My Sexiest Sugar Daddy

My Sexiest Sugar Daddy
Ep_19..Melampaui Batasan


__ADS_3

Hari kamis telah tiba dan dua hari lagi Eli sudah bertekad untuk segera menyelesaikan sisa bab nya,tapi setelah lewat dari tengah malam Eli benar-benar sangat buntu di


bab empat puluh lima.. Eli tidak lagi bisa menulis apapun di laptop itu karena semua bab yang


Eli baca juga tidak ada yang bisa dia cerna dengan baik.


Eli pun memilih membalik halaman demi halaman dengan cepat karena dia sangat merasa kesal,tapi tak


di sangka rupa nya Eli malah menemukan sesuatu yang membuat nya ternganga.


Di dalan buku yang dia oegang ternyata ada sebuah foto seorang perempuan di sela antara


halaman 820 dan 821 dan bisa di bayangkan bukan buku ini tebal nya bahkan lebih dari seribu halaman.


Eli pun menarik foto itu dan jelas itu bukan foto lama..tampak gadis di dalam foto tengah mengenakan kaos berwarna kuning pastel juga hotpant jeans dengan rambut yang di cepol dan tampak sedang memasak di dapur.


Tubuh nya sedang menghadap


ke arah kompor sementara dia sendiri memutar wajahnya dan tersenyum melihat ke arah kamera.


rasa nya jantung Eli seakan berhenti berdetak untuk beberapa detik,mendadak Eli menjadi begitu sesak nafas saat ini langsung saja dia mencoba menerka-nerka saat otak nya mencoba mendeskripsikan siapa gadis didalam foto


itu,karena Eli juga sangat tahu betul bahwa itu adalah dapur di rumah mewah milik Rievener Thompson Huges dosen nya yang dia cintai sepihak.


Dengan tangan yang sudah gemetaran Eli pun kembali menyelipkan lagi foto itu di sela-sela kedua halaman dan menutup buku tebal itu.. Eli pun kemudian beranjak dari kursi belajar nya yang ada di asrama yang sangat kecil.


Eki meringkuk di sisi jendela tepat nya diatas sofa kecil dengan selimut yang menutupi tubuh nya sambil memandang luar jendela dengan tatapan hancur.


"Rievener Huges" spontan Eli pun melafalkan nama itu dan wajah nya muncul di hadapan nya seperti seorang penyihir yang mempunyai kemampuan untuk mendatangkan atau menolak sesuatu.


Siall.. Eli merasa bahwa dia mulai benar-benar menjadi gadis gila

__ADS_1


sekarang.. Eli mencintai orang yang tak akan pernah tahu bahwa dirinya telah menaruh seluruh hati untuk nya hanya karena sebuah ciuman sesaat meski penuh nafsu darinya yang mungkin saja juga tidak dia sengaja,sungguh betapa naifnya seorang Eli.


Dan kini dia malah cemburu pada semua wanita yang memiliki kedekatan dengan Mr Rieve,bahkan tanpa dia sadari..sungguh Eli memang sudah benar-benar menyerahkan seluruh hati nya untuk Mr Rieve pria yang baru dia kenal tidak lama ini.


Eli pun meraih ponsel nya dan melihat bahwa tidak ada pesan darinya satupun,bahkan setelah


diri nya bertubi-tubi mengirim setiap bab dan sekitar lima menit yang lalu Eli juga sudah mengirim bab terakhir nya malam ini namun tak ada respon.


Apa yang kau harapkan Eli..jangan melampaui batasan mu.


Tepat di saat diri nya sedang berperang dengan hati nya tiba-tiba.


Drrttt.....


Ponsel Eli pun bergetar,Eli pun melihat ke arah


layar dan tertera di layar itu nama Mr Rieve memanggil..sejenak Eli tampak ragu untuk bicara dengan nya selarut ini,karena mungkin saja


Eli khawatir bahwa diri nya akan meracau tak jelas,tapi seluruh jemari nya mengkhianati diri nya dan ingin sekali menyentuh layar ponsel nya untuk menerima panggilan dari nya.


"Aku baru saja selesai membaca emailmu,apa kau


belum tidur?" tanya Mr Rieve memberitahu.


"Oh,belum Mr..aku pikir akan jauh lebih baik jika aku menyelesaikan tugas dari anda secepat nya" jawab Eli bahkan terdengar sangat


angkuh meski sejujurnya Eli sangat ingin mengatakan bahwa Eli merindukan nya.


"Apa kau masih meringkas Eli?" tanya nya dengan timbre suara yang selalu terasa sedang


menghipnotis Eli untuk semakin jatuh hati pada pria yang sedang bertelepon dengan nya.

__ADS_1


"Tidak Mr" jawab Eli jujur karena saat ini dia memang sedang tidak meringkas.


"So,what are you doing now?" tanya nya lagi dan membuat Eli menghela nafas nya panjang.


"Huftt..entahlah Mr,aku hanya sedang duduk di tepi jendela sambik memandang keluar" ujar Eli dan sejenak kedua nya terdiam untuk beberapa saat.


"I know how condition at the form Eli..pasti kurang nyaman untuk mu tapi jika kau mau,kau bisa menginap di rumah ku setiap hari atau tinggal lah dengan ku jadi tidak perlu


menunggu akhir pekan" ujar nya dan itu malah semakin membuat Eli memanas.


Dan saat ini Eli bahkan bisa membayangkan tatapan matanya jika dia mengatakan nya langsung pada Eli.


"Aku akan berusaha untuk segera menyelesaikan tugasku dalam dua hari Mr, jadi mungkin akhir pekan ini aku tidak akan datang ke rumah anda" jawab Eli terdengar lirih karena memang sejujur nya ini sangat berat bagi nya tapi dia juga harus segera mengakhirinya agar tidak terperosok semakin dalam.


"Kenapa kau terkesan terburu-buru?" tanya nya dengan sedikit kekesalan terbesit.


'Aku ingin segera terbebas darimu siallan, terbebas dari semua bayangan tentang mu yang semakin


menyiksaku di setiap hari nya' jerit Eli yang hanya mampu dia teriakan dalam hati.


Mana mungkin Eli sanggup untuk bisa mengatakan semua nya swara sadar..dia masih waras.


"Aku tidak suka menunda pekerjaan Mr" jawab Eli dan hanya Itu


yang keluar dari bibir nya pada akhirnya.


"Oh, baikalh jika itu sudah menjadi keputusan mu" balas Mr Rieve tegas seakan terdengar tak mengharapkan kehadiran Eli dalam hidup nya.


Sungguh ini sakit karena rupa nya Mr Rieve benar-benar hanya meminta Eli untuk mengerjakan pekerjaan ini secara professional.


Eli pun menghela nafas,meski sakit tapi mungkin ini juga yang

__ADS_1


dia harapkan lalu dia berharap apa lagi..jangan terlalu tinggi hayalkan mu Eli.


"Seperti nya ini sudah sangat larut, tidurlah Eli" tutup nya.


__ADS_2