
"Setelah dia meninggalkan mu untuk bersama dengan pria lain,apakah perasaan mu itu masih sama hanya perduli saja dengan nya Mr?" tanya Eli lagi karena dia sangat ingin memastikan saja bahwa dia bukan lah menjadi wanita sementara untuk menggantikan posisi wanita lain.
Sebagai perempuan,Eli tentu saja ada rasa penasaran yang mungkin amat sangat besar tentang bagaimana seorang pria dalam
menunjukkan perasaan nya dan Eli hanya tak mau saja nanti dia hanya di jadikan pelampiasan sesaat atas cinta yang tak terbalaskan Mr Rieve dengan Germina.
"Dia sudah kehilangan suami nya hanya dalam beberapa tahun saja setelah mereka resmi menikah.dan sejak saat itu lah aku mulai bersimpati pada nya,tapi bukan untuk perasaan cinta" jawab Mr Rieve yakin.
Dan Eli hanya bisa menaikkan alis nya merasa heran dengan sikap pria yang sudah membuat hati nya tak karuan.
"Apa kau masih sadar bahwa dia pernah meninggalkan mu Mr Rieve dan kau dengan santai nya masih bisa berempati pada nya,apa kau sudah kehilangan akal mu Mr?" tanya Eli yang tak habis pikir dengan otak Mr Rieve.
"Ya anggap lah aku seperti itu" gumam Mr Rieve tampak terdiam setelah itu.
"Lanjutkan lagi" titah Eli dengan sedikit menuntut agar Mr Rieve melanjutkan lagi cerita nya.
"Aku akhir nya menikahi Whelma tepat enam bulan setelah kami sepakat untuk bekerjasama" Mr Rieve pun kembali melanjutkan ceritanya.
"Akhirnya Whelma pun mengetahui bahwa aku ternyata masih cukup sering berkomunikasi dengan Germina meski hanya sebagai teman.karena bagaimana pun juga dia adalah isteri dsri mendiang
temanku sekaligus juga mantan isteriku dan segala nya menjadi rumit mulai saat itu" lanjut Mr Rieve sambil menatap Eli sekilas.
"Dan akhirnya Whelma cemburu pada Germina,begitu?" tebak Eli karena bagaimana pun juga dua wanita itu sama-sama dekat dengan Mr Rieve beda nya Germina adalah mantan istri nya dan Whelma adalah istri sah nya.
"Ya" jawab Mr Rieve dengan lirih.
__ADS_1
Rahang nya kini tampak kembali mengeras meski hanya sekilas,dia
kemudian memandang keluar jendela,seperti ingin mengusir satu perasaan yang menurut nya sangat tidak nyaman saat dia berusaha untuk menjelaskan apa yang terjadi selanjutnya.
"Tak lama setelah itu Germina di temukan sudah dalam kondisi meninggal di rumah nya karena overdosis obat tidur" ujar nya masih dengan tatapan yang sangat kelam.
"Lalu kenapa kau sangat yakin sekali bahwa Whelma lah yang telah melakukan nya?" tanya Eli ragu.
"Apa itu terjadi saat di rumah mu?" lanjut Eli ingin memastikan.
"Dirumah Germina sendiri" jawab Mr Rieve.
"Yang ku tau Germina adalah wanita yang begitu sangat menghargai suatu kehidupan.bahkan siang dan malam dia berjuang untuk bisa menyembuhkan orang yang sedang sakit,dia mempertaruhkan waktu dan juga kebahagiaan pribadi nya hanya untuk bisa menyelamatkan nyawa orang lain.Dia juga tidak akan
rumah nya dan itu yang dikatakan warga di sekitar tempat nya tinggal. Tapi aneh nya tak ada satupun yang
tahu siapa wanita itu.bahkan rekaman CCTV di rumah Germina juga ikut hilang tak berjejak,tidak ada jejak nya sama sekali dan itu sangat bersih sampai polisi akhirnya menutup kasus nya dan menganggap bahwa itu murni bunuh diri karena depresi" terang Mr Rieve menjelaskan cerita mengenai kejadian yang menimpa Germina dulu.
Kini Eli menjadi semakin penasaran dengan kisah mereka bertiga yang menurut nya rumit dan kompleks dan rasanya Eli seperti baru
saja menonton film ikan terbang yang memusingkan tapi juga mampu begitu membuat Eli penasaran.
"Apa kau juga datang kerumah Germina?" tanya Eli dengan tatapan lekat pada Mr Rieve.
Oh astaga sungguh Eli kini semakin di buat pusing setelah mendengar cerita rumit ini.andai kisah ini di buat novel mungkin akan banyak peminat nya tapi sayang Eli tidak berminat untuk membuat nya.
__ADS_1
"Waktu pemakaman nya wanita malang itu aku datang dan aku sungguh sangat prihatin pada nya" ujar Mr Rieve.
Kesedihan begitu tampak jelas tergambar di wajah tampan nan dewasa nya,Eli pun membebaskan diri nya dari pelukan Mr Rieve dan dia bangun kemudian berjalan ke arah laci di sebuah meja.dia mengambil sebuah kertas dan kemudian menyodorkan nya pada Eli.
"Sebenar nya Whelma mengalami gangguan mental" ujar Mr Rieve sambil menyodorkan hasil pemeriksaan Whelma pada Eli.
"Dan dalam keadaan tertentu Whelma bisa bertingkah seperti layak nya bukan diri mereka sendiri" ujar Mr Rieve.
Eli pun mulai membaca hasil dari pemeriksaan Whelma dan dia pun terdiam.
"Suatu malam aku pernah terbangun
dalam keadaan sesak nafas karena
tiba-tiba Whelma membekap ku menggunakan bantal" ujar Mr Rieve dengan pengalaman pribadi nya saat hampir di habisi oleh Whelma.
Mata Eli tampak terbelalak lebar saat membaca surat rekomendasi dokter ahli kejiwaan itu dan kini dia percaya bahwa Whelma memang gila.
"Kapan kau tau mengenai semua ini?" tanya Eli penasaran dan menatap Mr Rieve dengan intens.
"Sebenar nya kecurigaan ku sudah bermula sejak di awal pernikahan kami,tapi baru semakin jelas saat tingkah nya mulai tak terkendali dan tidak bisa terkondisikan" ujar Mr Rieve menjawab pertanyaan Eli.
"Kau tak langsung menceraikan nya kan?" tanya Eli.
"Tidak,justru aku berusaha untuk membawa nya ke psikiater,aku juga__"
__ADS_1