My Sexiest Sugar Daddy

My Sexiest Sugar Daddy
Ep_41..Menjaga


__ADS_3

"Tidak sus tapi mungkin nanti saja saat aku sudah benar-benar siap dan mampu" ujar Eli sambil tersenyum kecil pada si suster itu.


"Baiklah jika begitu saat ini kondisimu juga semakin membaik,aku harap kau segera sembuh nona" kata si perawat itu lalu si perawat itu pun tersenyum pada Eli dan meninggalkan mereka berdua di kamar.


"Eli aku akan membeli kopi di luar sebentar,bisakah kau kutinggalkan sebentar ingat jangan nakal jika tak mau semakin lama di rumah sakit" kata Mr Rieve sambil menatap Eli dan wanita itu pun hanya tersenyum lemah.


"Pulang dan tidurlah kau terlihat kacau Mr" ujar Eli masih dengan suara lirih.


"No..aku hanya akan membeli kopi diluar sebentar dan asal kau tau saja aku tidak akan pernah meninggalkan mu apapun yang terjadi" ujar Mr Rieve berbohong untuk kebaikan bersama.


Sebenarnya dia keluar hanya untuk menemui polisi mengenai terkait kasus percobaan pembunuhan yang terjadi di rumah nya satu bulan yang lalu.Pengawal nya mengirim pesan


singkat pada nya beberapa detik yamg lalu dan membuat nya mau tak mau harus menemui polisi itu sebelum si polisi juga meminta keterangan pada Eli.


Saat Mr Rieve keluar dari ruangan Eli,tampak seorang pengawal mulai


masuk dan berdiri di kejauhan tak bermain semakin dekat takut di pecat.


"Mss Elianor" sapa si pengawal itu lalu mengangguk ke arah Eli dan wanita muda itu pun mulai

__ADS_1


melambaikan tangan nya bermaksud untuk meminta si pengawal agr mendekat.


Eli pun mulai membisikkan sesuatu pada si pengawal itu dan si pengawal itu pun mengangguk,


tampak nya dia sudah paham dengan apa yang diminta


oleh Eli dan dia akan segera mencarikan nya.


Tapi karena dia yang tidak ingin ceroboh akhirnya dia pun memilih untuk meminta kepada rekan nya untuk mencarikan apa yang dibutuhkan oleh Eli,sementara dia


tetap berjaga di depan ruangan Eli takut ada orang yang berbuat jahat pada Eli.


Saat Mr Rieve datang dan masuk kedalam ruangan nya,sementara itu sang pengawal itu pun kini langsung meninggalkan kamar perawatan nya untuk memberi ruang pada Mr Rieve dan Eli.


"Hay maaf agak lama" ujar Mr Rieve lalu dengan segera dia menghampiri


Eli yang kini tampak sudah duduk dan menunggu nya.


"Ingat Eli meski kau sudah boleh duduk,tapi tidak terlalu lama apa kau mengerti hm?" ujar Mr Rieve sambil memberikan pengertian kepada Eli.

__ADS_1


"Iya aku mengerti,tapi kini aku sudah jauh lebih membaik dari sebelum nya" ujar wanita itu dengan senyum di bibir nya yang manis meski masih lemah tapi cukup menyejukkan bagi Mr Rieve.


"Bolehkan aku minta tolong agar kau mau melakukan sesuatu untukku?" tanya Eli dan Mr Rieve pun mengangguk menyanggupi permintaan Eli yang entah apa.


"Apa yang kau butuhkan?" tanya Mr Rieve dengan lembut sambil menatap Eli.


"Bisakah kau mengambilkan kotak di meja itu dan bawa kemari" tanya Eli.


"Dari mana kotak ini?" tanya Mr Rieve lalu mulai berjalan ke arah kotak itu berada,dia bahkan tampak


memperhatikan kotak itu dengah serius sebelum kemudian membuka nya.


"Dan siapa yang membawa kotak ini masuk kenapa aku tidak tau?" tidak Mr Rieve dia kini menjadi sangat protektif terhadap Eli sekarang.


"Aku tadi yang meminta pengawal untuk membawakan beberapa ke sini untukku" jawab Eli menjawab pertanyaan Mr Rieve.


"Kau seharusnya bisa menungguku dan minta tolong pada ku saja..aku cemburu kalau begini" pada Mr Rieve seperti anak kecil.


"Ya ampun..sudah lah bawakan saja kemari kau ini banyak drama ya" ujar Eli lalu menatap Mr Rieve dengansetengah putus asa.

__ADS_1


Dan pada akhirnya Mr Rieve pun dengan berat hati membawa kotak itu ke hadapan Eli dan dia juga membiarkan wanita itu untuk memegang kotak nya.


__ADS_2