MY VISION

MY VISION
MENJADI SISWI BARU


__ADS_3

05.30 A.M


"kriiiing...kriiiiing" alarm jam hpku yang terletak di meja bundar dekat kasurku.


Aku pun terbangun sembari mengusap kedua mataku yang masih terasa sangat kantuk.


Tiba-tiba..


"Jeonnaaaaaa.... bangun, sekolah" Teriak ibuku dari dapur


"Aku udah bangun, lagi ngumpulin nyawa" jawabku


"Kamu koma apa tidur pake ngumpulin nyawa, ayo buruan ntar kesiangan" lagi lagi ibuku teriak


Aku bergegas mandi dan membawa handukku yang berwarna pink keunguan yang sudah lecek.


setelah selesai mandi dan bersiap-siap aku mulai meminum susu buatan ibuku yang terletak di meja makan,


"glek..glek..glekk.."


"Nih bekalnya dibawa" Ibu


"Gak mau bawa bekal ah bu" aku memelas


"Nanti kelaperan, gua gak mau ya disuruh dateng ke sekolah lu, jemput lu yang pingsan" Ibu nyolot


"Iya iya , sini aku bawa ribet amat" Aku


"Ban sepeda lu kayanya rada kempes dah, ntar isi angin dulu yak" ibu


"Iya iya , bawel bener dah, jeonna pergi sekolah dulu ya bu" Aku sembari mencium tangan ibuku


Aku pergi ke sekolah mendorong sepeda karena sepanjang jalan gak ada bengkel.


"Buset dah pergi sekolah udah kayak pergi ngegym aja ini mah keringetannya seabrek-abrek" aku


Tiba-tiba


"Permisi mba tau alamat ini gak?" Kata banci yang cantiknya udah ngalahin cewek beneran


"Oooo itu , lurus aja ntar belok kanan belok kiri lurus lagi baru dah sampe" Jelasku


Tanpa ngomong makasih si banci pergi ngoyor aja cuma senyum doang.


Dan akhirnya pun ada bengkel setelah 10 menit aku mengarungi jalanan.


"Bang isi angin ban sepeda dong" Aku


"Keringatan kali lah adek ini jauh kali nampaknya perjalanannya" Abang bengkel perawakan batak


"Udah isi aja bang anginnya, ntar telat ini" Jelasku

__ADS_1


"Galak juga rupanya adek ini bah, udah ni dek 4 ribu" Abang bengkel


"Bentar" Aku mencari uang lima puluh ribu rupiah yang hanya ada satu satunya didompet,


Tapi, setelah mengobrak - abrik tas punggungku , dompetnya pun ga ada apalagi uangnya.


"Duh .... mana ya dompet aku apa jangan - jangan?" Aku panik


"Kecopetan kau itu dek, kau ada ketemu banci gak tadi dijalan? pencopet itu" Abang bengkel


"Ya ampun, iya tadi aku ketemu banci nyari alamat tadi, gimana dong bang besok aja ya kalo kesini aku bayar" Ujarku


"Ya udah la dek besok aja kalo ko udah ada uang" abang bengkel


...


Setelah banyak perjuangan dan berlama-lama di bengkel karena kecopetan akhirnya aku sampai di gerbang sekolah dengan mengendarai sepeda bututku yang berwarna pink lengkap dengan keranjangnya


"Duh... rambutku berantakan gak ya" Aku sembari berkaca di hp.


dan terdengar seperti ada yang membisiki ku


"Kamu anak baru ya"


Aku langsung melihat ke arah samping dan memandangi wajahnya yang mulus bak oppa korea


"I...iiiiya aku anak baru salam kenal" Aku


Aku tidak bisa berkata-kata lagi cuma terdiam sambil menganga.


"Buruan woy, mau di tutup ini pagarnya malah mimisan lu disono" teriak pak yatman satpam sekolah yang udah kerja dari sebelum masehi di sekolah itu saking lamanya.


"Iya iya pak tunggu" Aku mengelap ences sembari mengayuh sepeda dan memarkirkannya.


Aku berjalan menuju kelas yang terletak di dekat tempat aku memarkir sepedaku.


tok...tok...tok... Aku mengetuk pintu ruang kelas


"Selamat pagi" Aku


Semua siswa dan siswi di kelas itu pun memandangi ku dari atas ke bawah.


"Iya silahkan masuk" Ujar pak guru


Aku masuk kelas dengan jantung yang berdebar kencang , kaki yang gemetar dan muka memerah.


"Silahkan perkenalkan diri kamu" Pak guru


"Perkenalkan nama saya jeonna larasati, pindahan dari sma dwiwangsa, salam kenal semuanya" Aku dengan bibir gemetar


"Kamu bisa duduk di sebelah nanda ya, itu yang kursinya paling belakang pojok kanan" Pak guru

__ADS_1


Aku hanya menganggukan kepala ku.


nanda adalah anak perempuan yang tomboy dengan selalu mengikat rambutnya ke belakang, dia berasal dari keluarga biasa saja dan kurang kasih sayang, karena hanya ia dapatkan dari ibunya


"Salam kenal" Aku mengulurkan tangan


"Iya" Nanda berjabat tangan


Hal yang paling mengejutkan ku ternyata aku sekelas dengan cowok yang tadi membisiki ku di gerbang sekolah, dia duduk persis di depan ku.


Sebenarnya aku masih sangat canggung saat ini menjadi siswi baru, tapi aku tak mau memperlihatkannya, bel istirahat pun berbunyi.


teeeett...teeeettt...teeeettt


"Gimana nih aku ga bawa uang jajan lagi aduh perutku laper" Aku berbisik dalam hati


"Aku punya sandwich nih dua , kalo kamu mau satu ambil aja" Ucap nanda


"Makasih ya , iya aku laper banget nih" Aku langsung mencomot sandwich


"Eh kamu tau tadi yang duduk didepan mejaku?" Aku


"Kenapa? naksir lu? jangan harap lu bisa dapetin dia, karena seisi sekolah ini udah nyoba dapetin hati dia tapi ga pernah ada yang bisa!" Nanda


"Dih.. engga , aku ga naksir, soalnya tadi ketemu di gerbang sekolah sebelum masuk kelas" Aku


"Oh kirain kamu naksir zayn" Nanda


"Emangnya kenapa sih sampe dia gak mau sama seluruh cewe yang ada di sekolah ini nan?" Aku


"Gua kurang tau persisnya tapi katanya sih dia itu masih menyukai perempuan lain dari masa lalunya" Nanda


"Pengen pipis lagi, toilet dimana ya nan? kamu temenin aku yuk ketoilet" Aku


Aku dan nanda pergi ke toilet yang ada di sebelah kantor guru, perjuangan yang harus kami lewati untuk sampai ke toilet lumayan terjal, karena banyak sekali siswa laki-laki menutupi jalan kami saat ke toilet.


seusai dari toilet nanda mengajakku keliling sekolah, nanda tiba-tiba curhat kalau dia sebenarnya menyukai dirinya menjadi pria dibanding menjadi wanita, ia bilang wanita itu lemah bisa diinjak-injak sedangkan lelaki bisa melakukan apa saja yang ia inginkan, semua itu berdasarkan karena rasa traumanya yang sering melihat ibunya dipukul oleh ayahnya saat ia masih kecil.


"Itu kantinnya, ayo beli es teh manis di kantin bu jelita" nanda


"T..ta...tapi... aku ga bawa uang nan" Aku


"Aku yang bayarin" Tegas nanda


Bu jelita ternyata adalah ibu kandung nanda yang bekerja menafkahi keluarga karena ayah nanda pergi ntah kemana menjadi buronan polisi, kami mengobrol dengan penuh gelak tawa, aku merasa sekolah ini menjadi rumah kedua ku ,tidak ada rasa canggung lagi setelah obrolan ini.


"Kapan kapan main ke rumah ku ya nan" Aku


"Iya jeonna, kalo kamu ada masalah di sekolah ini sama geng anak anak kaya manja yang centil bilang ke aku aja ya" Tegas nanda


Aku sudah merasa lebih aman sekarang.

__ADS_1


__ADS_2