
Aku duduk di kantin bu jelita menikmati mie instan rebus bersama nanda, setelah selesai makan dan ingin membayar aku membawa mangkuk mie yang sudah tinggal tersisa kuah itu untuk diberikan pada bu jelita.
Kaki ku tiba-tiba gemetar kepalaku sakit, mangkuk itu terhempas dan pecah dan dengan ceceran kuah mie dimana-mana.
Aku berusaha menjaga keseimbangan dengan tangan kananku berpegangan di meja tempat tadi aku makan dan tangan kiriku memegang kepala.
Kali ini visionerku mengarah kembali ke kevin aku melihat banyak sekali darah di kepalanya dan aku tidak tahu itu kenapa.
aku berusaha menelpon kevin
tuttt...tuuutt....tuuutt...
"Halo" Kevin
"Lu dimana pin?" Aku
"Gua lagi di toko buku nih" Kevin
"Lu ntar hati hati pulang jangan ngebut-ngebut!" Aku panik
"Tumben perhatian banget lu haha kesambet yak?" kevin
"Pokonya lu harus hati hati gua gak mau tau, pake helm" Tegasku
"Iya bawel bener lu" Kevin
Setelah mendapatkan buku yang ia inginkan, kevin menuju tempat parkir dengan menuruni beberapa anak tangga karena tempat parkirnya berapa tepat dibawah toko bukunya.
Kevin mengendarai motornya dan saat di tikungan motor kevin susah sekali dikendalikan dari arah berlawanan ada mobil truk pembawa pasir, motor kevin yang hilang kendali menabrak truk pasir tersebut dengan keras.
Bbrrakkkk...
Pasir memenuhi seluruh jalanan, warga banyak sekali yang menolong kevin, dan cepat menghubungi ambulance terdekat.
Ngiunggg..ngiuungg..ngiuungg..
Kevin sampai di rumah sakit, motornya ringsek, hpnya dan segala barangnya hancur.
19.00 WIB
Nanda menemuiku di kamar dengan nafas ngos-ngosannya.
"Jeonna, kevin koma di rumah sakit" Nanda
"Dia kenapa nan?" Aku panik pucat pasi
"Dia kecelakaan tadi siang ketabrak truk" Nanda dengan nafas ngos-ngosannya menarik tanganku untuk segera pergi kerumah sakit melihat keadaan kevin,
aku mengambil jaket kulit coklat yang ada di gantungan pintu kamar.
Nanda memboncengku dengan motornya.
Jalanan sangat macet malam itu maklum saja malam minggu, aku yang sudah sangat panik memutuskan untuk turun dari motor karena macet itu benar-benar buntu tidak bergerak sama sekali.
__ADS_1
Aku sampai di muka pintu rumah sakit bertanya pada layanan informasi dimana keberadaan kevin.
Aku mengikuti informasi yang diberikan menuju ruang ICU, aku tidak diperbolehkan masuk karena sudah ada kakak kevin didalam.
Aku menunggu dikursi tunggu dengan rasa panik jari kaki dan tanganku dingin sekali, setelah 30 menit nanda akhirnya sampai.
aku menangis di pundak nanda
"Aku udah tau semua ini bakalan terjadi, aku tadi udah ngingetin kevin" Aku menangis tersedu
"Jangan nyalahin diri sendiri, berdoa aja semoga kevin tidak apa apa" Nanda pun meneteskan air mata
Aku dan nanda sampai tertidur di ruang tunggu, sampai kami terbangun karena kakak dan adik kevin berteriak.
"Alhamdulillah kevin sadar"
Aku dan nanda sontak berdiri, mata kami berbinar dan saling menatap satu sama lain.
"Alhamdulillah" Aku dan nanda
"Pasien akan segera dipindahkan keruang kamarnya, tapi mohon pasien jangan terlalu di paksa berpikir" Dokter
Brangkar kevin didorong menuju kamarnya, kami semua sangat bersyukur
Melati 302
kevin masih tertidur, kakak dan adik kevin tidur disofa, aku dan nanda duduk di matras yang sudah di siapkan oleh rumah sakit.
tak lama setelah itu jari tangan kevin bergerak , ia terbangun.
"A..aku.. dimana?" Lanjut kevin
Kakak dan adik kevin yang mulanya tidur menjadi terbangun.
"Pin lu lagi di rumah sakit, tadi lu kecelakaan" Aku
"Kamu siapa?" Kevin
"Lu ga inget gua pin? gua temen lu dari kecil" Aku
"Kalo gua inget gak?" Ucap nanda
"Kalian semua siapa?" Ucap kevin
"Gue panggil dokter aja ya" Kakak pertama kevin
Kevin mengamuk entah apa penyebabnya, dokter dan perawat langsung datang, mengobservasi kevin dan menyuntikkan obat penenang, hal yang mengejutkan adalah kevin ternyata geger otak.
"Kevin mengalami trauma pada kepalanya yang menyebabkan dia lupa untuk sementara dengan kehidupan sebelumnya" Dokter
"Sampai kapan itu dok?" Adik kevin
"Bisa 1 hari 1 bulan bahkan 1 tahun, belum bisa dipastikan, melihat perkembangan selanjutnya, baik kalau begitu saya permisi dulu" Dokter
__ADS_1
Kakak dan adik kevin kebingungan untuk bagaimana caranya menyampaikan semua ini pada orangtuanya, aku dan nanda tidak bisa apa-apa kecuali menangis.
kami semua menginap di rumah sakit.
20.30 WIB
Aku merasa lapar memutuskan mengajak nanda untuk membeli nasi goreng di depan rumah sakit, nanda pun menyetujui.
Kamipun memakan nasi goreng tersebut, nanda melakukan pengakuan padaku.
"Sebenarnya gua suka sama kevin" Nanda
"Sejak kapan nan?" Aku
"Inget gak pas zayn pingsan? kan gua pulang bareng dia, dia orangnya lucu banget gua suka, sejak saat itu kita sering chattan, gua jadi sedih banget sekarang dia gak inget lagi sama gua" Nanda menahan tangis
"Udah gak usah di pikirin yang penting sekarang kevin udah sadar" Aku menenangkan
"Gua gak mau dia kenapa-napa, gua sayang sama dia" nanda
"Sekarang tenangin perasaan kamu, yakinin kalo kevin gak apa apa, oke?" Ujarku
Aku dan nanda bergegas menghabiskan nasi goreng, kami kembali ke kamar untuk menemani kevin, nanda duduk di kursi sebelah kasur kevin, dia memandangi wajah kevin yang tertidur pulas efek obat yang di berikan dokter, mencoba menggenggam tangan kevin.
Kevin kembali terbangun.
"Kamu siapa?" Ucap kevin
Nanda tidak mengeluarkan satu patah kata pun, hanya menangis dan berlari keluar ruangan.
Aku mendekati kevin dengan perlahan tidak mau sampai dia merasa tidak nyaman dan kembali mengamuk.
"Nama lu kevin, lu temen kecil gua" aku
"Nama aku kevin?" kevin bingung
Kakak kedua kevin bangun dan membantuku memberikan informasi lain pada kevin agak dia bisa segera ingat jati dirinya.
Nanda kembali masuk ke ruangan dengan wajah dan mata yang masih sembab.
"Kamu jangan sedih, nanti aku dan kevin ikut sedih" Bisikku
Tiba-tiba polisi sebanyak 5 orang datang mereka yang menangani kecelakaan lalu lintas kevin datang membawa buku, yang membuat nanda tambah menangis melihat apa yang dibawa oleh polisi.
Buku berjudul "Mengembalikan motivasi gadis broken home"
"Itu buku yang kemaren pengen gua cari" Nanda menangis
"Buku ini kami temukan di tempat kejadian perkara, dan kami rasa ini bukunya korban" Polisi
Nanda mengambil buku tersebut sembari menghapus air matanya, tak ku sangka cewe yang ku anggap kuat ini bisa menangis juga
"Boleh kami minta keterangan dari korban?" Polisi
__ADS_1
"Bang kevin belum bisa dimintai keterangan pak karena dia kehilangan ingatannya" Ucap adik kevin
Baik kalau begitu kami permisi dulu, kami akan kembali lagi besok, terimakasih