
Memang benar bahwa tugas online yang Mr Rieve berikan pada mereka bisa di bilang sih sangat berat dan banyak karena seluruh siswa di haruskan untuk membaca buku yang Eli ringkas dan juga harus merangkum untuk dua bab pertama nya.
Tapi saat tugas itu diberikan
pada mereka untuk di kerjakan, Eli bahkan sudah menyelesaikan lima
bab jadi itu bukan masalah besar bagi Eli.
"Morning guys" suara yang selalu membuat Eli terpukau bahkan amat kacau pun kini mulai terdengar begitu si pemilik suara mulai memasuki ruangan.
Kali ini Mr Rieve datang dengan mengenakan setelan berwarna biru tua dan juga dasi yang serupa yang sudah terikat rapi di kerah kemeja putih Mr Rieve.
Bahkan hanya mengenakan pakaian simple seperti itu saja dia sudah terlihat sangat elegan meski dalam balutan busana formal seperti itu..
bahkan rambut nya dia tata dengan sedemikian rupa dan kini Eli bagai mereka bahwa Eli tidak pernah melihat fashion stylist di rumah nya itu tapi entah kenapa dia selalu saja terlihat sangat fashionable si setiap saat nya.
"Morning too Mr" jawab seluruh mahasiswa di kelas serempak menyambut kedatangan Mr Rieve dosen mereka.
"Ok,kurasa kalian sudah menerima rangkuman yang ku kirimkan pada email kalian bukan hingga sampai bab lima dan sementara itu kalian baru selesai mengumpulkan tugas hingga bab dua..ok jadi begini guys, aku hanya ingin kalian memakai sistem seperti itu untuk mempelajari sesuatu,jangan hanya karena seseorang menuntut mu untuk sampai ke batas minimal yang kau mampu,tetapi kalian
harus mencapai batas maksimal yang kalian bisa" ujar Mr Rieve tegas dan lugas dalam penyampaian nya.
Tampak tidak ada basa-basi sama sekali dan dia langsung saja membahas tentang materi perkuliahan kemarin.
Meski tatapan mata Eli dan Mr Rieve tak sengaja bertemu itu juga terasa sangat wajar seperti biasa dan seolah Eli dan dia tidak pernah tidur dalam satu atap setiap
weekend,juga seolah dia tidak pernah mencium bibir Eli,dan bahkan seolah Eli tidak pernah
memimpikan nya dalam setiap tidur
__ADS_1
malam nya.
Eli hanya mencatat hal-hal penting yang dia katakan di atas buku catatan Eli,dan mencatat satu hal penting dalam kepala nya dan harus dia tekankan pada diri nya dan juga otak nya.
"Ingat baik-baik Eli, kau adalah mahasiswi yang hanya tersihir dan jatuh hati pada dosen mu yang
mungkin hanya menganggap mu sekedar gadis ingusan..Itu
saja dan jangan berharap lebih" batin Eli mengingatkan pada diri nya agar tak terlalu jatuh dalam pesona mematikan Mr Rieve.
Eli sudah menyelesaikan separuh bab lebih dan akan mencicil nya lagi di setiap malam tanpa harus kerumah nya dulu,dan saat
akhir pekan tiba nanti Eli akam selesai hingga bab ke enam puluh..dan setelah itu Eli juga bertekad akan mengembalikan semua yang dia pinjamkan dan segera kembali ke kehidupan normal nya.
Mungkin itu yang lebih baik karena jika terus seperti ini hanya akan membuat Eli tersiksa lahir dan batin nya,bayangkan saja Eli menyukai apa yang tidak mungkin bisa dia raih karena itu sangat mustahil jika pun di paksakan hanya akan berujung pilu.
Akhirnya perkuliahan yang memakan waktu dua jam itu pun berakhir dan saat Eli
Tapi untuk hari ini,kuliah di hari enin nya malah menjadi tidak menarik karena ditutup dengan Jevma yang mengejar Mr Rieve hingga ke pintu dan menanyakan sesuatu yang
entah apa itu karena Eli sendiri tidak tau,tapi seperti nya dari cara tubuh Jevma yang selalu ingin mendekat ke arah Mr Rieve dia sangat tidak suka,hati nya benar-benar panas..bahkan terkesan sagat manja dia rasa.
Lihat lah wanita gatel itu bahkan dia terkikik dan Mr Rieve pun membalas
tersenyum melihat tingkah gadis itu,
sementara Eli,rasanya tenggorokan nya seperti sedang terbakar melihat semua kejadian itu di depan mata nya..sungguh sangat sakit Eli melihat pemandangan itu.
#
__ADS_1
"Hai Eli" Vea menyapaku dan tersenyum saat mereka bertemu di tempat kerja mereka di cafe paman Bill.
"Hai Ve" Eli hanya membalas sapaan nya tapi tak membalas senyuman nya lalu membiarkan Vea duduk di depan nya.
"Ada apa?" tanya nya penasaran dan kini Eli merasa bahwa diri nya sudah mulai gila laku dia pun memberanikan diri untuk menatap Vea dan sata Eli menatap Vea mata nya malah mulai berkaca-kaca.
"Hei Eli, what's wrong..tell me something please..hm?" tanya nya sambil menarik Eli menuju ke belakang agar tak di lihat banyak orang.
Shift mereka belum di mulai dan kini mereka hanya sedang bersiap untuk berganti sifat dengan yang sudah selesai.
"I don't know Ve,I think I'm crazy" ujar Eli dengan wajah yang tak sedap dan pandang karena sangat murung.
"Katakan,apa kau sedang kesulitan untuk membayar biaya kuliah mu..jangan sungkan Eli" tanya Vea sudah berkelana entah kemana kemungkinan yang tepat yang mampu membuat Eli menjadi seburuk ini.
"No..Ve" Eli pun menggeleng lemah masih dengan wajah nya yang kusut kacau.
"So,tell me..apa yang membuatmu gila?" ujar Vea yang kini semakin mendesak tapi Eli jelas tidak bisa
mengatakan apa yang tengah dia rasakan.
Eli merasa dia sudah terlalu banyak menyimpan rahasia dari Vea dan Eli juga tidak akan menyerah untuk sekarang,karena rasanya akan sangat janggal jika dia mengatakan semuanya pada Vea..jika Vea tau mungkin dia akan berpikir bahwa Eli telah menjual diri pada Mr Rieve dan itu malah akan sangat buruk bagi Mr Rieve jika kabar ini sampai menyebar karena kecerobohan nya.
"Entah lah Ve,mungkin aku hanya masih harus membiasakan diri untuk kuliah sambil menjalani pekerjaan ku ini" kata Eli berusaha
mengalihkan perhatian Vea agar tidak membahas mengenai diri nya yang tampak murung.
"Hey I know who you are Eli,you can do it because you are strong girl..I trust you" ujar Vea berusaha untuk menyemangati Eli dan kini mereka pun kembali ke depan untuk bersiap berganti sift dengan karyawan lain nya.
Eli pun pada akhirnya harus kembali menelan kenyataan pahit nya ini
__ADS_1
untuk diri nya sendiri dan akan dia simpan sampai dia tak lagi mengingat nya.