My Sexiest Sugar Daddy

My Sexiest Sugar Daddy
Ep_15..Gugup


__ADS_3

Sontak saja hal itu membuat Eli sedikit tersipu malu mendengar


kalimat bibi pelayan.


"Benarkah,apa dia menanyakan ku?"


tanya Eli yang sangat penasaran.


"Saya juga saat itu tidak sengaja mendengar nya saat sedang bergumam 'rupa nya gadis


muda itu pergi' saya pikir tuan sedang membahas tentang anda nona" ujar si pelayan menceritakan bahwa memang Mr Rieve pernah bergumam seperti itu.


Tampak Eli pun mengangguk kan kepala nya,tampak senyum nya pun


menggantung tak sempurna di bibir nya dan berkata.


"Apa bisa aku menemui nya bi?" tanya Eli dan tampak si pelayan itu tengah mempertimbangkan sesuatu.


"Sebenarnya tuan berpesan jika nanti anda datang,anda diminta


langsung ke perpustakaan" kata sang pelayan dan membuat Eli kesusahan untuk menelan ludah nya solah dia sudah merasakan


penolakan besar behkan sebelum dia mengatakan apa yang sebenarnya ingin dia sampaikan.


"Emm,baiklah bi tapi aku benar-


benar ingin menemui nya, em maksud ku ini karena dia hal


penting tepat nya soal pekerjaan yang dia berikan padaku waktu itu" ujar Eli sambil berusaha untuk mencari alasan yang tepat agar bisa menemui Mr Rieve.


"Baiklah,sekarang tuan ada di kamar nya..sebentar saya akan


menanyakan nya dulu,sementara itu tunggulah di sini nona" kata si pelayan itu lalu berjalan menaiki anak tangga menuju kamar tuan nya.


Ya benar saja mungkin di antara kamar pria itu dan ruang kerjanya


pasti ada semacam connecting door,karena bagiamana bisa pria sesibuk dia tidur tanpa pekerjaan dalam dekapan nya pikir Eli.


"Baiklah bi" Eli hanya bisa mengangguk pasrah saat pelayan itu mulai berjalan menuju ruangan lain.


Sang pelayan menghilang di balik sebuah pintu besar di sebuah


kamar setelah mengetuk pintunya..sementara Eli,yang bisa dia lakukan di sini hanya lah berusaha untuk menanyakan pada diri nya sendiri bahwa saat ini dia harus bagaimana.


Apakah ini adalah hal yang benar-benar dia inginkan atau bukan,kini dengan rasa cemas Eli hanya bisa menunggu pelayan itu

__ADS_1


kembali dan benar saja tak butuh waktu lama bagi si pelayan tampak


dia kembali dan langsung menemui Eli.


"Nona anda diminta untuk datang ke kamarnya" kata si


Sang pelayan menyampaikan pesan dari Mr Rieve.


"Hah,oh baiklah terimakasih bi" jawab Eli dengan senyum paksa nya


meskipun jujur saja Eli merasa sangat gugup saat ini.


Meski gugup tapi seakan ada seruan di dalam kepala nya yang malah semakin keras berusaha untuk mendorong ego nya untuk melakukan apa yang sudah dia rencanakan sejak dari asrama tadi.


Dengan perasaan ragu Eli pun mulai bangkit berdiri dari tempat nya duduk dan dia mulai berjalan menyusuri sebuah lorong untuk menemukan dimana letak ruang kerjanya.


Benar saja rupa nya Eli melewatkan satu pintu sebelum di ruang kerjanya, jadi Eli pun berbalik dan berdiri di depan pintu itu untuk beberapa saat.


Tampak sekali Eli sedang gugup, terbukti saat dia menghela nafas nya dalam sebelum akhirnya dia mulai memberanikan diri untuk


mengetuk pintu kamar Mr Rieve..tapi setelah dia mengetuk pintu nya dua kali tidak ada jawaban dari dalam bahkan saat Eli mengulang untuk yang ketiga kali nya masih sama saja.


Eli menengok ke arah kanan dan kiri namun rupa nya kosong tidak ada orang yang bisa dia tanyai karena dia takut salah tempat atau tersesat.


padaku kalau Mr Rieve mau menemuiku..aku belum tuli" kini Eli mulai memberanikan diri untuk


menarik handle pintu dan menciba untuk membuka pintu


besar itu dengan perlahan.


Setelah terbuka, Eli bisa melihat di dalam ruangan yang dengan bernuansa hitam dan abu-abu sangat lah kontras dengan selimut dan bedcover putih yang terpasang di ranjang besar nya itu.. Eli pun tampak memejamkan mata nya sekilas dan bergumam.


"Ketuk pintunya,tatap matanya dan katakan apa yang ingin kau katakana lalu setelah itu kau bisa pergi" gumam Eli berusaha untuk


meyakinkan diri sebelum mengetuk pintu kamar pria itu.


Tok..


Tok..


"Masuk" meski tak terlalu keras tapi Eli bisa mendengar suara Mr Rieve dari dalam ruangan itu.


Eli pun mulai menarik secara perlahan handle pintu kamar itu dan dengan sopan mulai masuk ke dalam tapi aneh nya dia bahkan tidak melihat Mr Rieve di sudut manapun.


"Aku kira kau tidak akan kembali lagi nona muda" ujar nya yang berasal dari arah belakang Eli dengan sebuah file di tangan nya dan kemunculan nya yang secara dadakan itu malah membuat Eli terlonjak lalu Eli segera berbalik.

__ADS_1


Meski begitu Eli mencoba menenangkan diri nya dan tentun saja masih dengan wajah gugup nya yang coba Eli sembunyikan lalu Eli mencoba tersenyum ramah lalu memberinya salam.


"Selamat sore Mr Rieve" sapa Eli dengan sedikit kikuk.


"Apa ada masalah Eli?" tanya nya masih terlihat santai dan biasa saja.


"Hmm,tidak ada masalah sama sekali, Mr" jawab Eli meski dengan sedikit bergidik entah kenapa.


Satu-satunya masalah nya saat ini adalah Mr Rieve yang saat ini sedang berdiri di hadapan Eli hanya mengenakan sebuah handuk


yang melilit pinggang nya juga lngkap dengan rambut basah dan bulir-bulir air yang masih belum terseka sepenuh nya dari kulit


putih nan halus nya.


Sungguh godaan apalagi ini.. Eli seakan hilang akal melihat pemandangan itu.


"Kau bisa duduk dulu di sana,aku akan segera kembali" kata nya


sembari berjalan menuju ke sebuah pintu dan akhir nya dia menghilang dibalik pintu itu.


Eli tampak mengernyitkan alis nya dan berpikir apakah pria itu adalah benar-benar pria yang berbeda dari yang Eli temui di kampus seminggu yang lalu..akhirnya Eli memilih untuk duduk di sofa yang berada di sudut ruangan itu sambil menunggu nya muncul.


Setelah selang sepuluh


menit berlalu kini dia datang lagi namun dengan dua gelas minuman di tangan nya,setelah dekat dia pun menyodorkan segelas untuk Eli dan Eli menduga bahwa minuman itu adalah semacam wine.


"Ada masalah dengan pekerjaan mu Eli?" ujar nya sambil menghampiri Eli dan langsung duduk di samping Eli dengan satu kaki disilangkan di atas satu kakinya yang lain dan membuat lututnya bertumpukan namun gerakan dan posisi itu amat mempesona di mata Eli.


"Hm,no Mr" ujar Eli menggelengkan kepala nya.


"So?" kini tampak alis nya mulai bertaut tapi tatapan nya masih


terkunci pada Eli.


Dan sialnya lagi di setiap kali


tatapan nya terkunci pada Eli,di saat itu juga mulut Eli malah mendadak terkunci hingga tak satupun


kalimat bisa keluar dari mulut nya itu.


"S.. sebenarnya emm..aku ingin mengembalikan semua ini Mr" ujar Eli terbata sembari mengeluarkan


laptop, ponsel dan juga buku tabungan atas nama nya yang dimana seluruh isi nya adalah


uang pemberian dari pria di depan nya ini.

__ADS_1


__ADS_2