali tersenyum? " Dylan melihat wajah Angel menoleh padanya, Gadis itu kembali tersenyum.
"Asal kau tau, aku juga tak ingin senyum senyum seperti ini.. Kek orang gila tau ga" Jawab angel membatin.
"Ya.. Hobi" Jawab Angel bohong.
"Huh! Kenapa kamu begitu mengemaskan? " Dylan mencubit hidung Angel laku mengecup pipi kirinya.
Angel merasa ada sengatan listrik di dada bagian kirinya, dan itu terjadi ketika Dylan mengecup pipinya.
"Benar benar manusia yang sangat menyebalkan".
"Dylan.. Bolehkan aku meminta sesuatu padamu? " Tanya angel, Dylan menjawab pertanyaan Angel dengan bertanya. "Apa yg kau minta.. Beha? "
"Itu tidak lucu" Angel mencubit pipi Dylan dengan cukup keras membuat pria itu meringis kesakitan "Kau sudah berani ya...".
Angel membuat nafasnya berat "Bisakah kamu serius? ", Dylan pun tersenyum ini pertama kalinya gadis itu ngambek "Baiklah.. Apa yg kamu minta? "
"Sebuah toko bunga kecil pinggir jalan " Jawab angel sambil memekarkan senyumannya.
"Baiklah.. Aku akan memberikan untukmu" Balas Dylan.
Tepat jam 8 Mereka pulang ke monsion.
"Angel.. Aku sudah membersihkan kamar untukmu di sebelah kamarku " Seru Dylan, Angel sendiri hanya menjawab "Baiklah! "
Perlahan lahan angel membuka Pintu yg di baliknya akan menjadi tempat ia melepas penat.
__ADS_1
Untung pria itu tak begitu kejam, sehingga ia tidak akan tidur di lantai.
Setelah membuka pintu, Warna Biru pudar menyambut nya.. "bagaimana pria itu tau aku menyukai warna biru tua? "
Tanpa basa basi angek segera memasuki kamarnya, cukup luas.. Ia membuka pintu yg seharusnya tempat berkumpulnya baju baju.. Benar saja, di sana terdapat banyak sekali baju tak lupa sepatu "Holang kaya memang beda".
"Apa kau menyukai nya? " Suara brutal Si dylan menggugah lamunan Angel yg tengah memuji orang kaya.
"Tentu saja" Jawab angel antusias wanita manapun pasti akan suka dan bahagia.
"Bagaimana dengan toko bungaku? " Tanya Angel kemudian, "Aku sudah membelinya.. Tak jauh dari mansion, dan untuk apa kau meminta toko bunga? " Jawab Dylan sembaru melontarkan pertanyaan
"Tentu saja untuk mencari uang" Balas angel santai, "Uang? " Tanya Dylan mengulangi, perempuan berambut coklat itu mengangguk "Kau tau.. Aku tak punya uang sedikitpun "
"Kenapa kau tidak bilang? " Tanya Dylan geram.
"Aku hanya ingin mencari uang dari hobiku" Jawab angel, iya! Gadis uni memiliki hobi merangkai bunga, Wendy yg mengajarinya dulu.
Wendy adalah Kakak perempuan Rio yg juga tinggal di Desa, keluarga Rio memang menyukai Desa.
"Untukku? " Tanya angel senang , Dylan mengangkat bahunya "siapa lagi?".
"Terimakasih Tuan! " Seru Angel, "Setidaknya bisa untuk cadangan.. Yakan" membatin.
"Dylan.. " Angel meringis, "Ada apa? " Tanya dylan
"Aku merasa tak nyaman" Gadis itu tiba tiba memegang perutnya membuat Dylan bingung.
"Aku merasa mual" Kata Angel selanjutnya, "Aku akan membuatkanmu teh.. Ayo" Dylan menggendong angel di depan, *ingat bukan Ala ala Bridal style!
Angel membenam wajahnya di dalam leher dylan dengan tangannya yg melingkar leher pria itu.
Sesampainya du dapur, dylan menurunkan angel "Tunggulah".
Angel mengangguk, Ia memilih melihat Dylan membuat teh
"Kenapa kau menatapku seperti itu? " Tanya dykan ketika menyadari Angek menatapnya dengan serius.
__ADS_1
"Tidak! Aku hanya merasa kau tampan! "
"Minumlah selagi hangat" ujar Dylan membuat Angel tersenyum.
*yamaap kalo senyum senyum muluk
"Um! Terimakasih !" Seru angel segera menyeduh teh yg dibuat oleh Dylan, rasanya getir.
"Kenapa ini tidak enak" Keluh angel, "Aku tak memberinya gula" Jawab dylan.
"Aku tudak menyukai sesuatu yg tidak enak" Angel meletakan cangkir berisi teh yg baru sesruput ia teguk.
"Angel, ini untuk mengobati rasa mual" Dylan mengambil cangkir itu, namun Angel tetap menolak.
"Apa perlu aku bantu ?" tanya Dylan membuat Angel menyinyit bingung.
Dylan meminum teh tadi dan menarik Angel dan mencium nya, ia memberikan teh tadi lewat ciumannya.
Ini hanya akal akalannya Dylan saja, Sebenarnya ia ingin mencium Angel bukan memaksanya untuk minum.
Mau tak mau Angel harus menelan teh yg bahkan sudah tercampur slavina Dylan.
"Bagaimana? " Tanya Dylan sambil mengusap bawah bibirnya dengan punggung tangan usai berciuman.
"Kau sangat jahat" Rajuk Angel, Dylan kembali tersenyum ia menarik tengkuk Angel lalu menciumnya.
Ciuman yg amat teramat rakus, dari sebelumnya melumat habis bibir mungil angel.. Angel tak menolak meski saat ini ia ingn mendorong pria itu hingga terguling guling.
Angel menutup rapat bibirnya ketika Dylan mulai melakukan hal lain, sambil Mencium Dylan tersenyum devil.
Ia menggigit bagian bawah bibir Angel membuat gadis itu meringis dan membuka mulutnya, dengan sigap lidah Dylan menerobos masuk mengakses semua yg berada di dalan sana.
Angel tak bisa menolak, tanpa sadar ia terbawa suasana dan ikut memejamkan matanya menikmati cumbuannya dengan dylan.
Surga dunia
__ADS_1