My Sexiest Sugar Daddy

My Sexiest Sugar Daddy
Ep_40..Waktu Berdua


__ADS_3

Sebulan sejak penusukan itu terjadi dan kini Eli sudah baru benar-benar dinyatakan sadar dan juga telah


melewati masa kritis nya,sementara itu selama ini Mr Rieve juga berada di rumah sakit untuk menjaga Eli dan dia juga tidak pernah meninggalkan nya barang sedikit pun.


Seluruh pekerjaan dikantor nya sudah dia serahkan pada asisten nya yang bisa dia percaya juga


termasuk soal penyakit psikis Mr Rieve yang biasa nya tampak begitu rapi kini dia sudah tidak lagi memikirkan dirinya sendiri.


Dia hanya bisa terus berharap agar Eli segera sadar dan bisa melewati


masa kritis nya,tepat di hari kedua pasca penusukan itu Eli bahkan sempat kehilangan denyut jantung nya dan para pihak medis harus melakukan tindakan dengan alat pacu jantung untuk bisa mengembali kan detak jantungnya.


Saat itu lah untuk pertama kali nya setelah bertahun-tahun lama nya seorang Rievener Huges tampak


meneteskan air mata nya.rasa penyesalan yang teramat begitu mendalam tertanam di hati nya, mengapa dia malah meninggalkan Eli sendirian di rumah pagi itu.


Dan jika saja saat itu Eli tidak bisa selamat,maka Mr Rieve akan mengutuk dirinya sendiri untuk seumur hidup nya karena rasa bersalah nya itu.


Eli sudah tersadar dan dalam keadaan yang lebih baik di hari ke dua puluh sembilan.denyut jantung nya juga sudah sangat normal tidak seperti hari kedua pasca insiden itu dan kini dia bahkan sudah bisa

__ADS_1


mulai bernafas tanpa bantuan oksigen yang selama ini dia gunakan karena gangguan kecemasan yang Eli alami juga sesak nafas karena tusukan dan tendangan di dada nya menyebabkan paru-paru nya lebam.


Meski gangguan kecemasan itu masih sangat melingkupi nya,itu terbukti dari beberapa malam Eli tampak masih selalu bermimpi tentang kejadian yang sama berulang-ulang.meski begitu Eli juga


tidak ingin selalu mendapatkan suntikan obat penenang lagi.


"Tolong jangan berikan aku suntikan obat penenang lagi Mr" ujarnya masih dengan suara lemah nya.


"Tapi itu akan bisa membantu mu agar kau bisa tertidur dengan pulas" kata Mr Rieve berusaha untuk meyakinkan Eli.


"Tapi aku jadi tidak bisa bangun jika terus disuntik Mr" balas Eli yang tampak sekali tak ingin mendapatkan suntikan itu lagi.


"Tenang lah hm,kau tetap akan bangun di pagi harinya" balas Mr Rieve masih meyakinkan Eli dan Eli kini masih menatap Mr Rieve dan dia juga mencoba untuk meraih tangan pria itu.


Jantung Mr Rieve kini rasa nya sudah seperti di hujam sembilu setelah mendengar pernyataan yang Eli katakan..harus nya gadis itu tidak sampai mengalami hal buruk ini setelah Eli mengenal nya,karena hampir seluruh hidup nya sudah dia lalui dalam keadaan yang tidak terlalu baik.


"Aku akan selalu ada di sini,dan aku juga tidak akan pernah sekalipun


meninggalkan mu,aku berjanji pada mu" ujar Mr Rieve sambil mengusap wajah Eli.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Whelma?" tanya Eli masih tampak begitu naif.


Bagaimana mungkin Eli masih bisa


menanyakan keadaan wanita yang hampir merenggut nyawa nya tanpa rasa bersalah itu sungguh ingin rasa nya Mr Rieve bungkam mulut Eli tapi dia sadar Eli sedang tidak baik-baik saja.


"Jangan menyebut nama wanita biadabb itu lagi" ujar Mr Rieve dengan sorot mata yang berubah menjadi kelam.


"Saat ini dia pasti sangat tersiksa" ujar Eli seakan tidak mendengarkan peringatan Mr Rieve masih dengan wajah pucat nya sambil menatap keluar jendela.


"Mantan istri mu melakukan semua ini karena gangguan kejiwaan yang dia alami jadi dia hanya mengikuti apa yang otak nya perintahkan juga dia masih ingin kembali pada mu namun kau tidak menghiraukan nya dan malah memilih ku menjadi pendamping mu..itu lah yang memicu tindakan nekat nya" lanjut Eli sambil mengusap pipi Mr Rieve dengan perlahan.


"Aku tahu itu dan semua sudah kuserah kan pada pihak yang berwajib karena jika aku yang menghukum nya maka dia tidak akan bisa merasakan udara segar lagi keesokan hari nya" ujar Mr Rieve sambil meraih tangan Eli dan mengecup nya dengan perlahan.


"Kau yang terbaik,Mr Rieve apa aku boleh bergerak sekarang singguh aku sangat bosan harus berbaring terus hm?" tanya Eli dengan lirih dan kebetulan di saat itu ada seorang perawat yang masuk ke dalam ruangan Eli untuk memeriksa kondisi nya.


"Apa dia boleh bergerak sus?" tanya Mr Rieve ingin tau keputusan suster karena suster yang lebih tau keadaan Eli.


"Kau bisa melakukan nya dengan perlahan dan juga jangan terlalu memaksakan diri,jika rasa nyeri nya tak bisa tertahan kan lagi maka kau bisa kembali berbaring dengan secara perlahan" ujar sang perawat memberikan pengertian pada Eli.

__ADS_1


"Aku mengerti sus" angguk Eli mantap masih dengan wajah pucat nya.


"Apa kau ingin bergerak sekarang nona?" tapi sang perawat saat mengontrol keadaan Eli.


__ADS_2