MY VISION

MY VISION
PUNYA MISI BARU


__ADS_3

Bengkak pada kaki ku sudah sedikit berkurang. aku berusaha berjalan keluar dari kamar, melihat zayn dan kevin masih tertidur dengan pulas, kepalaku tiba tiba sakit kembali. aku berusaha memegang kepalaku dan sontak terduduk di depan pintu kamar.


aku melihat kevin akan kecelakaan saat berangkat pergi kesekolah menggunakan motornya dengan luka parah dikepala dan lecet di kakinya.


"Kenapa kepala lu?" ibu


"Sakit bu visioner ini muncul lagi, kepin bakal kecelakaan bu, darahnya dimana-mana" Ucapku


Ibu panik tapi tidak ia tampakkan karena takut aku menjadi kepikiran, ibu membangunkan zayn dan kevin.


"Pin, bangun lu, sekolah, pake taksi online aja ntar pergi sekolah" Ibu panik


"Idididih... kok pake taksi online segala, mahal ah" Kevin sembari mengucek matanya


"Ntar gua tambahin ongkosnya" Ibu


Zayn menjadi terbangun dan mengulet karena perdebatan ibuku dan kevin, sedangkan aku masih terduduk lemas di depan pintu kamar.


Kevin dan zayn memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing menggunakan motor mereka,.


"Gua pulang dulu ya yon" Ucap kevin


"Aku juga mau pulang ya" Zayn


"Kalian hati hati ya" Aku mencoba berdiri sembari memegang dinding kamarku


Nanti pukul 10.30 WIB aku mau ke rumah sakit untuk mengecek keadaan kaki ku,


jadi dari sekarang aku mau sarapan, bersiap mandi, dan mengganti baju.


Pagi ini ibu menyiapkan roti bakar coklat untukku, aku memakannya dengan lahap.


Tepat pukul 10.25 WIB


"Yuk kita ke rumah sakit" Ibu berusaha memegang tanganku untuk membantuku berdiri,


berusaha berdiri dengan sedikit rasa sakit di kakiku, hpku berdering


"Benar saya bicara dengan keluarga dari kevin? kevin kecelakaan"


"Dia dimana sekarang?" Aku


"Dia ada di bawah jembatan sebelah mini market jalan antawarna"


Aku mematikan telpon itu dan bergegas ke alamat yang ditunjukan orang tadi.


"Bu aku pergi ya gak jadi ke rumah sakit, kepin kecelakaan" Ujarku


"Kamu mau pergi sama siapa**?" Ucap ibu


"Aku udah pesan taksi online bu" aku


Menaiki taksi online aku masih dengan wajah pucatku merasa sangat panik jika visioner ku tadi benar-benar terjadi.


Sesampainya di bawah jembatan yang dimaksud, aku memberanikan menapakkan kaki ku dengan menahan rasa sakit, aku tidak melihat orang satupun.

__ADS_1


"Apa aku salah tempat?" Aku


Masih memberanikan diri, aku berjalan lebih jauh untuk dapat menemukan kevin.


"*S***urpriseeeeee"


Teriakan yang mengagetkan ku.


ada banyak balon dan smoke bomb, serta spanduk bertuliskan "happy birthday jeonna 17 tahun**"


aku bahkan lupa kalau hari ini ulang tahunku, disana sudah ada kevin, zayn dan nanda.


"Jadi lu gak apa apa pin? gua dah panik" Aku panik membolak-balik memastikan kevin benar tidak apa-apa


"Tadi nyokap lu nyuruh gua pake taksi onlen, enak juga ya adem hehe" kevin


"Udah jangan becanda lagi, ayo tiup lilinnya dulu, make a wish" ucap nanda


aku hanya membuat permintaan agar semua orang yang aku sayangi terbebas dari segala marabahaya.


"Kalian kok tau ulang tahunku?" aku


"Ya taulah kan kita sahabat" Nanda


Tiba-tiba...


*B**raaakk*....


"Zaaaayyyynnn...." Teriakku


Aku merogoh tas selempang zayn mencari hpnya dan berusaha menghubungi bodyguardnya, akhirnya tersambung dan bodyguard beserta susternya akan datang, aku bersi keras bahwa orang tua zayn juga harus datang agar mereka juga tau apa yang dialami anaknya.


Setelah sampai di rumah sakit kasih ibu tepatnya di IGD, semua perawat dengan cekatan memindahkannya ke bed rumah sakit, langsung dipasang selang oksigen dan memeriksa pupil zayn.


tak lama datang suster dan bodyguard zayn,


"Mana tuan muda mbak?" Tanya bodyguard


"Dia didalam sedang di observasi, mamah sama papahnya mana?" Aku panik


"Mereka akan segera menyusul" Suster zayn


"Memangnya zayn sakit apa?" Tanyaku


"Tuan muda gagal jantung mbak" ucap suster perlahan


Kevin dan nanda hanya terdiam dan kebingungan, khawatir pun berkecamuk didalam pikiran mereka berdua.


"Tapi dia sama sekali gak kayak orang sakit" Kevin


"Tuan muda memang tidak pernah mau kelihatan sakit didepan orang lain, dia tidak suka dikasihani" Suster


"Wajar dia sering gak sekolah tanpa alasan, padahal dia pinter banget anaknya" nanda


Aku tidak bisa berkata-kata hanya tetes demi tetes air mata jatuh di pipiku. Aku bertekad menemukan orang yang sangat di cintai, agar sisa hidup zayn menjadi lebih bahagia dan berwarna.

__ADS_1


"Apa suster tau tentang perempuan yang disukai zayn itu?" Tanyaku


"Saya tau, namanya rose dia kuliah di kampus dekat SMA kalian, orangnya sangat baik dan halus, tapi ntah kenapa tuan muda saat itu tiba-tiba memarahinya dan tidak mau lagi bertemu" Tegas suster


"*K**eluarga zayn olivier*" Perawat rumah sakit


"Iya" ucap suster


"Saya masuk dulu ya mba" lanjut suster


"Bagaimana kalo kita mencari orang yang sangat dicintai zayn itu?" aku


"Aku juga mau ketemu sama cewe cewe kuliahan pasti cantik cantik hehe" Kevin dengan muka merahnya hampir mimisan memikirkan cewek kuliahan


"Mesum lu" Nanda


Bunyi brangkar zayn terdengar, dia sepertinya akan di pindahkan ke ruang kamar agar dapat beristirahat.


Aku dengan kaki pincang berusaha mengikuti nanda dan kevin ke lantai 4 kamar president suite yang dipesan untuk zayn, kamarnya sebesar ruang tamu menyatu dengan dapur rumahku, tapi orang tua zayn tak kunjung datang, mereka benar-benar sibuk bahkan saat zayn sedang berjuang hidup dan mati mereka juga tidak ada.


Hp suster zayn berbunyi, suster segera mengangkatnya


"Iya bu tuan muda masih beristirahat, kata dokter dia kecapaian, baik bu baik" Suster


Entah apa yang mereka bicarakan aku tidak dapat mendengar satu katapun dari ibunya karena mereka berbicara dengan berbisik, kurasa ibunya tidak akan datang karena harus mengurusi perusahaan yang ada di luar kota


"Sus , aku ikutan jaga zayn disini ya" ucapku


"Aku juga" Kevin


"Yang ada lu ngerepotin, udah lu ikut gua pulang" Nanda


"Cie ngajak gua pulang bareng" Kevin


"Ahelah gua tonjok juga lu" Nanda sambil mengepalkan tangannya bersiap membogem kevin


"Berantem mulu lu berdua tar jodoh lagi haha" Celetukku


"Gua jodoh sama dia? mending ga usah nikah!!" Kevin


"Bener bener lu yak" Nanda menoyor kepala kevin


"Ya udah yuk pulang, duluan ya semua" Ucap kevin


Aku menunggu zayn sembari memandangi pemandangan kota dari jendela kamar zayn yang cukup tinggi.


Tiba-tiba zayn terbangun memandangiku dan bersamaan dengan itu ada perempuan setengah bule membuka pintu kamar perlahan.


"Apa ini rose itu?" Bisikku dalam hati


Dia hanya memandangiku tidak berkomentar apapun, karena aku tak mau mengganggu mereka aku bergegas keluar dengan langkah kaki tertatih karena kejadian kemarin.


Setelah aku sampai diluar kamar hanya terdengar sedikit perbincangan mereka.


"Kamu gak apa apa kan? ini aku bawa makanan kesukaan kamu"

__ADS_1


Aku menelusuri lorong rumah sakit dan memesan taksi online untuk pulang.


__ADS_2