My Sexiest Sugar Daddy

My Sexiest Sugar Daddy
Ep_14..Perang Batin


__ADS_3

Keesokan harinya Eli kembali bekerja..dia bertekad bahwa hari ini


Eli harus lebih hati-hati jika dia tidak


ingin kehilangan pekerjaan nya di cafe milik paman Bill..lagipula kuliah nya di awal smester tidak cukup menyita perhatian nya juga,semua berjalan mulus kembali kecuali satu hal yaitu soal dosen handsome nya itu..dia benar-benar telah membuat Eli hampir gila karena memikirkan nya setiap saat.


Bersyukur saja hari ini semua berjalan baik,para pelanggan pun puas dan di sepanjang hari ini paman Bill tersenyum sumringah.. Eli bahkan juga mendapatkan tip tambahan yang lumayan,setidak nya cukup untuk membeli makan malam untuk diri nya dan juga Vea.


Rupa nya Vea sudah menunggu diri nya saat dia baru saja selesai


dengan shift nya..mereka kini berjalan menuju asrama yang Eli tinggali sambil menikmati burger yang mereka beli dalam perjalanan.


"Thank you bestie sudah mentraktirku" ujar Vea dan Eli pun tersenyum manis pada Vea.


"Hari ini aku mendapatkan


tip yang cukup lumayan" jawab nya sambil tersenyum manis.


"Kau mau melakukan apa hari ini?" tanya Vea sambil menggigit burger yang ada di tangan nya.


"Entahlah Ve..kau sendiri?" Eli mengedikkan bahu nya dan balik bertanya pada Vea.


Vea memutar matanya sejenak berpikir lalu menjawab.


"Darran akan


menjemput ku nanti dan mungkin kami akan hangout bersama malam ini..apa kau mau ikut El?" jawab Vea mengutarakan rencana nya untuk nanti malam bersama Darran.


Eli menggelengkan kepala nya, hangout ke club bukanlah sesuatu yang baik untuk gadis polos seperti nya, Eli bahkan sama sekali tidak bisa untuk sekedar menikmati suara dentuman musik yang amat keras dan juga bau alcohol yang menyengat, jadi mungkin dia akan


melakukan hal lain nya saja selain datang ke tempat seperti itu.


Tapi kemana, Eli berpikir sejenak untuk menentukan kemana dia akan pergi..setelah Eli berpikir sejenak, tiba-tiba terlintas dibenak nya untuk kembali ke rumah Mr Rieve tentu untuk mengembalikan semua


pemberian nya yang tidak masuk akal itu.


"Tidak terimakasih Ve, seperti nya aku akan datang ke rumah nya saja untuk mengembalikan semua barang-barang pemberian nya" tolak Eli karena dia akan mendatangi rumah Mr Rieve untuk mengembalikan semua pemberian nya.


Mendengar hal itu sontak saja Vea yang saat itu sedang memakan burger seperti tersedak yang hampir dia telan di dalam

__ADS_1


mulutnya lalu berkata.


"Apa kau yakin El?" tanya nya dengan nada tidak percaya dan Eli menghela nafas dalam.


"Entahlah Ve,aku


hanya merasa tidak bisa menerima semua ini jika hanya sebagai bentuk belas kasihan nya terhadap ku,aku akui memang membutuhkan semua


fasilitas itu,tapi aku juga tidak bisa menerima sesuatu yang tidak seharusnya pantas kuterima tanpa alasan yang pasti" Eli tampak berusaha menjelaskan apa


yang sedang Eli pikirkan tapi Eli tau bahwa Vea cukup memahami nya.


Vea mengangguk tanda mengerti maksud dari ucapan Eli dan tepat saat di belokan terakhir blok yang menuju asrama kami,dia berkata.


"Baiklah Eli,aku percaya pada mu kau lakukan apa yang kau yakini karena hanya kau yang tahu apa yang sebenarnya terjadi,good luck ya" ujar Vea menyemangati Eli karena memang hanya Eli yang tau apa yang harus dia lakukan.


"Iya thank's ya" balas Eli mengiyakan karena memang ada bagian


yang dia sembunyikan dari Vea.


Yang dia sembunyikan adalah bagian dimana dia yang menikmati ciuman Mr Rieve,juga saat tubuh kekar nya yang menghimpit tubuh Eli dan saat bibir lembut dan hangat nya mellumat bibir Eli dengan penuh ggairah.


sentuhan bibir lembut yang


hangat disertai aroma nafas segar pria itu.


"Hah..em maaf sepertinya aku akan meminjam sepedamu saja Ve" ujar Eli tergagap untuk mengalihkan perhatian begitu kami Vea saat mereka sudah sampai di asrama.


"Pakai lah dan cepat kembali" pesan Vea membolehkan Eli meminjam sepeda nya.


"Tentu" balas Eli sembari memasukkan potongan burger terakhir ke dalam mulut nya sebelum berjalan menuju ke arah


parkiran sepeda,tempat dimana dia harus menemukan sepeda Vea dan segera menghilang sebelum pikiran nya semakin kacau.


Dengan perasaaan gugup


dan campur aduk,sebagian diri nya malah kini mempertanyakan apakah keputusan nya ini sudah tepat atau justru malah akan mendatangkan


masalah bagi nya.

__ADS_1


Apakah sebaik nya Eli berpura-pura tidak menyadari semua nya dan tetap memiliki semua fasilitas yang dia perlukan tanpa harus memperdulikan ego nya dan juga harga diri nya.


Lagipula kenapa juga jika ada orang kaya yang menaruh belas kasihan terhadap nya,dia kan memang makhluk menyedihkan dengan kehidupan yang tak kalah menyedihkan nya dan dia juga memang perlu untuk dikasihani.


Astaga..otak nya kian bertengkar tak sinkron dengan diri nya sendiri.


Akhirnya Eli menarik rem tangan pada sepeda yang dia naiki dan


menghentikan laju sepeda nya secara mendadak hingga menimbulkan decit yang cukup keras.


Eli berhenti lalu duduk di atas sepeda dengan kedua kaki nya yang dia gunakan untuk menyangga sepeda itu agar tidak oleng dan malah membuat nya terjatuh..Eli melihat ke depan tepat nya pada tas ransel milik nya yang dia letakan di keranjang depan.


Ransel itu berisi laptop, ponsel dan juga di dalam nya ada virtual account yang berisi uang yang cukup banyak bagi Eli..Eli bahkan harus menghabiskan waktu berminggu-minggu dalam pekerjaan


paruh waktu nya untuk mendapatkan uang sebanyak itu


dalam semalam.


#


Mr Rieve rupa nya hanya ada di rumah pada saat


weekend saja,dan Eli sangat yakin bahwa hari ini dia pasti ada di


rumah nya itu..toh lagipula tekad nya kini sudah bulat bahwa dia memang harus mengembalikan semua fasilitas yang telah Mr Rieve berikan pada nya dan Eli bisa kembali ke kehidupan


normal nya.


Eli juga masih bisa meminjam laptop Vea jika dia butuh untuk mengerjakan tugas nya..atau dia juga bisa ke warnet untuk mengerjakan tugas nya.


"Selamat datang nona Eli" sapa salah seorang pelayan di rumah itu menyambut kedatangan Eli.


"Terimakasih bi,em..maaf apa Mr Rieve ada di rumah?" balas Eli tak kalah sopan nya lalu bertanya mengenai Mr Rieve dengan sedikit terburu-buru.


"Ada nona, kebetulan dia sedang membaca di ruang kerjanya..mari saya antar sejak tuan kembali ke rumah,dia seperti sedang mencari mu nona" ujar si pelayan memberitahu Eli bahwasa nya Mr Rieve seperti mencari nya saat kembali ke rumah.


Sontak saja hal itu membuat Eli sedikit tersipu malu mendengar


kalimat bibi pelayan.

__ADS_1


__ADS_2