MY VISION

MY VISION
PENDONOR JANTUNG ZAYN


__ADS_3

Keesokan paginya setelah aku mendapatkan kesan yang kurang mengenakan malam itu membuat suhu tubuhku meningkat, demam tinggi disertai rasa menggigil yang sangat menyiksa, Ibu mengompres ku semalaman penuh.


Dilain tempat Cello mengajak Zayn untuk bertemu disebuah tempat karaoke, awalnya zayn menolak namun karena Cello terus membujuk akhirnya Zayn pun setuju untuk pergi kesana.


Zayn datang bersama para ajudannya yang menunggu diluar ruang karaoke tersebut sedangkan Cello sudah sampai terlebih dahulu dengan 2 gelas minuman yang sudah dipersiapkannya, gelas pertama dengan jus jeruk dan gelas kedua es teh manis, Cello menyodorkan es teh manis kepada Zayn.


Tak lama berselang setelah meminum es teh tersebut Zayn kejang-kejang, dan Cello pergi tanpa mengindahkan Zayn, ajudan yang merasa aneh dengan tingkah laku Cello akhirnya memeriksa ke dalam ruangan dan mereka melihat bosnya sudah tidak bergerak namun masih ada denyut nadi.


Ambulance datang diwaktu yang sangat cepat dan tepat, Zayn mendapatkan perawatan seperti membersihkan cairan di sekitar mulutnya lalu dipasangkan alat bantu nafas saat didalam ambulance yang sedang melaju kencang memecah kemacetan jalanan.


Sebenarnya Cello tidak berniat jahat pada Zayn namun ia disuruh dan dibayar oleh Rose untuk memasukkan obat yang entah apa namanya namun sampai membuat pacu jantung Zayn menjadi lemah.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit Zayn di bawa masuk ke dalam ruang ICU.


Rose datang bersama dengan bu Nadia wajahnya pun sangat panik kerumah sakit, mereka pun menuju ruang dokter spesialis jantung.


"Bagaimana keadaan anak saya dok?" Ucap bu nadia menahan tangis.


"Sepertinya anak ibu keracunan obat, dia harus segera di operasi transplantasi jantung yaitu prosedur penggantian jantung yang rusak dengan jantung baru yang diperoleh dari donor" Ucap dokter sembari memberikan hasil rontgen pada jantung Zayn.


"Maksudnya kita harus mencari pendonor jantung yang cocok untuk Zayn dok?" Ucap Rose dengan bibir gemetar menahan tangis.


Cello menjawab dengan lantang bahwa ia disuruh oleh calon menantu kesayangannya yaitu Rose, bu Nadia tentu saja tidak percaya dengan yang dikatakan oleh Cello namun ia memberikan rekaman pembicaraannya saat disuruh oleh Rose untuk memberikan pelajaran pada Zayn.

__ADS_1


"Pasti kamu yang pengaruhi Rose kan?" Ucap bu Nadia dengan nada tinggi.


"Sekarang ibu tanya saja pada dia" Ucap Cello sembari meninggalkan bu Nadia.


Kondisiku semakin parah dan akhirnya ibu membawaku kerumah sakit dengan menghubungi Cello untuk mengantarkan.


Cello bergegas menuju rumahku dengan mobil mewahnya, karena kondisiku yang setengah sadar aku tidak mengetahui bahwa Cello yang mengantarkan ku dan ibu, sedangkan ibu juga tidak mengetahui kejadian yang ku alami saat itu.


Sekitar 10 menit di perjalanan akhirnya kami sampai dirumah sakit, tubuhku direbahkan di sebuah brangkar dan semua perawat memeriksakan ku dengan teliti, mereka juga memasangkan infus dan memasukkan sebuah obat berbentuk sebuah peluru ke dalam organ belakangku agar suhu tubuhku turun karena suhu tubuhku saat itu yaitu 39 derajat celsius.


Setelah semua kegaduhan itu aku di bawa keruang rawat inap, Cello menjagaku semalaman dan memijat kakiku yang tertutup selimut.

__ADS_1


"Sebenarnya dari awal gua emang suka sama lu bos jeonna, cuma karena rose terus menekan gua akhirnya gua mau nurutin kata kata dia" Ucap Cello perlahan.


Tak lama berselang aku bangun dan melihat Cello yang tertidur diatas kakiku, sedangkan ibu tidur di sofa.


__ADS_2