MY VISION

MY VISION
PATAH HATI


__ADS_3

Zayn kembali menyapaku hari ini entah apa yang merasukinya dan kembali membawakan ku susu stroberi, senyumannya sangat manis membuat detak jantungku berpacu dengan kencang.


Cello tidak bersekolah hari ini karena sedang ada pertandingan lari, tumben sekali ia tidak memberitahuku maupun mengajakku untuk menonton pertandingannya.


08.00 WIB (Ruang Kelas)


Aku hari ini lupa membawa buku yang disuruh oleh bu sofia, sedangkan ia sudah berkeliling mengecek satu-persatu buku yang diletakkan diatas meja.


Ada hukuman yang jika tidak membawa buku yaitu telapak tangan akan dipukul menggunakan penggaris kayu sepanjang 60 Cm sebanyak 20 kali.


"Nan, gimana ni aku lupa bawa bukunya" Bisikku panik sembari membongkar tas.


Zayn yang mendengar bisikanku itu langsung memberikan buku yang ia bawa dan diletakkannya di atas mejaku lalu sontak berdiri, semua mata mengarah pada zayn termasuk bu sofia.


Aku menarik tangan zayn untuk tidak melakukan hal itu dengan mata berkaca-kaca, namun bu sofia tetap menyuruhnya maju ke depan.


"Maju ke depan" Ucap bo sofia menodongkan penggaris kayunya,


Zayn menunduk dan melangkahkan kaki menuju papan tulis, hanya dia hari itu yang terkena hukuman, ia dipukul dengan keras, diwajahnya terlihat menahan rasa sakit.


Aku melihat ke arah telapak tangannya yang merah dan nyaris berdarah, saat jam istirahat aku mengompres tangannya di UKS sekolah.

__ADS_1


"Kamu ngapain ngelakuin hal kayak tadi sih?" Ucapku menahan tangis


"Aku cuma mau menebus semua sikapku selama ini ke kamu" Ucap Zayn tersenyum,


Aku terdiam hanya memandang ke arah Zayn, ia mengajakku untuk pergi bersama sepulang sekolah, tentu saja aku sangat bersemangat dengan ajakan itu.


15.38 WIB (Sebuah taman)


"Kamu pakai ini deh" Zayn memberi bunny hat padaku


"Buat aku? Gimana kalo kamu yang pake? Hahaha" Aku memakaikannya di kepala Zayn dan berlari kencang agar tak di jitak olehnya, ia mengejar dan berhasil memelukku.


Pelukannya sangat hangat, tak bisa ku bayangkan bisa merasakan kembali pelukan zayn setelah sekian lama.


Zayn dengan wajah polos menciumku dengan lembut, tak ada perlawanan apapun dariku, saat itu cuaca sedang mendung.


Namun dari kejauhan ternyata ada Cello yang melihatku sedang berciuman dengan Zayn, betapa hancur hati Cello yang melihat seseorang yang ia cintai sedang bermesraan dengan pria lain walaupun ia berusaha megikhlaskannya.


Pikiran Cello menjadi kosong, ia berjalan tanpa arah wajahnya menahan segala kesedihan, saat menyeberang jalan bahkan sempat beberapa kali akan ditabrak oleh sepeda motor maupun mobil yang lewat.


"Cello????" Teriak kevin dan nanda yang kebetulan berada di sekitar taman, melihat cello berjalan tanpa arah, Ia terduduk di bawah sebuah pohon sembari merangkul kedua kakinya dan kembali melamun, Kevin dan Nanda mendatangi cello dengan penuh pertanyaan.

__ADS_1


"Lu kenapa cel? Kita anterin pulang aja yuk" Ucap Kevin menepuk pundak cello


"Ssssttt jangan diganggu dulu" Ucap Nanda yang masih bingung dengan apa yang terjadi, namun Nanda yakin bahwa itu semua pasti ada hubungannya dengan Jeonna.


Cello dengan hati yang sangat hancur tidak tahu harus melakukan apalagi, ia merasakan cinta pertamanya padaku, namun sayang sekali Aku tidak memiliki perasaan yang sama dengannya, Aku hanya menganggapnya sebagai sahabat terbaikku, Nanda dan Kevin mengantarkan Cello pulang dengan taksi online.


Sesampainya di rumah, Cello malah mimisan dengan suhu tubuh tinggi, Saat dokter pribadi keluarganya berusaha membersihkan mimisan pada hidungnya dengan kassa (perban steril) tetesan air mata cello jatuh.


"Memang antara syaraf pada hidung dan kelenjar air mata saling berhubungan, maka dari itu saat salah satunya disentuh akan bereaksi pada lainnya" Dokter mengobservasi Cello


"Gua cinta sama bos jeonna vin, nan" Ucap Cello dengan tatapan kosong menahan air matanya


"Lu ditolak?" Kevin sembari memakan apel yang ada di atas meja


"Mulut lu ya vin, gila banget pedes, mending diem" Ucap nanda menutup mulut Cello


"Gua liat dia sama zayn.." Ucapan Cello terhenti dan kembali dengan tatapan kosong


Sedangkan Aku masih menghabiskan waktu bersama zayn, kami makan malam bersama di sebuah restaurant ternama dengan suasana romantis.


Zayn juga mengajakku shoping, dan bebas memilih apapun yang aku mau, aku yang masih gugup tidak terlalu berani banyak memilih pakaian.

__ADS_1


Ia menyuruh pekerja di toko tersebut untuk memilihkanku semua baju yang bagus dan sepatu yang paling mahal untukku, karena merasa akan berhutang budi aku menolak, dan mengajak zayn untuk pergi ke pasar agar aku lebih mudah memilih baju, namun zayn menolak dan ingin aku tetap memilih di toko ternama tersebut.


__ADS_2