
Setelah waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam, Eli tampak masih saja mengerjakan pekerjaan nya di perpustakaan rumah Mr Rieve
padahal tadi saat pukul sepuluh malam Mr Rieve sudah bertanya pada Eli melalui pesan singkat untuk beristirahat saja dan mengatakan untuk segera tidur karena hari sudah semakin larut.
Eli hanya membalas mengiyakan perintah dari Mr Rieve karena dia benar-benar tidak ingin Mr Rieve membayar nya jioa dia sedang
tidur,jadi Eli telah bertekad untuk segera menyelesaikan semuanya hari ini juga,lebih tepat nya malam ini juga kalau pun perlu sampai pagi juga tidak apa-apa.
Jadi jika dia ingin membayar Eli sekalian daja duapuluh empat jam,maka Eli benar-benar akan menerima nya karena memang dia benar-benar bekerja.
Baru saja dia menyelesaikan dua puluh bab,meski di setiap babnya dia meringkas nya dengan cukup pendek ya hanya sekitar lima belas
sampai dua puluh lembar saja tapi ini benar-benar menyiksa nya karena dia pun tidak akan menyelesaikan semuanya dalam semalam jika dia memang harus memikirkan kualitas dari ringkasan yang dia buat agar tidak mengecewakan.
Eli jelas saja tidak bisa untuk mengabaikan isi dari ringkasan yang dia buat jika mengingat Mr Rieve pernah mengatakan bahwa dia juga akan mengkoreksi hasil ringkasan nya dan Eli benar-benar melihatnya dengan mata kepala nya sendiri.
Saat sedang fokus Eli di buat terlonjak saat mendengar handle pintu di tarik dari luar dan pintu pun terbuka..mata nya langsung terarah ke pintu dengan jantung yang sudah berdebar-debar dan Eli pun tidak sanggup hanya untuk sekedar berkedip.
Siapa yang berkemungkinan datang ke perpustakaan di jam yang sudah menunjukkan tengah malam seperti ini.
"Mr Rieve?" tampak Eli bisa bernafas dengan lega saat dia melihat Mr Rieve masuk ke dalam perpustakaan dengan sudah mengenakan piyama tidurnya.
"Kenapa masih bekerja Eli?" tanya Mr Rieve saat memasuki perpustakaan dan Eli masih terdiam berusaha menetralkan detak jantung nya yang masih seperti sehabis marathon.
"Eli,hey..jangan melamun dan cepat kemasi barangmu lalu pergi tidur" kalimat seperti itu saja sudah membuat Eli terkesiap.
Eli masih diam karena saat ini dia sedang melamunkan hal yang tidak seharusnya dia hayalkan..itu semua hanya bisa terjadi didalam kepala nya dan juga sebatas angan nya.. Mr Rieve tampak berdiri di ambang pintu perpustakaan dan tengah melihat ke arah Eli.
Rupa nya Mr Rieve memang benar-benar berbalik dan
meninggalkan nya seorang diri,tapi Eli tetap akan duduk di tempat nya..semua bayangan yang ada di otak nya saat dia memeluk pinggang nya hingga mencium nya rupa nya hanya sebatas angan nya saja dan
hanya bisa terjadi di kepala nya yang busuk ini.
"Baik Mr" Eli pun kini tampak sudah mematikan laptop milik nya dan
membiarkan nya untuk tetap berada di atas meja itu,sementara dia juga memasukkan ponsel nya kedalam kantong pakaian tidur nya dan mulai
__ADS_1
berjalan keluar..rupa nya Mr Rieve juga tengah menunggu nya untuk segera keluar dari ruangan itu dan setelah nya dia mulai menutup
pintunya tentu setelah dia keluar.
"Mr Rieve" Eli memanggil dosen nya itu dengan pelan lalu berbalik dan
menatapnya.
"Kenapa?" kini dia bahkan sudah menyadari bahwa jarak mereka rupa nya kurang lebih hanya sekitar
dua meter.
Tangan Mr Rieve dia masukkan kedalam saku celana nya dan El sungguh terpesona oleh ketampanan nya,kenapa pria ini begitu dan sempurna sih dan kenapa juga malah tuhan begitu kejam dengan menciptakan makhluk
sesempurna dosen di hadapan nya ini sementara Eli sendiri.
Ck andai saja Eli punya kesempatan dan juga punya keberanian hanya untuk sekedar menyentuh nya meski hanya seujung kuku saja..Eli kesusahan untuk menelan ludah nya dia juga tengah mempertimbangkan
sesaat mengenai apa yang ingin dia katakana.
Thanks sesaat kemudian Eli pun memberanikan diri untuk mengatakan nya begitu saja meski hanya ucapan selamat malam singkat.
"Too" dan Mr Rieve pun mengangguk kan kepala nya.
Dan Eli hanya bisa berpasrah karena tidak sesuai dengan ekspektasi hayalkan nya,reaksi yang Mr Rieve berikan hanya seperti itu dan tidak seperti yang terjadi di pikiran nya juga..Eli hanya bisa
berharap semoga saja Mr Rieve akan berjalan dengan cepat ke arah nya.
Eli berharap Mr Rieve akan menyambar nya bak seperti seekor kelinci lucu yang bermain-main di halaman dan kemudian dia
menarik Eli ke dalam pelukan nya seperti yang ada dalam banyak adegan di film romantic yang sering
dia tonton secara diam-diam disaat dia tengah menunggu shift nya berakhir di kedai jika tak terlalu
ramai.
"Sleep well" ujar nya singkat s berlalu meninggalkan Eli yang masih mematung di depan pintu perpustakaan.
__ADS_1
"Hm" balas nya dengan suara lirih dan ini benar-benar sangat menyakitkan ketika apa yang dia harapkan untuk terjadi malah tidak pernah terjadi.
Eli lebih memilih pergi ke kamar nya, kamar yang disediakan untuk nya
saat dia sedang berada di rumah ini.
*
Pagi nya Eli masuk ke dalam kelas dan baru menyadari bahwa kelas sedang ramai membahas ringkasan yang telah dikirim si dosen untuk mereka dan itu memang benar-benar tulisan nya yang sudah ada beberapa perbaikan di bagian tertentu nya..Eli merasa bahwa Mr Rieve memang benar-benar serius memakai tulisan nya untuk
dibagikan sebagai bahan mengajar para mahasiswa nya.
Eli duduk dibangku nya dengan tidak sabar sembari menunggu Mr Rieve datang ke kelas dan mengajar mereka sepeti biasa.. sebenarnya
tidak biasa juga sih karena ini adalah minggu ketiga nya Eli kuliah
dan mereka juga baru bertemu dengan Mr Rieve sekali di awal mereka kuliah.
Minggu kemarin Mr Rieve tidak
datang dan hanya memberikan mereka tugas yang harus mereka selesaikan secara online.
"Oh may got, he's so sweet right" Giena rupa nya benar-benar terkesima ketika dia membaca bahan pengajaran dari Mr Rieve yang dikirim melalui email pada
seluruh mahasiswa nya.
"Sudah kubilang bukan bahwa dosen
ini memang lain dari yang lain..oh dia sangat manis kau tau Eli" tambah nya lagi sementara hanya bisa tersenyum menanggapi Giena.
"Kau menerima emailnya?" tanya Giena lagi pada Eli.
"Yup sama seperti yang kalian terima juga" ujar Eli singkat tak mau banyak berkomentar.
"Kali ini dia benar-benar berbaik hati bukan setelah dia menyiksa kita dengan tugas berat minggu
kemarin" ujar Giena dan itu malah membuat Eli tersenyum dalam hati.
__ADS_1
Memang benar bahwa tugas online yang Mr Rieve berikan pada mereka bisa di bilang sih sangat berat dan banyak karena seluruh siswa di haruskan untuk membaca buku yang Eli ringkas dan juga harus merangkum untuk dua bab pertama nya.