MY VISION

MY VISION
AKU ANEH?


__ADS_3

06.30 AM


Aku meminum susu yang selalu disiapkan Ibuku setiap paginya, bekal juga sudah ku masukkan ke dalam tas.


ibu ku mengeluarkan suara 20 oktafnya


"Jeoooonnnaaa, pacar lu nyariin nih" Teriak ibu


"Pacar? kayanya ibu mulai halu lagi deh" Ucapku pada ibu


Aku berjalan ke arah ruang tamu dan benar saja ada seorang pria namun aku hanya melihat bagian belakang dari tubuhnya saja karena dia menghadap ke pintu.


"Mana pacar yang ibu bilang?" Ucapku


"Nih" Tunjuk ibu


"Selamat pagi semuanya" Ucap zayn


"Huaaaaaa......" Aku teriak


"Ngapain kamu kesini?" Ucapku heran


"Jemput kamu karena kemarin sudah baik sekali merawatku yang sedang sakit" Ucap zayn tegas


"Romantisnyaaaaa" Ucap ibu dengan mata berbinar


"Apaan sih bu, ini teman sekelasku, dan satu lagi kamu gak pacaran!!" Aku


"Ibu masuk dulu ya" Ucap ibu kembali dengan mata berbinar dan gerakan yang aneh


"Aku naik angkot aja zayn" Aku


"Yaudah aku ikut kamu naik angkot" Ucap zayn


"Terserah kamu, ayo buruan" Aku


Zayn dan aku menunggu angkot di halte tempat biasa ku menunggu, tapi ada satu hal yang menarik perhatianku ada satu mobil hitam yang menunggu di seberang jalan, bahkan aku tak pernah melihat mobil itu sebelumnya padahal aku sudah tinggal disana selama 16 tahun, aku juga heran zayn gak naik motor kesini, aku memberanikan bertanya.


"Kamu naik ojek kesini ?" Tanyaku


"H...hmmmm... iya naik ojek" Zayn


"Pantesan ga ada bunyi suara motor tadi didepan rumah" Aku


Zayn hanya diam dan tersenyum.


Kami mendapatkan angkot dan lagi lagi penuh sesak, saat angkot itu mengerem dengan sangat tiba-tiba didepan gerbang sekolah sampai-sampai aku memeluk zayn tanpa disengaja.


"Kamu gak apa apa?" Ucap zayn sembari memegang wajahku dengan kedua tangannya


"H...hmmm.. Iya gak apa apa" Ucapku


"Ini bang uangnya" Zayn memberi uang selebaran 100ribu pada supir angkot


"Aduh dek gak ada kembaliannya" Supir angkot


"Iya ambil aja untuk abang" Zayn


"Terimakasih ya dek" Supir angkot


kami menuruni angkot tersebut dan masuk ke kelas

__ADS_1


"Dianya yang baik atau akunya yang ga punya uang ya" bisikku dalam hati


"SELAMAT PAGI SEMUANYA" Pak yogi,


Guru biologi yang galaknya ampun ampunan


"Silahkan prnya di letakkan di atas meja masing masing" Tegas pak yogi


"Aku lupa bikin pr" Ucap nanda


"Duh aku juga lupa" Ucapku


"Gawat, pasti kita suruh lari keliling lapangan basket" Ucap nanda


Pak yogi berjalan ke arah kami berdua , kepalaku mulai sakit lagi dan terlihat pak yogi akan berlumuran darah saat menghukum kami karena tertimpa pot bunga dari lantai 2 kelas XII, spontan aku berteriak


"Hati hati pot bunga paaaakkk jangan keluar dari kelaaass" Teriakku sembari menunjuk pak yogi


"Kamu meneriaki saya?, keluar kamu, lari keliling lapangan basket 5 kali" Pak yogi,


Aku was was dan ketakutan jika pak yogi mengikuti ku keluar dari kelas, Kakiku gemetar wajahku pucat, pak yogi tak mengindahkan perkataanku ia tetap keluar dan mulai menghitung jumlah putaran lariku.


kepalaku tambah sakit saat pak yogi menghitung saat putaran ke lima , memang benar pot bunga kelas XII tiba tiba jatuh saat di geser oleh pembersih sekolah.


*B**raaakkk*.....


Semua siswa dan guru yang melihat kejadian itu berteriak dan segera membawa pak yogi ke rumah sakit terdekat.


Aku menangis tersedu-sedu ditengah lapangan, semua teman sekelas ku berbisik dan mencemooh ku, zayn memandangku dengan tatapan nanar.


Saat itu tiba-tiba gerimis, nanda mendekatiku dengan wajah kasihan.


"Udah jangan nangis lagi, ke uks aja yuk" Nanda


"Zayn menyuruhku nemenin kamu" nanda


"Aku disini aja gak mau kemana mana nan" Aku


Zayn yang terlihat marah menghampiriku


"Kamu mau hujan hujanan gini sampe kapan? ikut nanda ke uks sana" Zayn marah


aku langsung memandang wajah zayn dengan wajar sembabku.


"Kalau aku gak mau memangnya kenapa?" Aku berlari menuju kelas dan mengambil tas lalu pergi dari sekolah, nanda berusaha menenangkan ku tapi tak ku indahkan.


"Jeonna mau kemana nan?" Ucap zayn


"Dia gak bilang apa apa cuma nangis aja daritadi" Nanda


"Aku nyusulin dia ya ntar kalo ada guru masuk bilang aja penyakitku kambuh" Zayn


"Iya, kamu jagain jeonna ya" Nanda


Zayn susah mengelilingi sekitaran sekolah tapi dia tak menemukanku,


sampai akhirnya dia mengecek GPS ku , aku berada di tepian sungai tak jauh dari sekolah, menenangkan semua pikiranku dari segala macam yang terjadi selama ini.


Zayn duduk disebelahku sambil melepar batu kerikil ke arah sungai.


"Kalau kamu nangis gak bakalan selesai semua masalah" Zayn

__ADS_1


Aku tidak mengeluarkan sepatah katapun.


"Kamu mau coklat?" Zayn memberiku coklat


aku pun mengambil coklat itu dan memakannya perlahan aku menjadi tenang.


"Bodyguard kamu ga ngikutin?" Tanyaku


"Mereka aku marahin abis-abisan tadi malam jadi khusus hari ini mereka ga ngikutin aku" Zayn


"Kamu kenapa baik sama aku?" Ujarku


"Aku lihat kamu itu anak perempuan yang polos dan baik gak dibuat buat, apa adanya beda sama semua yang pernah aku kenal selama ini, mereka hanya baik karena kau punya banyak uang" Zayn


Aku tidak berani melanjutkan lagi semua perkataanku takut menyinggung zayn.


"Tadi malam ada yang menelponku aneh sekali dia bilang senang bertemu denganku" Aku


"Mungkin pengagum rahasiamu" Zayn


"Ah yang bener aja muka kayak begini" Aku


"Aku lihat kamu itu anak perempuan yang polos dan baik gak dibuat buat, apa adanya beda sama semua yang pernah aku kenal selama ini, mereka hanya baik karena kau punya banyak uang" Zayn


Aku tidak berani melanjutkan lagi semua perkataanku takut menyinggung zayn.


"Tadi malam ada yang menelponku aneh sekali dia bilang senang bertemu denganku" Aku


"Mungkin pengagum rahasiamu" Zayn


"Yang bener aja muka kaya begini" Aku


"Emang muka kamu kenapa? cantik kok" Zayn


Aku tersipu malu, zayn berniat mengantarku pulang tapi kevin teman kecilku sudah menjemputku terlebih dulu.


"Itu pacar kamu ?" Ucap zayn


"Bukan , itu temanku dari kecil, aku pulang dulu ya" Ucapku


"Hati hati dijalan ya jeonna" Zayn melambaikan tangan


Zayn kembali ke sekolah dan melanjutkan pelajaran karena meskipun malas , zayn merupakan murid yang cerdas.


Aku akhirnya di traktir kevin nasi goreng pinggir jalan kesukaanku.


Sesampainya disana meskipun sudah mendapatkan tempat duduk kami masih harus antre karena ramai sekali yang antre dan terkenal memang nasi goreng yang sangat enak.


"Bang 2 nasi goreng gak terlalu pedas" Kevin


"Pin, makasih ya udah mau traktir" aku


"Biasa aja kali , biasanya kan lu juga sering traktir gua" Kevin


Kami memakan nasi goreng itu dengan lahap karena memang sedang kelaparan.


Saat akan pulang kami diharuskan membayar parkir, namun ternyata uang kevin hanya cukup untuk membayar 2 porsi nasi goreng, aku pun sedang tidak ada uang sepeserpun.


"Hitungan ketiga lu ikutin gua lari" Bisik kevin


"I..iya" Aku

__ADS_1


"Satu dua tiga , lariiiiii" Kevin berlari sembari mendorong motornya


aku pun berlari sekencang yang aku bisa.


__ADS_2