
Sungguh ini sakit karena rupa nya Mr Rieve benar-benar hanya meminta Eli untuk mengerjakan pekerjaan ini secara professional.
Eli pun menghela nafas,meski sakit tapi mungkin ini juga yang
dia harapkan lalu dia berharap apa lagi..jangan terlalu tinggi hayalan mu Eli.
"Seperti nya ini sudah sangat larut, tidurlah Eli" tutup nya.
"Lalu kenapa anda juga belum tidur selarut ini Mr?" entah setan dari mana tiba-tiba kalimat itu bisa meluncur begitu saja
dari bibir Eli.
Saat ini Eli benar-benar sedang berharap bahwa Eli akan bisa mengobrol lebih lama lagi dengan Mr Rieve tapi sepertinya angan nya akan sia-sia.
"Aku ada pekerjaan sedikit" tutur Mr Rieve dan membuat harapan Eli pupus seketika.
"Oh..baiklah aku mengerti" balas Eli tak semangat.
"Good night..sleep well" ujar nya sekali lagi dan Eli pun akhirnya memilih untuk menyerah pada.
"Night too Mr" balas Eli dan pada akhirnya Mr Rieve mengakhiri panggilan nya dan tampak Eli juga
meletakkan ponsel itu di sofa.
__ADS_1
Entah kenapa tiba-tiba saja Eli menangis sambil memeluk lutut nya dan bersandar di dinding jendela kamar nya itu..ingin sekali Eli lari dari takdir nya tapi yang dia lakukan justru malah sebaliknya.
*
*
Eli telah mengirim email pada Mr Rieve dengan menggunakan wifi yang ada di kampus..lima bab terakhir telah dia kirim pada Mr Rieve,tapi sampai saat ini bahkan d
belum membaca nya hingga Eli telah menyelesaikan sifft nya di kedai kopi paman Bill.
"Apa kau sudah menyelesaikan bab terakhirnya Eli?" tanya Vea.
"Ya, aku sudah mengirimnya tadi" balas Eli sedikit tidak bersemangat.
"Hmm kau benar" jawab Eli seadanya.
Malam ini Eli akan datang ke rumah besar itu lagi dengan tujuan untuk
mengembalikan ponsel serta laptop itu padanya..karena jika dia menghubungi Mr Rieve melalui telepon,pasti nanti dia akan mengatakan pada Eli bahwa fasilitas itu bisa di pinjam untuk beberapa saat,atau mungkin entah apa lagi yang akan dia katakan selanjutnya Eli bahkan tidak bisa
membaca jalan pikiran pria itu.
"Apa kau akan pulang Eli?" tanya Vea.
__ADS_1
"Ya kurasa begitu" balas mengangguk karena dia ingin segera menyelesaikan semuanya.
"Hey tadi Ramon mengajakku untuk minum di bar hari ini,kata nya untuk merayakan ulangtahun nya. sebenarnya dia mengajak mu juga, hanya saja dia terlalu malu untuk mengatakan bahwa secara langsung" ujar Vea mengenai rencana nya yang akan keluar untuk merayakan hari jadi Ramon rekan kerja mereka.
Ramon adalah karyawan di tempat paman Bill juga,sama seperti Eli dan Vea hanya saja dia baru masuk bekerja beberapa minggu terakhir, dan kami memang jarang mengobrol meski dalam beberapa
kesempatan dia sengaja melewatkan shiftnya demi membantu Eli untuk membereskan kedai kopi saat akan tutup.
"Hey Eli,kau itu juga butuh hiburan jadi please jangan menolak oke..lagipula Ramon yang akan
membayar semua bill-nya nanti..tenang saja" ujar Vea dengan seringai bahagia.
Hmm rasa nya tidak ada salah nya juga sih menggunakan cara
ini untuk mengalihkan perhatian nya dari pria tua yang terus menghantui pikiran Eli itu..ya memang seperti nya Eli rasa dia memang harus menghibur diri nya sendiri.
"Baiklah aku setuju" balas Eli tersenyum kecil.
Dan akhirnya mereka pun mulai membereskan kedai dan tutup sesuai jam yang telah ditentukan..setelah itu mereka
berenam yaitu Ramon, Vea, Eli,Garson,Bobby, dan Roert pun pergi ke club yang hanya berjarak
beberapa blok dari kedai kopi paman Bill.
__ADS_1
Benar-benar di antara keenam orang dewasa itu hanya Eli dan Vea saja yang perempuan yang ikut ke club' itu karena memang yang lain nya sedang tidak bisa.