
Zayn diantar oleh rose ke sekolah pagi ini bahkan sampai ke depan pintu kelas , rose juga mencium pipi zayn.
Aku yang melihat kejadian itu langsung berjalan cepat masuk ke dalam kelas, masih tampak jelas luka goresan di lengan rose.
"Pagi bos" Ucap cello sembari menepuk pundaku
"Pagi cel" Aku
Zayn menuju tempat duduknya sembari mendengarkan pembicaraanku dan cello.
"Pagi pagi kok udah bete?" Ucap cello
"Engga kok gak apa apa, oh iya ini aku mau balikin headband kamu yang dipake buat ngebalut lukaku waktu itu" Aku singkat
"Gua tau bos caranya biar gak bete, sini deh hanbandnya" Cello mengikatkan headband di pergelangan tanganku
"Haha apaan sih pake di ikat ikat begini" Aku tertawa
"Tuh kan ketawa, gak jadi bete" Cello tersenyum
"Selamat pagi semuanya" Ucap kak ikhsan ketua osis yang memang sudah tampan ditambah dengan mengenakan kacamata membuatnya berwibawa
"Pagi kaaaaakk" Jawab seisi kelas
"Jadi lusa di sekolah ini bakal di adakan penyas seni, dimana akan di adakan berbagai perlombaan maupun pertunjukan seni, bagi yang ingin menyalurkan bakatnya bisa mengisi formulir yang akan diberikan pada masing-masing ketua kelas, itu saja informasi yang ingin saya sampaikan terimakasih untuk waktunya" Tegas kak ikhsan
"Lu ikut lomba lari cel" Ucapku pada cello sembari memutar badan ke arahnya
Cello mengusal rambutku sambil tersenyum dan mengangguk
"Buset mesra-mesraan mulu nih berdua" Nanda
"Yeeee siapa juga yang mesra-mesraan" Ucapku
Zayn yang mendengar perkataanku dan nanda akhirnya memanggil sitha si ketua kelas yang jutek dan berbadan gempal.
"Sitha minta formulirnya satu" Zayn
"Gua juga minta satu sit" Cello
"Bos bantuin gua isi formulir ya" Ucap cello
Aku mengangguk
Zayn juga mendaftarkan diri di perlombaan lari tanpa aku dan semua teman-teman ketahui, seperti yang diketahui zayn punya riwayat sakit jantung, ia sebenarnya sama sekali tidak diperbolehkan melakukan olahraga yang terlalu memacu jantungnya.
"Ntar pulang temenin ke toko buku" Ucap zayn yang sedang berdiri di sampingku
Aku yang sedang membantu cello menulis formulir melihat kearahnya
"Aku?" Aku
"Iya kamu, ntar ya aku tunggu diparkiran" Zayn
Cello tersenyum sinis
"Gelang kamu jelek" Zayn ketus
"Oh ini, bagus kok, ini headbandnya cello dia pasangin karena katanya bisa jadi moodboosterku" Aku menunjukan headband itu pada zayn
Zayn melengos langsung kembali ke tempat duduknya
"Kenapa sih?" Aku bingung
__ADS_1
"Udah bos ayo tulis lagi" Ucap cello sambil memandangiku menulis
Jam pelajaran pun dimulai...
Teeett...teeet...teeet...
"Oke anak-anak silahkan istirahat"
Semua siswa-siswi pun langsung bergerombol keluar kelas layaknya anak ayam.
"Ke kantin yuk" Nanda
"Aku bawa bekal nan" Aku
"Ya udah gua ke kantin yak" Nanda pergi meninggalkan kelas
"Bos bawa bekal apa? Boleh minta juga ga?" Cello
"Nih makan" Zayn memberi sebungkus roti coklat pada cello
"Apaan nih gua kan mau makan bareng bos gua" Cello
"Zayn?" Rose memanggil dari pintu kelas
"Cewek lu noh nyariin" Celetuk cello
Zayn langsung berjalan mendekati rose, sepertinya mereka akan ke kantin.
"Bos mau roti coklat?" Ucap cello membagi dua roti
"Aku mau aku mau" Ucapku mengangguk
Saat ingin memakan roti kepalaku kembali sakit, aku melihat zayn meregang nyawa di uks sekolah tapi aku tidak tahu itu kapan akan terjadi.
"I...i..iya?" Aku memegang kepala
"Kepalanya sakit?" Cello memijat kepalaku
"Iya sakit dikit, udah hilang kok" Aku
"Gimana kalo ke dokter bos? Soalnya sakitnya udah sering banget" Cello
"Engga apa-apa kok cel" Aku meyakinkannya
"Ya udah makannya dilanjutin, ntar pulang sekolah ke toko buku kan bos? gua ikut juga ya" Cello
Aku mengangguk
"Eh lu berdua belum abis juga tu makanan?" Nanda
"Kepalanya bos jeonna sakit lagi tadi" Ucap cello
"Liat apa lagi tadi?" Bisik nanda padaku
"Aku liat zayn sesak nafas dan tidak sadarkan diri di UKS sekolah" Bisikku
Nanda terkejut sembari memegang dada
"Sssttt..." Aku menyuruh nanda untuk diam
"Ada apa sih?" Cello
"Gak ada apa-apa, gua kekenyangan aja " Ucap nanda panik
__ADS_1
Zayn kembali ke kelas tanpa di dampingi rose, ia tersenyum manis sekali ke arahku dan kembali duduk di bangkunya.
Setelah semua jam pelajaran habis aku menemui zayn diparkiran bersama dengan cello.
"Kamu ngajak cello?" Ucap zayn
"Iya katanya juga mau ikut jadi aku bolehin" Aku
"Pake mobil gua aja sekalian bareng" Ucap Cello
"Engga lah, jeonna pake motor" Zayn
Cello kembali mengeluarkan senyum sinisnya
Sesampainya di toko buku, dan kami semua sedang mencari-cari buku tiba-tiba ada 3 anak perempuan dari SMA lain memperbincangkanku.
"Bukannya dia pacar atlit lari yang ganteng dan lagi viral itu? Liat mukanya juga biasa aja gak cantik-cantik banget pasti gunain segala cara biar bisa dapetin atlit ganteng itu" Samar-samar terdengar di telingaku
Aku mengernyitkan dahi dan terlihat sangat marah karena kata-kata itu menyinggung perasaanku.
"Kenapa bos?" Tanya cello
Zayn melihatku bingung
"Kamu liat ada 3 cewek SMA lain? mereka bilang aku pacar atlit lari yang lagi viral terus katanya aku biasa aja gak cantik dan gunain segala cara biar bisa dapat pacar atlit" Ucapku perlahan
"Oooo nyari masalah tu cewek sama gua" Ucap cello
"Udah jangan kesana, biarin aja mereka" Ucapku
Zayn menahan tubuh cello agar tak gegabah mengambil keputusan
"Kita pulang aja" Zayn
"Ya gak bisalah, tu orang udah bikin bos gua bete gini" Cello
Cello mendatangi ketiga perempuan itu sedangkan zayn menenangkanku dengan menggenggam tanganku.
"Lu pada lagi ngomongin cewek gua? Gak ada kerjaan lain lu? Sekali lagi gua denger lu ngomongin cewek gua yang engga-engga, abis lu pada ama gua" Cello
Ketiga perempuan itu tampak kesal dan segera meninggalkan toko buku.
"Yuk pulang" Ucap zayn
"Emang udah dapet apa yang dicari?" Aku
"Udah kok, yuk pulang" Zayn
"Ya udah kalo udah dapet kita pulang aja, gua ke toilet bentar ya" Cello meninggalkan aku dan zayn
Aku berjalan ke arah parkiran bersama zayn
"Sini tangan kamu" Zayn
Aku memberikan tangan kananku yang tadi dipasangi handband cello, dan zayn menggantinya dengan gelang batu-batuan berwarna biru muda yang ia beli ditoko buku tanpa ku ketahui.
"Headbandnya kembaliin aja ke cello kan udah ada gelang ini" Ucap zayn perlahan
"Hai bos" Cello merangkulku dari belakang sekembalinya dari toilet
"Kenapa headbandnya ditangan bos dilepas?" Lanjut cello
"Bawa pulang aja, jeonna udah punya gelang baru" Zayn ketus
__ADS_1