My Sexiest Sugar Daddy

My Sexiest Sugar Daddy
Ep_38..Sadarnya Eli


__ADS_3

Entah sudah berapa lama Eli kembali dalam keheningan,tapi saat dia membuka mata nya.Eli sudah merasa jauh lebih baik daripada saat pertama kali dia mencoba membuka mata nya.dada nya pun tak terlalu sesak lagi saat dia membuka mata nya.


Karena setiap kali Eli terbangun dan


menyadari itu hanya lah mimpi buruk.Eli juga mendengar bahkan para paramedis harus kembali


menyuntikan obat penenang untuk nya agar Eli bisa kembali tertidur dengan pulas,dan Eli benar-benar merasa sudah pulas,pikir nya.


Setelah lelah tertidur Eli kembali untuk berusaha membuka mata nya lagi dan saat ini dia melihat ada seorang pria tampan tengah duduk di tepi ranjang rumah sakit tempat nya berbaring.


Pria itu duduk dengan wajah yang kini sudah mulai ditumbuhi oleh bulu-bulu halus yang ada di sekitar rahang dan juga kumis nya sedikit mengganggu penglihatan Eli.


"Hay,you wake up?" sapa nya lalu tersenyum ketika melihat Eli telah


membuka mata nya.

__ADS_1


Eli perlu memikirkan untuk beberapa saat sebelum dia bisa mengenali nya lagi karena rupa nya dia sudah terlalu lama tidur dia rasa.Mr Rieve,ya dia adalah Mr Rieve tapi kenapa dia tampak tak terawat sekali seperti itu,astaga sudah berapa lama dia seperti ini.


"Mr.Rievener" ucap Eli sangat lirih terdengar seperti bisikan,ternyata Eli tak punya cukup banyak tenaga hanya untuk sekedar menggera kan jari nya saja apalagi berangan untuk menghambur ke pelukannya.


Eli bisa melihat mata nya tampak sudah berkaca-kaca dan dia kini mulai menciumi tangan Eli lalu tak lupa juga mengusap rambut Eli.


"Apa kau haus hm?" tanya nya dengan suara lembut nya dan Eli menggeleng,meski sebenar nya rasa nya kerongkongan Eli sudah sangat begitu kering tapi hanya masih bisa bangun dan melihat pria tercinta nya dalam keadaan baik-baik saja dan duduk dihadapan nya sudah sangat


lebih dari cukup bagi Eli.


Satu orang dokter yang usia nya seperti paman Bill dan dua orang perawat yang masih muda memasuki kamar dimana dia berada.


Mereka menyapa Eli sejenak untuk bertanya keadaan nya sebelum mulai memeriksa kondisi Eli dan memin Eli untuk tetap rebahan di karenakan luka di perut bagian kiri Eli belum cukup membaik dan juga masih basah.


Eli sendiri bahkan tidak menyadari bahwa ada sebuah luka di perut bagian kiri nya,darimana luka nya datang dan apa yang sebenar nya dia alami sungguh Eli sekarang tengah bertanya-tanya dalam hati.

__ADS_1


Meski begitu Eli hanya bisa bersabar sambil menunggu hingga dia mepunyai cukup tenaga untuk bisa bicara,karena hingga saat ini bahkan masih merasa sedikit kesulitan untuk sekedar bernafas tanpa menggunakan bantuan oksigen,jadi kuputuskan untuk diam adalah yang terbaik bagi Eli.


Tapi sesungguh nya yang paling ingin dia lakukan hanya lah tetap bisa membuka mata nya dan terus bisa melihat ke arah Mr Rieve agar mimpi buruk itu tak datang lagi hingga rasa nya dia sangat tersiksa di buat nya.


Eli hanya ingin mengatakan banyak hal pada Mr Rieve, Eli juga ingin mengatakan bahwa dia sangat merindukan nya dan Eli juga ingin Mr Rieve tetap berada di samping nya meski ketika Eli jatuh tertidur sekalipun karena suntikan obat penenang dari pihak medis.


Seorang pria berpakaian serba putih dengan stetoskop yang tergantung di leher nya mulai masuk kedalam ruangan perawatan tempat dimana Eli masih terbaring dalam tidurnya setelah menerima suntikan obat penenang.


"Mr Rieve,anda bisa pulang untuk


beristirahat nona Eli juga sudah jauh lebih baik kondisi nya" ujar si dokter paruh baya itu yang kasihan melihat Mr Rieve tak beranjak seharian pun dari rumah sakit.


"Tidak" tolak nya tak ingin meninggalkan Eli meski sebentar.


Terhitung sudah satu bulan sejak kejadian penyerangan membabi buta itu terjadi menimpa Eli dan Mr Rieve tak sekalipun beranjak pergi dari rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2