
"Eli apa kau tau bahwa semalam itu terjadi kekacauan hebat di club?" tanya Vea saat Eli menghubungi nya untuk mengatakan bahwa dia sedang tidak enak badan karena pengaruh alkohol semalam.
"Apa yang terjadi?" tanya Eli yang benar-benar tidak bisa mengingat apapun yang terjadi semalam.
Ingatan nya berhenti ketika Eli
melihat nama Mr Rievener di layar
ponsel nya dan setelah itu semua nya gelap.
"Seorang pria datang dan langsung
menghajar Ramon hingga hidung nya berdarah dan mungkin patah, lalu setelah itu pria itu membawa mu pergi dari club,tapi sayang sekali
kejadian itu tidak sempat kulihat Eli karena aku baru menyadarinya saat beberapa orang menjerit-jerit" terang Vea menceritakan tentang kejadian semalam.
"Oh astaga" apalagi yang bisa Eli katakan, Eli sendiri bahkan tidak bisa mengingat apapun.
"Apa kau tahu siapa pria yang membawamu pergi Eli?" tanya Vea yang juga penasaran dengan pria yang membawa Eli pergi begitu saja dan dia hanya takut terjadi sesuatu pada sahabat nya.
"Oh itu, aku emm__" ujar Eli tergagap bingung karena tidak tau harus menjawab apa.
"Ramon juga mengatakan bahwa dia tidak melihat wajah pria itu dengan jelas Eli" potong Vea hingga Eli merasa sedikit lega.
__ADS_1
Syukurlah, gumam Eli dalam hati benar-benar lega.
"Tapi kau dimana sekarang Eli?" Vea bertanya dengan penuh curiga dan ini jelas pertanyaan sulit lainnya yang tak bisa Eli jawab.
"Em..aku di rumah seseorang Ve" jawab Eli sedikit ragu tapi Memnag benar saat ini dia sedang di rumah seseorang yaitu Mr Rieve.
"Apa kau sudah punya pacar, Eli?" tanya Vea lebih penasaran.
"I..iya." dan pada akhirnya Eli menjawab dengan asal karena dia tau Vea pasti tidak akan berhenti untuk bertanya.
"Emm,semalam aku meminta by untuk menjemputku" lanjut Eli semakin berbohong demi membuat Vea berhenti penasaran.
Dan tampak nya kini Vea sudah mulai percaya pada bualan Eli
"Ok syukurlah,hey apa perlu aku menjemputmu dan membawamu kembali ke asrama?" tanya Vea.
sedikit istirahat saja dan setelah aku merasa lebih baik aku akan kembali ke asrama..jangan khawatir" jelas Eli menolak karena dia belum mendapatkan ijin dari Mr Rieve.
"Kau yakin kau baik-baik saja,Eli?" tanya Vea memastikan.
"Iya Vea" jawab Eli secara ringkas.
"Em..begini maksud ku Eli,apa tidak ada yang terjadi padamu semalam?" dan Vea masih bertanya karena dia ingin memastikan bahwa Eli benar-benar aman.
__ADS_1
Dan Eli pun paham apa yang sebenarnya ingin Vea tanyakan.
"Tenang saja Vea,saat aku terbangun pakaian ku masih lengkap
dan melekat di tubuhku dan semuanya juga terasa baik-baik saja, jadi kurasa dia tidak memanfaatkan keadaan saat aku tengah mabuk semalam" jawab Eli menjelaskan agar Vea tidak lagi penasaran.
"Hufttt, syukurlah" tampak terdengar suara helaan nafas lega dari Vea.
Dan benar saja memang Vea mengkhawatirkan hal yang sama dengan yang Eli khawatir kan.
"Baiklah,semoga kau baik-baik saja, Eli" kata Vea.
"Thank you" balas Eli yang juga merasa lega.
"See you tomorrow" balas Vea sebelum panggilan terputus.
EElipun mengakhiri panggilan nya dan tanpa dia sadari rupa nya sedari tadi seseorang tengah berdiri di
hadapan nya dengan kedua tangannya yang dimasukkan di saku celananya.
"Astaga, Mr Rieve,emm..sudah berapa lama anda berdiri di situ?" tanya Eli yang tak berani menatap wajah Mr Rieve.
"Sudah cukup lama untuk bisa mendengar semua kebohongan mu pada temanmu" jawab nya masih datar.
__ADS_1
"Oh,maaf... aku hanya tidak ingin dia
berpikir macam-macam tentang ku jadi aku terpaksa berbohong" balas Eli masih menunduk.