
"Bersulangggg" suara teriakan semua orang yang ada di satu meja yang tak jauh dari meja bar sambil mengangkat gelas mereka masing-masing menggema dan menimbulkan dentingan gelas kaca yang beradu satu sama lain.
Tampak Eli juga mulai meneguk habis bir nya dari dalam gelas dan juga tampak si Ramon yang mulai mengisi nya lagi dan lagi,juga teman-teman yang lain nya sudah turun ke lantai dansa..Eli yang memang tak kuat dengan alkohol hanya bisa dudukan dengan setengah mabuk bersandar di sandaran sofa di sana.
Oh god ini benar-benar salah..bahkan Eli tak pernah sekalipun meminum alcohol dan ini adalah pertama kali nya bagi dia dan rupa nya minuman itu sudah membuat kepala nya sangat berat meski baru 2 gelas.
Saat kesadaran Eli semakin menurun tampak ponsel nya tiba-tiba bergetar,tampak nama sang dosen di layar nya yaitu Mr Rieve.. Eli hanya bisa menatap ponsel nya dengan pandangan yang
semakin kabur..mungkin Eli sudah terlalu mabuk meski baru meminum beberapa teguk saja saat Ramon meraih ponsel milik nya dan menjawab telepon dari Mr Rieve.
Setelah nya Eli tidak tahu dengan jelas apa yang terjadi setelah itu karena kepala nya begitu terasa semakin berat dan tak lagi mampu untuk sekedar membuka mata nya.
#
Pagi nya Eli tampak mulai terbangun tentu masih dengan kepala nya yang sangat berat,oh ya tuhan Eli benar-benar tidak pernah mabuk sebelum nya.. Eli mulai beringsut dari tempat nya terbaring sambil masih memegangi kepala nya
dan mulai merasakan keanehan.
Mungkin kah dia sedang berhalusinasi,biasa nya kan saat seseorang tengah mabuk
karena alcohol mereka akan berhalusinasi.. Eli berusaha menebarkan pandangan nya ke sekeliling ruangan dimana dia berada dan dia sangat yakin bahwa uni jelas bukan kamar di asrama nya atau pun kamar milik Vea.
Kenapa rasa nya ini tempat asing tapi tunggu dulu,oh may got tidak mungkin bukan..astaga Eli seperti pernah melihat nya,wait.. Eli berusaha untuk memutar tubuh nya guna untuk melihat sisi lain
__ADS_1
ruangan dimana dia berada dan mata nya kini membulat bahkan mungkin hampir lepas dari tempat nya..saat Eli melihat seseorang tengah duduk sambil menatap ke arah nya di barengi dengan wajah nya yang tampak marah.
Eli du buat kesulitan untuk menelan ludah nya sendiri,dia mulai menjernihkan tatapan nya dan dia pun mulai menatap ke arah sosok itu lagi,tampak sosok pria itu mulai
bangkit dari tempatnya duduk dan berjalan semakin mendekat untuk
menghampiri Eli.
"Minum" katanya dengan nada suara dingin sambil menyodorkan segelas
air mineral dan juga sebutir
aspirin.
Eli pun langsung meraihnya dan kemudian meminum nya,otak dan jantung nya kini benar-benar sedang kacau saat ini..dia deg-degan melihat wajah pria tampak nan matang yang dia sukai begitulah datar dan dong n menatap tajam ke arah nya penuh amarah tertahan.
suatu tempat tanpa mereka sadari.
Entah apa yang mungkin sudah terjadi pada Eli semalam..sungguh jika waktu bisa di putra dia ingin memilih tidak ikut ke club' untuk merayakan ulang tahun Ramon.
"Kau mabuk bersama teman-teman mu" ujar nya dengan nada kesal dan juga dengan wajah nya nya yang benar-benar terlihat sangat marah.
"Oh,maaf Mr tapi itu memang kehidupan pribadiku jadi wajar jika aku bersenang-senang sedikit dengan teman-teman ku" balas Eli dan kini dia mulai mencoba untuk turun dari tempat tidur tapi sayang
__ADS_1
rasanya semua mulai berputar seketika,dan malah membuat nya terhuyung hampir terjatuh ke lantai.
"Diam dan berbaring lah" ujar Mr Rieve yang masih bisa membantu Eli untuk kembali berbaring di atas ranjang.
"Sorry Mr,sebenarnya aku tidak pernah mabuk sebelumnya jadi sekali nya mabuk seperti ini" kata Eli masih sambil terus memegangi kepala nya yang masih terasa sangat berat.
"Lalu kenapa kau nekat minum?" ujar nya datar dan kini dia sudah duduk di sisi ranjang.
Benar-benar pertanyaan yang Mr Rieve lontarkan pada nya dengan bernada interogasi dan Eli hanya bisa diam sambil menerima kemarahan nya itu.
"Kami merayakan ulang tahun salah satu teman kami yang bernama Ramon Mr,dan aku diajak jadi aku ikut" jawab Eli jujur karena Memnag kenyataan nya begitu.
"Dan kau bahkan tidak tau batasan mu?" kali ini nada bucara Mr Rieve benar-benar terdengar begitu sangat kesal pada nya.
"Maaf Mr tapi Ramon terus menuang bir ke dalam gelas ku dan aku tidak enak jika menolak nya karena dia yang berulang tahun" jelas Eli dengan wajah tertunduk takut dengan wajah Mr Rieve yang benar-benar sangat seram.
"Apa kau bisa bayangkan jika aku tidak datang tepat waktu untuk menjemput mu apa yang bisa dia
lakukan padamu tanpa kau sadari hah?" entak nya dan untuk kali ini Mr Rieve benar-benar terdengar sangat marah tidak seperti biasa nya.
Mr Rieve juga bahkan berdiri sambik melipat tangan nya didada seolah dia tak sudi untuk melihat Eli lagi..meski saat ini Eli juga masih merasa pusing,tapi Eli juga masih bisa mencerna maksud kalimat Mr Rieve.
Dia marah karena mungkin saja Ramon akan menyeret nya ke apartment nya dan meniduri Eli begitu saja sementara Eli sendiri tidak sadarkan diri,tapi jika itu memang terjadi lalu kenapa dia terdengar sangat marah.. sungguh Eli tidak tau dengan mood Mr Rieve.
__ADS_1
"Tapi maaf Mr,kenapa anda terdengar sangat marah?" tanya Eli kemudian.
Ya karena Eli tentu harus tahu mengenai alasan mengapa dia sangat marah pada Eli sekarang ini.