
"Dia pernah bercerai dengan isteri nya Mrs Whelma,wanita sempurna itu apa yang bisa kuharapkan dari hubungan kami Ve?" ujar Eli dengan wajah yang penuh dengan keputus asaan.
"Jangan tanyakan ini pada ku Eli, tapi sebaik nya bicarakan ini dengan yang bersangkutan maka kau akan menemukan jawaban nya" balas Vea lalu meninggalkan Eli didalam kamarnya.
"Aku akan mandi." katanya lagi sambil meninggalkan Eli di ruangan kecil dekat dengan dapur kecil di dalam apartment kecil milik Vea.
Saat Eli sedang merenung,tba-tiba terdengar suara pintu di ketuk.Eli tidak tahu jika Vea sedang menunggu seseorang,tapi karena dia sedang mandi jadi Eli mulai berjalan ke arah pintu dan membuka nya.
Tampak Eli menelan ludah nya dengan susah payah,dia tidak percaya melihat siapa yang berdiri di hadapan nya saat ini di depan pintu apartemen Vea.
"Vea memberitahu ku jika kau ada di sini" ujar nya sambil menunjuk si pelaku dengan dagu nya.
Eli pun menoleh kedalam dan melihat Vea sudah berdiri jauh di belakang nya masih dengan pakaian yang lengkap
"Come Eli" kata nya lagi sambil
mengulurkan tangan nya agar di sambut oleh Eli tapi rupa nya Eli benar-benar sedang tak ingin bicara dengan nya sekarang.
"Maaf aku tak ingin bicara dengan anda" kata Eli dengan nada ketus.
"Eli, aku sangat tidak suka menyelesaikan masalah dengan cara seperti ini,kau tiba-tiba tanpa
__ADS_1
alasan dan tanpa pamit" ujar Mr Rieve masih tenang.
"Saya memiliki alasan nya" timpal Eli.
"Ya,karena hanya kau yang tahu alasan mu" protes nya meski tidak berteriak saat mengatakan nya,tapi justru sebalik nya berkata dengan nada rendah dan dalam,namun serasa jauh lebih mengancam bagi Eli.
"Ok,baiklah jika memang menurut mu ini yang terbaik.maka aku tidak akan mencarimu lagi Eli" jawab nya
sambil meninggalkan Eli yang masih depan pintu apartment Vea dan tampak kekecewaan mendalam juga amarah yang terpendam.
Langkah nya begitu tegas dan pasti, dia bahkan tidak menoleh sedikit pun ke belakang meski sesaat.apa
ini pertanda bahwa dia tidak benar-benar mencintai Eli.
#
Kini sudah waktu nya bagi Eli untuk kembali ke kehidupan monoton nya.kuliah lalu bekerja paruh waktu di cafe hanya itulah rutinitas yang Eli lakukan selama ini.
Sisa waktu nya hanya dia habiskan di apartemen Vea dan akhir nya juga Eli harus berbagi biaya sewa apartemen dengan Veanna karena sudah tidak memungkinkan lagi bagi Eli untuk kembali ke asrama.
Eli hanya duduk di kelas sembari menunggu Mr Rieve datang setelah kemarin dia tidak mengajar dan
__ADS_1
hanya memberi tugas melalui email saja.dia seharus nya datang untuk mengajar kami hari ini,dan seperti nya juga semua siswa kini mulai
terlihat gugup karena Mr Rieve biasanya tidak terlambat ke kelas.
Sedangkan hari ini Mr Rieve terlambat beberapa menit.di saat semua orang sibuk dengan urusan nya masing-masing seperti ada yang mengobrol, ada yang sibuk dengan ponsel nya,dan Eli hanya duduk termenung di bangku nya.
Sementara ingatan Eli kembali terseret ke kejadian kemarin sore di kedai kopi.Eli melihat seorang wanita yang pernah dia lihat di foto datang dengan blazer putih yang terlihat sangat elegan dan juga membawa tas tangan nya dengan warna yang sama.
Dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya, wanita itu datang ke cafe di mana Eli bekerja dan bertanya tentang diri nya pada Eli sendiri.
"Apa boleh saya bertemu dengan Mrs Elianor?" tampak wnita itu pun bertanya pada Eli sendiri dengan tatapan yang mengintimidasi.
Eli merasakan tatapan nya seperti mencabik-cabik nya.
"Saya" jawab nya sedikit gugup.
"Bisakah kita bicara sebentar?" dia
bertanya pada Eli dan Eli pun menoleh ke arah paman Bill,pria paruh baya itu pun mengangguk memberi izin.
Eli pun mengikuti nya keluar dari toko dan mengarahkan Eli ke mobil nya.tampak seorang pria sudah berdiri di dekat pintu mobil itu dan
__ADS_1
membukakan pintu untuk Eli.dia pun masuk kedalam mobil dengan perasaan was-was dan gugup.