
Kali ini Mr Rieve tampak lebih santai dengan kemeja biru dan di bagian lengan nya tergulung hingga ke siku dan juga celana jeans..semakin membuat ketampanan nya meningkat.
"Kau pakai saja laptop ini untuk
membuat ringkasan,ah iya dan kau juga boleh membawa nya pulang untuk mengerjakan sebagian tugas kuliah mu" ujar nya sambil menatap dalam mata Eli dan membuat Eli menelan ludah nya dengan susah payah.
Astaga benar kah yang dia dengar,dosen tampan nya itu memfasilitasi Eli dengan laptop super canggih yang berharga ribuan
dollar ini,oh tuhan apa yang sedang dilakukan pria ini sebenar nya..ada maksud apa hingga dia sangat baik terhadap nya.. Eli jadi was-was tapi juga tersanjung dan terkesan dengan kebaikan Mr Rieve pada nya.
"Dan ini ada smartphone untuk mu,aku hanya ingin memastikan saja update pekerjaan dari orang-orang yang bekerja untuk ku secara cepat, jadi kau akan sangat butuh alat komunikasi yang mempunyai kemampuan yang cukup untuk mensupport nya" ujar nya lagi sambil menyodorkan sebuah ponsel yang masih dalam kotaknya namun sudah terbuka segel nya.
"Aku juga sudah memasukan nomor telepon ku di sana" imbuh nya sambil menatap ke arah Eli tapi tatapan nya itu bisa membuat Eli membeku seketika..dia terharu.
"Ta.. tapi Mr__" Eli bahkan tak sanggup untuk sekedar menyelesaikan kalimat nya saking terkejut nya.
"Ingat Eli kau itu bekerja untuk ku sekarang dan kau juga terikat
komitment untuk datang kemari setiap sabtu setelah shiftmu berakhir di cafe kopi itu,dan setelah nya kau harus kembali datang untuk membuat ringkasan bab dari buku yang kuberikan padamu jadi kau juga harus memakai fasilitas yang kuberikan untuk menunjang pekerjaan mu nanti nya dan satu lagi,kau juga harus mengangkat telepon ku setiap saat aku menghubungi mu termasuk dengan pesan singkat juga" jelas nya semakin membuat Eli membeku dan terharu pasti nya.
Eli tak menyangka bahwa dosen tampan nya itu sangat baik terhadap nya,dia benar-benar ingin menangis tapi dia tahan agar tak mempermalukan diri nya di depan dosen nya itu.
"Apa ini tidak berlebihan Mr?" tanya Eli yang merasa semua yang Mr Rieve berikan terlalu berlebihan untuk nya dan dia juga merasa tidak nyaman.
"Apa kau lupa bahwa aku adalah seorang pebisnis Eli,aku tahu apa yang harus ku lakukan dan apa yang harus aku keluarkan,juga aku tahu bahwa di setiap resources yang ku keluarkan,aku akan mendapatkan profit dan benefit yang ku inginkan..Kau akan mendapatkan limapuluh dollar di setiap jam nya,dan untuk berapa jam kau bekerja itu tergantung dengan kebutuhan ku.. semua akan
dimasukan ke dalam account virtual banking yang terinstal di ponsel baru mu, jadi kau juga bisa memakai nya untuk belanja memenuhi kebutuhan mu" imbuh nya lagi dengan santai dan membuat Eli tak mampu berkata-kata lagi.
Eli benar-benar merasa bahwa Mr Rieve itu sangat royal terhadap pekerja nya,meski dia hanya pekerja paruh waktu nya tapi dia bahkan sudah mendapatkan fasilitas yang sangat lebih dari cukup..jika di tempat lain Eli hanya akan di fasilitasi dengan laptop kantor.
"Oh ya Eli,aku dengar semua mahasiswa bisa keluar dari asrama saat weekend..apakah benar?" tanya nya dengan bermaksud untuk mencairkan suasana setelah obrolan yang membuat otak Eli sedikit panas bahkan mata nya pun sudah mengembun.
__ADS_1
"Iya benar Mr,mereka akan kembali ke rumah orangtua nya untuk menghabiskan weekend bersama" jawab Eli setelah berhasil menguasai diri dari suasana haru tadi.
"How about you?" tanya nya sambil menautkan alis mata menatap lekat Eli.
"Aku..emm..aku akan tetap di
asrama Mr" jawab Eli sedikit menunduk.
"Apa kau tidak bepergian?" tanya nya seperti penasaran.
"Aku tidak punya tujuan Mr,dan teman pun belum terlalu banyak Kareena paling mereka hanya mengajak ku ke tempat yang tidak ingin aku kunjungi" jawab Eli jujur.
"Kalau begitu menginap lah di sini dan selesaikan tugasmu kalau begitu..aku akan meminta
orang untuk menyiapkan kamarmu saat kau menginap di sini" ujar nya mantap seakan menemukan celah.
"Aku,menginap di sini Mr?" tanya Eli sedikit terkejut namun sedikit ragu.
Eli pun mendongak menatap tangan dosen itu,kemudian Eli juga berpaling menatap ke arah
wajah si dosen tampan nya itu.. tepat saat Eli menatap ke arah matanya, Eli menemukan diri nya yang seolah baru saja
jatuh kedalam lautan yang menenangkan hingga Eli tidak lagi bisa menemukan alasan untuk menolak tawaran nya.
"Deal" jawab Eli lalu membalas uluran tangan si dosen tampan itu.
"Ok, kalau begitu kau bisa mulai bekerja" ujar nya lalu meninggalkan Eli sendiri di ruangan itu
dengan semua pelalatan baru yang Eli miliki.
#
__ADS_1
Entah sudah berapa jam yang Eli habiskan untuk mengerjakan pekerjaan baru nya itu,mungkin sudah lebih dari enam jam dia mengerjakan pekerjaan nya itu karena saat ini rupa nya waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam dan Eli juga sudah menyelesaikan lima bab dari enam
puluh bab yang ada.
Buku itu sangat tebal
hingga untuk mengangkat nya saja Eli harus mengerahkan seluruh
kemampuan nya,dia juga tidak lah merasa lapar karena di setiap dua
jam sekali pelayan datang untuk memberi nya makanan,snack, minuman dan semua yang dia butuhkan.
Eli bahkan sudah tahu dimana letak
toilet nya,dia bertanya pada pelayan yang datang karena jika dia ingin buang air dia kebingungan.. jadi meski pun pria itu tidak ada di
sekitar nya, Eli tidak lah terlalu kebingungan sama sekali.
Drrttt....
Drrttt....
Tiba-tiba ponsel baru nya itu bergetar dengan bertuliskan nama Rievener memanggil.,tanpa menunggu lama Eli segera menerima panggilan nya meski tangan nya jadi gemetar..saking gugup nya.
"Eli,kau sudah menyelesaikan berapa bab?" tanya nya dengan suara lembut dan membuat Eli terhanyut.
"Em,baru lima bab Mr" jawab nya dengan nada yang berusaha dia normal kan agar tak ketahuan bahwa dia sedang gugup.
"Baiklah,ingat jangan terlalu memaksakan diri,nanti pelayan
akan datang untuk menunjukkan dimana kamar mu..kau bisa membawa semua nya ke kamar mu nanti dan beristirahat lah" pesan Mr Rieve membuat Eli benar-benar terkesima.
__ADS_1
"Baik Mr, terimakasih" jawab nya dengan gemetaran.