
Sepedaku sudah sangat butut, aku ingin membeli sepeda baru tapi uangku masih sangat kurang sedangkan jika minta ke ibu pasti tidak akan diberikan karena pengeluaran sedang banyak-banyaknya.
Aku kembali menunggu di halte depan gang rumah untuk menaiki angkutan umum menuju sekolah.
"Biar aku anter ya" Ucap zayn dengan mobilnya mendekatiku
"Gak usah" Ucapku singkat
"Liat udah jam berapa, gak apa apa aku anterin aja" Ucap zayn pelan
"Ya udah" Aku melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB
Tidak ada perbincangan sama sekali di dalam mobil, zayn hanya memandangiku sembari tersenyum tapi tak keluar satu katapun dari mulutnya.
"Makasih udah anterin" Aku
"Sama-sama" zayn sembari keluar dan membukakan pintu mobil
Aku turun dan menuju ruang kelas tanpa melihat wajah zayn.
Sesampainya dikelas aku diberikan satu plastik penuh berisi susu stroberi oleh kajeno teman sebangku zayn dulu.
"Buat aku?" Ucapku
"Iya tadi zayn nitipin ke gue" Ucap kajeno
"Gak usah, balikin aja, masih banyak dirumah" Ucapku
"Eh ambil aja, gue gak enak kali sama zayn masa di balikin" Kajeno
"Kenapa bos?" Ucap cello yang baru datang sambil berlari
"Zayn nitipin itu buat aku" Aku menunjuk seplastik penuh dengan susu
"Sini kalo lu gak enak biar gua yang kasih ke zayn" Ucap cello tersenyum sinis dan mengambil plastik tersebut.
Kami kembali duduk di tempat duduk masing-masing.
"Cello aku boleh pinjem uang gak buat nambahin beli sepeda baru ntar kalo udah ada uang, aku kembaliin ya" Aku berbisik pelan
"Ngapain minjem bos ambil aja" Cello memberikan dompetnya
Aku tersenyum dan mengambil dompet cello memeriksa beberapa lembar uang yang ada di dompet cello.
"Segini aja ya" Aku mengambil 300ribu di dompet cello
"Cukup ya?" Ucap cello
Aku mengangguk sembari tersenyum
"Biar gua temenin ntar bos cari sepedanya" Cello
"Iya" Ucapku tersenyum
Brrrt...Brrrtt..
Hpku ada pesan masuk dari zayn
__ADS_1
"Kenapa gak kamu terima?"
Aku menunjukkan pesan itu pada nanda, dan nanda bingung harus meresponnya dengan bagaimana.
15.30 WIB
Jam pulang sekolah akhirnya datang, Aku dan cello berjalan menuju parkiran mobil namun ku lihat juga ada zayn disebelah mobil cello.
"Pulang bareng yuk" Ucap zayn
"Aku mau pergi sama cello" Ucapku ketus
"Ayo bos masuk, sini biar gua tarok di kursi belakang tasnya" Cello sembari membukakan pintu mobil dan meraih tasku
Aku dan cello meninggalkan zayn di parkiran, ekspresinya saat itu sangat mengerikan ia menahan amarahnya sampai wajahnya memerah.
Akhirnya kami berdua sampai disebuah toko sepeda tak jauh dari sekolah.
"Silahkan dek, mau yang harga berapa?" pak rahmat penjual sepeda
"Yang paling mahal dan bagus" Ucap cello
"Enggak pak, yang 500ribuan aja" Aku menutup mulut cello
"Nanti yang manapun sepeda dia pilih bapak bilang aja harganya 500ribuan nanti sisanya saya yang bayar" Cello mendekati dan membisiki pak rahmat
Pak rahmat menangguk
"Silahkan dipilih dek, nanti saya beritahu harganya" Pak rahmat
"Gua tunggu disini aja bos" Ucap cello
"Tapi ini semua sudah ada harganya pak" Ucapku heran
"Khusus hari ini semua sepeda 500ribuan mbak" Ucap pak rahmat sambil melihat ke arah cello
Akhirnya aku memilih sepeda lipat berwarna merah yang ada di pojok, Akupun memberikan uang yang ku punya pada pak rahmat.
"Ini mbak sepedanya" Ucap pak rahmat memberikan kardus sepeda
"Ayo pulang cel" Aku meraih kardus dari pak rahmat sambil tersenyum dan membawa kardus berisi sepeda yang kudapat untuk dimasukkan ke dalam bagasi mobil
"Bentar gua mau sekalian beli helmnya buat bos" Cello masuk bersama dengan pak rahmat
Didalam gudang sepeda...
"Jadi berapa semuanya? sekalian mau helmnya juga" Ucap cello berbisik sambil membuka dompetnya
"10 juta dek" Ucap pak rahmat
Cello mengeluarkan kartu kreditnya dan memberikannya pada pak rahmat agar segera di proses.
"Ini dek kartu dan helmnya, makasih ya dek" Ucap pak rahmat
Cello dan pak rahmat ke luar dari gudang sepeda lalu menemuiku.
"Nih bos helmnya di kasih gratis" Ucap cello
__ADS_1
"Pasti gara-gara liat kamu di koran waktu itu mereka jadi kasih gratis" Ucapku tersenyum
"Terimakasih ya pak" Ucap cello tersenyum
"Kenapa sih pak banting harga? Apa karena tokonya sepi ya pak?" Tanyaku perlahan
"Oh i...iya mbak" Ucap pak rahmat
Cello pun mengantarkanku pulang dan setibanya di depan rumah
"Itu bukannya mobil zayn?" Ucapku
"Ngapain bos dia kesini?" Tanya cello
Cello turun dan membuka pintu mobil untukku, ternyata memang ada zayn sedang duduk berdua dengan ibuku di ruang tamu, ia memandangiku dan cello dengan pandangan tajam sembari mengepalkan tangan, aku juga melihat seplastik susu stroberi ada diatas meja ruang tamuku yang ku tolak tadi pagi saat diberikan oleh kajeno.
"Gua pulang dulu" Singkat zayn
"Kok pulang, ka jeonna juga baru sampe" Ucap ibu
Zayn melangkahkan kakinya dengan cepat dan dengan sengaja menyenggol badan cello sehingga sedikit terdorong.
Cello yang sedikit tersinggung mengejar zayn, mereka berbincang di depan rumah, sedangkan aku dan ibu melihat dari dalam rumah.
"Gua tau jeonna suka sama lu, tapi mulai sekarang gak lagi" Ucap cello sinis dengan nada pelan
"Kenapa?" Singkat zayn
"Karena gua bakal selalu ada buat dia, gak kayak lu! Gua juga bakal bikin jeonna lupa sama lu" Ucap cello
"Coba aja kalau emang bisa" Ucap zayn sinis sembari pergi meninggalkan cello
Cello tersenyum sinis lalu kembali masuk ke dalam rumah
"Ada apa tadi cel?" Ucap ibu
"Gak ada apa apa kok, gimana kalo kita buka kardus sepedanya" Ucap cello
Sementara itu....
"Rose kamu dimana?" Ucap zayn melalui telpon
"Aku lagi di mall nih sama temen-temen, kenapa?" Rose
"Kamu bisa temenin aku makan gak dikafe biasa" Ucap zayn
"Oke aku kesana" Ucap rose
Zayn dan rose mengenang masa lalu mereka saat sering datang ke kafe tersebut bersama-sama bahkan rose juga membawa foto polaroid mereka yang diambil beberapa tahun lalu.
"Kamu darimana zayn?" Rose
"Dari rumah jeonna" Singkat zayn
"Ngapain kesana lagi?" Rose menghela nafas panjang menahan amarah
"Gak apa-apa aku cuma rindu aja" Singkat zayn sembari melamun
__ADS_1
"Dia itu gak suka sama kamu, dia itu playgirl, kamu liat aja kan padahal lagi deket sama kamu tetap aja dia sama temennya yang urakan itu" Ucap rose meyakinkan zayn
Zayn menggelengkan kepalanya penuh arti