My Sexiest Sugar Daddy

My Sexiest Sugar Daddy
Ep_12..Perhatian Kecil.


__ADS_3

Dosen tampan nya itu sudah tampak begitu harum,bersih,dan juga bergaairah besar pasti nya dan hanya itu yang mampu Eli pikirkan untuk saat ini..Eli bahkan kini merasa bahwa tangan nya telah menarik handle pintu di belakang punggung nya,sementara


tubuhnya masih terus saja mendesak tubuh Eli sehingga Eli sedikit terhuyung mundur tapi tak sampai terjatuh,karena satu lengan Mr Rieve rupa nya sedikit mengangkat Eli.


Mungkin bagi Mr Rieve tubuh Eli sudah terasa seperti


seringan kertas baginya,karena memang Eli tampak begitu terlalu kurus saat ini..Mr Rieve pun dengan perlahan mulai menjatuhkan Eli tepat di sebuah sofa panjang tentu dengan sangat lembut dan masih dengan terus mendesak untuk mencium Eli, namun sesaat kemudian semua nya tiba-tiba berakhir karena Eli


tidak merespon semua yang dia lakukan.


Mr Rieve kini seolah baru


saja terbangun dari hipnotis dan tersadar,kemudian mulai bangkit dari posisi nya yang terasa sangat ambigu.. Mr Rieve mulai menatap Eli dengan tatapan yang dalam, kemudian dalam sekejap Eli dapat meihat bahwa rahang nya mulai mengeras meski sekilas.


"Maaf untuk yang terjadi barusan Eli,seharus nya kau tak menemuiku selarut ini" ujarnya dengan suara berat yang begitu terasa sangat mengintimidasi di pendengaran.


Aliran darah Eli dalam sekejap mulai berdesir saat Eli mendengar suara itu..seolah suara itu bisa masuk


dan menguasai seluruh pikiran nya dan juga mampu membuatnya menjadi kosong,kini yang tersisa hanyalah gaung suara pria tampan itu.


Lidah Eli seperti membeku dan sulit untuk mengeluarkan kata-kata, hingga akhir nya kini yang terdengar hanyalah sebuah desisan meski terdengar sangat perlahan yang tidak berarti apa-apa,namun suaranya kembali terdengar di


telinga Eli dan hal itu kembali membuat aliran darah Eli berdesir lagi.


"Sorry Eli" ujar nya lagi masih dengan suara berat nan sedikit berdesis.


Eli kini berusaha untuk bangun dengab perlahan dengan sekuat


tenaga yang tersisa dan mulai berdiri menatap Mr Rieve meski hati nya tak karuan saat ini.


"Saya juga minta maaf Mr,


ini memang salahku..benar yang anda katakan bahwa tidak seharus nya aku mengundang

__ADS_1


masalah" sesal Eli sekali lagi dengan kepala menunduk tak mampu menatap wajah tampan nan tegas Mr Rieve.


Dan kini Eli merasa bahwa dia tak ada lagi memiliki harga diri yang tersisa untuk tetap berdiri di hadapan pria sempurna di depan nya itu..Eli pun berlalu dari hadapan nya tapi belum sempat Eli melangkahkan kaki nya,tangan Mr Rieve sudah memegang tangan Eli dan seketika itu langkah Eli terhenti karenanya.


Eli pun mulai berbalik dan menatap wajah tampan dosen nya itu,tampak dia juga tengah menatap Eli tapi kini


mereka saling membeku..mata


mereka saling bertatap dan seolah tatapan itu telah menelanjangi niat hati satu sama lain..Eli tampak begitu menginginkan sentuhan pria di depan nya itu dan entah mengapa saat jemari nya mulai menyentuh sudut wajah Eli dan kemudian mulai mengusap bibir nya,dengan tidak tahu malu nya Eli bahkan seakan menginginkan sentuhan yang lebih dari ini.


"Kumohon jangan


bersikap bodoh Eli,sadarlah Eli sadarlah" Eli bergumam dalam hati berbisik pada diri nya


sendiri.


Sementara Mr Rieve masih saja terus menatap Eli dalam dan dengan


rahang nya yang sudah mengeras meaki sekilas.


dan berlalu keluar dari ruangan itu.


#


Tatapan mata Mr Rieve saat menatap Eli terakhir kali benar-benar tidak bisa dia lupakan,namun siall Eli malah bangun terlambat,dia juga menyadari bahwa seseorang telah masuk ke kamar dimana dia berada karena Eli menemukan segelas susu di atas meja yang masih terasa dan hangat juga sepotong sandwich di atas meja nakas.


Tampak di atas meja juga ada


secarik kertas yang terlipat di dalamnya dengan tulisan.


"Have a good day Eli" itu yang tertulis didalam kertas itu dan dia rasa ini adalah tulisan tangan Mr Rieve karena memang tampak begitu mirip dengan yang pernah Eli baca saat Eli bekerja di kedai kopi.


Dengan segera Eli buka ponsel milik nya dan dia baca pesan singkat

__ADS_1


darinya.


"Good morning Eli,maafkan aku karena tidak bisa menemani weekend mu,hari ini aku harus pergi ke kota x untuk urusan bisnis,tinggal lah di rumah selama yang kamu mau..bahkan jika kau tidak ingin tinggal di asrama lagi kau bisa menganggap itu rumahmu sendiri..have a great day,Elianor" tulis nya dalam pesan singkat yang tampak sudah terkirim sejak Eli masih terlelap.


Dengan gerakan cepat Eli menekan tombol panggil di ponsel nya itu,tapi


saat Eli berusaha untuk menghubungi nya rupa nya ponsel Mr Rieve sudah tidak aktif,mungkin dia sudah berada di dalam pesawat.


Tampak Eli hanya bisa menghela nafas nya dalam,bagaimana ada manusia yang diciptakan sesempurna itu,dari parasnya yang tampan,hidup nya yang juga kaya,dia juga cerdas,dan tampak


begitu menarik,dan yang lebih buruk nya lagi adalah dia terlalu baik untuk menjadi nyata.


"Bagaimana mungkin dia bisa memiliki semua kesempurnaan itu?" Eli bergumam dengan sedikit kesal.


Akhirnya Eli memilih beringsut dan mendekat ke arah baki yang berisi


segelas susu hangat kemudian dengan perlahan dia mulai menyesap nya,aneh memang tapi bahkan jika susu itu hanya dia tuang dari dalam kotak dan dia panaskan, entah mengapa rasanya jadi lebih begitu spesial bagi Eli..bukan kah itu sangat aneh.. mungkin Eli sudah gila.


Mr Rieve bukan hanya telah memberikan tempat tinggal untuk Eli tapi dia juga membuat Eli merasa lebih disayangi oleh seseorang,entah sebagai apa,dia bahkan tidak peduli karena yang Eli rasakan saat ini adalah, kedua hal paling sederhana yang ada


dihadapan nya itu,segelas susu hangat dan sandwich buatan tangan nya adalah sarapan terlezat yang pernah Eli makan dipagi hari


sepanjang hidup nya hingga detik ini.


Setelah selesai menikmati sarapan nya kini Eli mulai turun untuk membereskan piring kotor yang dia gunakan untuk meletakan


dua potong sandwich buatan tangan Mr Rieve itu,kemudian kembali ke kamar yang dia tempati untuk


mandi dan berkemas.


Tidak mungkin kan Eli dengan tidak tahu diri nya tetap memilih untuk tinggal di rumah megah itu,sementara si


pemilik rumah sendiri malah tidak ada di tempat.

__ADS_1


Rasa nya sudah di beri hati malah minta jantung..tidak tau terima kasih.


__ADS_2