My Sexiest Sugar Daddy

My Sexiest Sugar Daddy
Ep_10..Makan Malam


__ADS_3

Setelah puas memandangi lemari yang penuh akan pakaian mahal nan modis itu kini Eli telah memilih sebuah terusan dengan warna biru dengan potongan paling sederhana di dalam lemari itu..dia rasa itu satu-satunya pakaian yang pantas untuk dia kenakan karena menurut nya yang lain terlalu glamour dan sangat terbuka di bagian yang tidak dia sukai.


Eli memang tidak biasa untuk berpakaian yang terlalu mewah, karena Eli pada dasar nya memang terlahir untuk tidak mengenal apa yang disebut dengan kemewahan atau merasakan kemewahan sama sekali.


Eli turun ke bawah dan melihat Mr Rieve sudah duduk di kursi meja makan,dia jadi tidak enak karena membuat Mr Rieve menunggunya terlalu lama.


"Mr" sapa Eli sambil menunduk sekilas untuk memberikan hormat padanya karena Eli melihat Mr Rieve sudah duduk di meja makan lebih dulu daripada diri nya.


"Maaf telah membuat anda menunggu lama" sesal Eli dengan wajah yang tidak enak menatap ke arah Mr Rieve sekilas.


"Wow,gaun yang kau kenakan itu sangat cocok untukmu,ayo duduk lah" jawab nya seakan tak mempermasalahkan hal itu.


"Thank you Mr" balas Eli lalu duduk di sebelah Mr Rieve.


"Pilih lah makanan yang kau sukai" katanya dan Eli bisa melihat bahwa semuanya tampak begury lezat di atas meja,tapi Eli juga harus tahu diri jadi Eli lebih memilih mengambil


salad karena yang paling dekat dengan nya.


"Eli,makanlah daging kau itu terlalu kurus" katanya lagi sambil menatap Eli dan menukar piring salad yang Eli ambil tadi dengan sepiring steak yang di buat dengan daging premium dan saus yang tidak bisa Eli sebutkan nama nya tapi memang tampak sangat lezat dan menggugah selera makan nya.


"Bagaimana,apa kau menyukai pekerjaan mu Eli?" tanya nya dan itu membuat Eli menatap wajah bulat dengan perasaan tak menentu.


"I love it,so delicious" jawab Eli jujur dengan senyuman dan entah mengapa Eli malah merasakan pipi nya menjadi memanas.


"Good..ah iya don't forget to report your work by email." kata dosen tampan nya mengingatkan Eli agar tidak lupa untuk melaporkan pekerjaan nya lewat email.


"I'll report you to night Mr,soon" Eli menjawab nya dengan penuh keyakinan.


Eli benar-benar tidak ingin


mengecewakan nya karena ini adalah kesempatan langka yang mungkin tak akan bisa terulang untuk kedua kali nya..Eli hanya ingin memberikan performa kerja nya yang terbaik pada Mr Rieve.

__ADS_1


"Ok,check your virtual account,


when you finished your dinner" ujar nya dengan santai.


"Did you pay me Mr?" tanya Eli dengan ragu dan di balas dengan tersenyum.


"Yes" jawab Mr Rieve penuh keyakinan.


"As that fast, Mr anda bahkan belum tahu hasil kerjaku.. bagaimana kalau hasil nya malah berantakan dan anda akan kecewa malah nanti nya" ujar Eli menatap penuh kebingungan pada Mr Rieve yang bahkan sudah membayar nya secepat ini.


"I know you" jawab nya singkat.


Eli melihat di sepanjang mereka mengobrol, Mr Rieve bahkan tidak memasuk kan sepotong makanan pun ke dalam mulutnya.. Eli jadi bingung sebenarnya mereka sedang makan malam bersama atau Mr Rieve yang hanya menemani nya makan.


"Oh ya,,astaga aku bahkan hampir melupakan sesuatu yang penting" katanya yang mana malah mengejutkan Eli.


"Aku tidak bisa mempekerjakan anak dibawah umur,jadi aku harus tahu agar aku bisa memastikan.. berapa usiamu sekarang?" ujar Mr Rieve membuat Eli menghela nafas nya lega karena dia sempat berpikir ada sesuatu yang penting.


"Ok good,kau selesaikan makan malammu dulu karena aku ada pekerjaan di ruangan ku..jika kau tidak tau atau butuh sesuatu kau bisa bertanya pada para pelayan tentang dimana letak ruanganku jika kau memang butuh sesuatu..oke Eli enjoy your meal" ujar Mr Rieve lalu bangkit berjalan meninggalkan Eli seorang diri.


"Thank you Mr" balas Eli tersenyum kecil sambil menatap kepergian Mr Rieve.


Mr Rieve benar-benar meninggalkan nya sendirian begitu saja,entah lah apa yang akan dia lakukan di ruang kerja nya tapi yang jelas dia pasti


orang yang sangat sibuk.. Eli kini jadi berpikir bahwa dunia ini memang begitu tidak adil.


Ada sebuah tempat di lain kota ini yang membutuhkan uluran tangan orang-orang kaya seperti Mr Rieve,panti asuhan..panti itu sama saja dengan sebuah rumah yang sempit dan di huni oleh beberapa anak yang tumbuh tanpa orang tua yang hanya tinggal dalam banyak nya keterbatasan.


Tapi di sini,ada seorang pria yang tinggal seorang diri tanpa anggota keluarga lain nya,dia punya cukup


banyak kamar untuk di tempati banyak orang bahkan sangat banyak sekali makanan yang bisa untuk dinikmati banyak orang tapi malah di sia-siakan oleh nya.

__ADS_1


Andai saja makanan ini bisa Eli bawa pulang untuk dia bagikan pada anak-anak dipanti asuhan tempat nya dirawat sewaktu kecil dulu.. Eli tampak termenung sambil menatap daging steak yang sudah terhidang di hadapan nya dengan kualitas super yang pasti rasa nya sangat lah nikmat jika dia makan.


Dia masih berperang dengan pikiran nya,di satu sisi dia sedang berfikir bagaimana bisa dia makan makanan seenak ini seorang diri, sementara adik-adik panti


asuhan tempat nya bernaung dulu mungkin saja belum makan atau kekurangan makanan.


***


"Mr,maafkan aku tapi apakah bisa aku membungkus makanan itu?" tulis Eli yang nekat mengirim pesan singkat pada Mr Rieve setelah dia mantap mempertimbangkan nya dengan sangat lama,apakah Eli harus meminta padanya atau tetap bertahan dengan rasa gengsi dan malu yang ada pada diri nya.


Tanpa Eli duga ponsel nya kini langsung bergetar dan membuat nya semakin tidak karuan bahkan gugup.


"Kau ingin membungkus nya?" tanya nya dengan suara bingung saat mereka menggunakan panggilan suara.


"I..iya Mr" jawab Eli mengangguk dengan malu-malu dan kini Eli tengah memegangi kening nya.


Eli bahkan tidak tau lagi harus berbuat apa dan bagaimana cara nya dia harus menyembunyikan wajah nya sekarang ini..dia sangat malu tapi batin nya meronta tidak tega.


"Untuk apa,bukan nya kau akan menginap di sini malam ini..


makan lah sepuas mu Eli" ujar nya belum paham dengan maksud Eli.


"Em..begini Mr, sebenarnya aku ingin membawa makanan itu ke


panti asuhan karena kupikir kau sudah tidak memakan nya lagi di sini" jujur nya dengan wajah yang kian memerah menahan malu.


'oh siall..kenapa aku jadi seperti seorang yang peminta-minta sekarang ini' batin nya ingin menjerit agar bisa membuang malu nya.


"Baikalh,supirku akan


mengantar makanan ke sana sekarang juga jadi berikan pada ku alamat panti itu?" ujar Mr Rieve meminta alamat panti yang Eli maksud.

__ADS_1


"A..apa?" pekik Eli yang kini tengah terkejut setelah mendengar kalimat Mr Rieve.


__ADS_2