
"S.. sebenar nya emm..aku ingin mengembalikan semua ini pada mu Mr" ujar Eli terbata sembari mengeluarkan laptop, ponsel dan juga buku tabungan atas nama nya yang dimana seluruh isi nya adalah
uang pemberian dari pria di depan nya ini sebagai bayaran pekerja nya konon.
Awalnya memang Eli berusaha untuk meyakinkan diri nya sendiri agar dia bisa dan berani untuk sekedar menatap mata Mr Rieve dan menunjuk kan pada Mr Rieve bahwa betapa serius nya Eli soal apa yang akan Eli lakukan ini,tapi kemudian dia lihat alis Mr Rieve yang bertaut semakin dalam dan dia malah jadi ragu.
"Give me the reason?" Eli melihat bahwa Mr Rieve sama sekali tidak terkejut dengan yang Eli lakukan itu, bahkan dia terkesan sangat santai dalam menghadapi Eli yang malah menjadi gugup setengah mati.
Eli tampak memejam kan mata nya sekilas lalu dengan perlahan dia tarik nafas nya dalam untuk berusaha mengumpulkan oksigen
dan juga keberanian sebelum pada akhirnya Eli mengungkapkan alasan nya.
"Aku sama sekali tidak menemukan alasan pasti mengapa anda mempekerjakan ku Mr" jawab Eli swmakiny tak terarah.
"Really?" tampak Mr Rieve malah memiringkan wajah nya berusaha untuk mencerna kalimat yang Eli lontarkan.
Sedangkan Eli sendiri yang mengatakan nya justru juga tidak
yakin dengan apa yang dia katakan barusan,apalagi dengan Mr Rieve yang mendengar nya.
"Mr,anda memberikan semua ini padaku hanya karena anda iry mengasihani ku bukan?" tanya Eli tak terkendali lagi terbesit berbagai pikiran di otak nya.
"Apa kau berpikir begitu?" lihat lah kini dia malah membalikan situasinya dengan mengajukan pertanyaan baru.
__ADS_1
"Aku tau Mr bahwa anda hanya menganggap aku mahasiswi yang paling menyedihkan di kampus jadi anda membawa ku ke sini dwngan tujuan untuk memberiku sebuah
pekerjaan yang sebenarnya tidak anda butuhkan sama sekali hanya demi memberiku gaji agar aku bisa tetap memenuhi kebutuhan ku..anda malah juga meminjamkan laptop dan ponsel ini karena anda tahu bahwa aku terlalu miskin untuk bisa membelinya dengan uangku sendiri bukan?" kini Eli semakin mengoceh tak tentu arah tapi justru Eli kini merasa sangat lega karena semua mengganjal di kepala nya yang sudah seperti sampah ini akhrinya bisa dia keluarkan.
"Apa kau merasa seperti itu?" dan dia lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan dari Eli justru malah membalik pertanyaan nya pada Eli sendiri.
"Benar" hanya itu jawaban satu-satunya yang bisa Eli berikan
hanya mengakui nya.
"Tapi maaf Eli,aku harus mengatakan pada mu bahwa apa yang kau pikirkan itu tidak lah benar sama sekali..kau tau aku bahkan akan memakai hasil ringkasan mu itu sebagai bahan untuk ku mengajar yang mana nanti nya akan kubagikan pada semua mahasiswa setelah aku mereview nya" ujar nya dengan tenang sambil bangkit berdiri dan berjalan menuju ke arah laci kecil di sisi tempat tidurnya dan mengambil sesuatu di sana.
"Lihat lah aku bahkan sedang memeriksa nya,dan aku juga
besok pagi bisa kubagikan pada kalian semua melalui email" lanjut nya sambil menunjukan hasil print out pekerjaan Eli yang Eli kirim melalui email padanya minggu lalu.
"Untuk masalah laptop,itu hanya salah satu caraku dalam mempermudah semuanya karena jika kau meringkas nya dengan kertas,aku akan kesulitan untuk mengirimkan hasil tulisan
tanganmu itu pada semua mahasiswa, jadi mungkin bentuk file akan lebih mudah dan untuk soal
ponsel,aku benar-benar murni membutuhkan nya sebagai alat komunikasi,bukan alat untuk
menyalurkan rasa belas kasihan ku pada mahasiswiku" ujarnya lagi masih dengan senyum ringkas nya.
__ADS_1
Aishh sial,dia benar-benar
mematahkan semua pikiran kotor Eli dan sekarang Eli menyadari betapa piciknya pikiran nya ini..sungguh dia sangat malu dan tidak enak hati pada dosen nya itu.
"Ada lagi yang ingin kau katakan Eli?" tanya nya dan Eli hanya mampu tertunduk dengan perasaan malu.
"Maaf Mr,tidak seharus nya aku mengatakan semua hal bodoh tadi..sungguh aku minta maaf" sesal Eli dengan wajah menunduk tak mampu menatap dosen tampan nya itu.
"Tidak apa-apa Eli,aku memahaminya" ujar nya dengan
senyuman yang bisa Eli lihat dari balik bulu mata nya.
"Emm,kalau begitu aku permisi dulu Mr aku akan kembali ke perpustakaan untuk melanjutkan membuat ringkasan nya" kini yang Eli pikirkan hanya dia harus segera melarikan diri dari ruangan itu dan itu yang dia pikirkan saat ini.
"Oke, kembalilah" jawab nya dengan nada biasa dan kini Eli berusaha untuk berjalan dengan sedikit cepat agar bisa keluar dari kamar itu
dan kembali ke perpustakaan dengan rasa malu yang menggantung di leher nya.
Sungguh sangat malu dan juga terasa sangat berat hingga dia tak berani hanya untuk sekedar mengangkat wajah nya apalagi untuk menatap nya.
Dan untuk soal ciuman itu pasti hanya karena dia sedang kesepian saat malam sudah semakin larut, dan juga lagipula dia tidak mungkin benar-benar memandang Eli sebagai seorang wanita.
Eli bahkan merasa tidak layak hanya untuk sekedar membayangkan bahwa dia menginginkan nya dan mungkin Mr Rieve hanya sedang iseng saja saat itu..ya mungkin itu yang harus Eli tanamkan dalam-dalam didalam isi kepala nya yang kian rusak ini.. Mr sudah dewasa dan dia pasti memiliki ggairrah apalagi melihat wanita mendatangi kamar nya di tengah malam..bodoh kau Eli.
__ADS_1