
Pelayan itu keluar dari kamar besar Mr Rieve dan Eli pun bergegas mandi lalu mengganti pakaian nya dengan yang pelayan tadi bawakan..dengan keberanian yang tersisa dan juga persiapan mental untuk menerima kemungkinan terburuk nya, Eli berjalan menuju
ruang kerjanya karena dia tidak bisa membiarkan masalah ini terus berlarut.
"Mr" ujar Eli yang kini telah berdiri di ambang pintu.
Eli bisa melihat bahwa saat ini Mr Rieve sedang sibuk dengan pekerjaan nya,tapi saat Mr Rieve melihat Eli di depan pintu ruang kerja nya dia langsung meletakkan kertas yang ada di tangannya..tampak sekali bahwa rahang nya langsung mengeras meski sekilas dan itu terlihat dari tempat Eli berdiri saat ini bahwa dia jelas masih marah pada Eli.
"Ada apa?" tanya nya dengan suara datar terkesan ketus.
"Boleh aku masuk Mr?" tanya Eli dengah sopan dan dia tidak menjawab nya sama sekali tapi Eli memaksa untuk masuk kemudian menutup pintu yang ada di belakang nya.
__ADS_1
"Maafkan aku Mr,ini memang salahku" ujar Eli Ter terang pada intinya karena dia juga tak lagi sanggup menghadapi sikap Mr Rieve yang tidak jelas.
"Kau tau itu,huhh" balas Mr Rieve ketus tanpa menatap Eli.
"Ya, jadi kumohon pada Mr biarkan aku pergi dari hadapan mu dan lagi tolong Mr jangan marah pada siapapun karena satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas kemarahanmu adalah aku" ujar Eli dengan cepat.
"Jangan harap kau bisa keluar dari rumah ini..tidak ada ijin dari siapapun selain aku?" balas Mr Rieve dengan nada suara datar menatap Eli tajam.
"Sebenarnya apa yang harus ku lakukan untuk membuat anda memaafkanku Mr?" tanya Eli ragu tapi dia juga tidak tahan lagi dengan keadaan saat ini.
"Duduk diam di kamar,renungkan
__ADS_1
kesalahan mu dan jangan pernah melakukan apapun sampai aku datang untuk memaafkanmu..apa kau mengerti?" kata Mr Rieve dengan sorot mata tajam menatap ke arah Eli.
"Hahh,anda yakin hanya itu Mr?" tanya Eli dengan alis yang sedikit mengernyit.
Mr Rieve pun menatap Eli dengan wajah serius nya dan kini Eli mengerti bahwa dia hanya tidak ingin Eli banyak bicara dan akhirnya Eli pun keluar dari ruang kerjanya..entah dia harus berada dimana,tapi Eli akhirnya memutuskan untuk menuju perpustakaan.
Ya setidaknya Eli bisa merenungkan
kesalahan nya jika sendirian di ruangan itu tanpa harus melihat Mr Rieve yang masih saja uring-uringan.
Entah sudah berapa lama Eli duduk termenung di perpustakaan itu..mungkin jika di sadari sudah seharian hingga Eli pun kini sudah sangat merasa bosan dan ingin keluar menuju ruang kerja milik Mr Rieve..Eli bahkan sampai harus menghubungi Vea dan mengatakan bahwa hari ini dia sedang sakit hingga tidak bisa pergi ke cafe untuk melakukan pekerjaan nya dan untung nya si Vea pun mengerti dengan keadaan nya.
__ADS_1
"Eli apa kau tau bahwa semalam itu terjadi kekacauan hebat di club?" tanya Vea saat Eli menghubungi nya untuk mengatakan bahwa dia sedang tidak enak badan karena pengaruh alkohol semalam.