MY VISION

MY VISION
APALAGI INI?


__ADS_3

Visionerku malam ini timbul saat aku sedang di ruang makan dan menikmati semangkuk sup ayam, kali ini sama seperti biasanya dimulai dengan rasa sakit yang sangat menyiksa dikepala ku, mangkuk sup ku tak sengaja tersenggol dan jatuh ke lantai lalu menjadi terpecah belah.


Ibu yang mendengar suara pecahan mangkuk tersebut berlari mendekat ke arahku, dan segera membersihkannya karena tahu aku sedang sakit kepala akibat mendapatkan visioner.


Visionerku bertumpuk-tumpuk selama beberapa detik namun menjadi semakin jelas setelah itu, aku melihat Cello yang sedang menambahkan sebungkus serbuk pada gelas minuman zayn, tapi aku tidak mengetahui pasti serbuk apa itu, namun perasaanku menjadi tidak enak, Aku langsung menghubungi Nanda untuk dimintai pendapat tentang visioner yang baru saja muncul,


tak berselang lama Nanda mendatangi rumahku dengan wajah panik.


"Kenapa kenapa cerita cerita, ayo cerita cerita kenapa kenapa?" Nanda saking paniknya sampai terus mengulang-ulang perkataannya dan duduk di sofa ruang tamuku.


"Aku ngeliat Cello masukin sesuatu ke gelas zayn tapi gatau deh itu apaan" Bisikku agar tak terdengar oleh ibu.


"Apa ini ada hubungannya sama rose?" Nanda mulai mengingat-ingat saat ia bertemu dengan Cello dan Rose di sebuah kafe di depan toko buku.


"Ya gak mungkinlah, Cello kan di pihak kita" Ucapku perlahan sembari berjalan ke dapur untuk mengambil minuman soda kaleng.


KEESOKAN HARINYA

__ADS_1


10.00 WIB (Ruang Kelas)


Seluruh siswa dan siswi sedang mengerjakan tugas memasak per-kelompok untuk dijual sebagai bentuk ujian praktek wirausaha.


Kebetulan di kelompokku yang terdiri dari Zayn, Nanda, dan Cello membuat perkedel kentang, Aku kebagian tugas mengupas kulit kentang karena kurang hati-hati jariku tak sengaja berdarah, Cello sontak menghisap darah ditanganku dan meniupnya secara perlahan.


"Aku beli perban bentar ya" Ucap Cello perlahan.


"Gak perlu, lu aja zayn yang beli" Ucap Nanda ketus sembari terus sibuk menyiapkan bumbu-bumbu.


Aku, Cello, dan Zayn terkejut dengan perkataan Nanda terhadap Cello yang tak biasanya sangat ketus dan cuek.


Tak berselang lam Zayn kembali dan memasangkan perban dijari ku sembari meniupnya, Cello merasa sangat cemburu sehingga ia memutuskan untuk ke toilet.


15.30 WIB


Teeettt...teeet...teett (bel pulang sekolah)

__ADS_1


Anehnya Cello sangat terburu-buru pulang hari itu, Aku dan Nanda yang penasaran memutuskan untuk mengikutinya dengan memesan taksi online.


Setelah 10 menit mengikuti Cello akhirnya kami sampai di sebuah kafe tepat di depan toko buku yang pernah dikatakan oleh Nanda.


"Tu bener kan gua bilang, ni anak emang gak beres" Ucap Nanda dalam hati


"Ayo kita turun" Ucapku berbisik


Nanda membayar taksi online tersebut, lalu kami berdua mengendap-endap masuk ke dalam kafe dan duduk tepat di belakang sofa yang diduduki oleh Cello dan Rose.


Mereka berbicara dengan volume suara yang lumayan kecil membuat kami susah untuk mendengarnya, Namun ada satu-satunya kalimat yang ku dengar saat itu.


"Kamu udah bisa dapetin hati dia? Kamu bakal aku bayar lebih" Ucap Rose


Aku sontak berdiri dan membuat Cello dan Rose sangat terkejut dengan kedatanganku, Nanda berusaha menarik tanganku agar tak melabrak Cello dan Rose.


"Aku gak nyangka ya!" Ucapku ketus sembari membanting sebuah gelas berisi kopi ekspreso yang ada di atas meja Cello.

__ADS_1


Aku menangis sampai tersedu-sedu saat di perjalanan menuju halte, Nanda menghubungi Zayn untuk segera menjemput kami berdua.


Zayn sangat panik karena melihatku yang sudah gemetar karena sudah menangis terlalu lama dan merasa dalam tekanan, Zayn memasangkanku jaket yang ia kenakan lalu memelukku erat.


__ADS_2