MY VISION

MY VISION
PASANGAN BARU


__ADS_3

Nanda dan kevin tampaknya benar-benar dekat belakangan ini, setiap pulang sekolah ia selalu menemani kevin untuk sekedar mencari angin ataupun hanya sekedar untuk mengobrol.


Kevin sudah beberapa minggu ini izin tidak sekolah karena amnesianya yang belum pulih, kevin mengajak nanda bersepeda sore itu, tidak dengan dua sepeda melainkan kevin meminta untuk membonceng nanda.


Mereka pergi ke tepi sungai buatan di daerah perumahan nanda, duduk di bawah pohon menikmati angin sepoy-sepoy.


"Nanda, apa gua dulu pernah menyukai seseorang?" Ucap kevin


"Gua juga gak tau soalnya dulu kita kan gak terlalu dekat" Nanda


"Tapi kenapa setiap gua di deket lu, gua nyaman, tenang, damai banget ya, apa dulu gua suka sama lu?" Kevin


"Ng.... gak tau juga" Muka nanda memerah


"Gua punya sesuatu buat lu, gua yakin lu suka, soalnya tadi malam ingatan gua pas ngasih ini ke cewek tapi mukanya blur" Kevin memberi susu kotak stroberi


"Gua kan gak suka susu stoberi vin" Nanda


"Bukannya gua sering ngasih susu stroberi ya dulu? jadi itu siapa dong?" Ucap kevin


"Gua gak tau mungkin itu ibu lu, atau temen lu" Nanda


Kevin menatap dalam mata nanda, nanda tak kuasa menahan detak jantungnya yang cepat, wajahnya semakin memerah.


"Lu mau jadi pacar gua?" ucap kevin


Nanda yang saat itu mau gak mau meminum susu stroberi tersebut sontak tersedak.


"Uhuk...uhuukk..uhuk..uhuk" Nanda


Kevin menepuk pelan pundakku agar tak tersedak lagi.


"Gak apa apa kalau gak dijawab sekarang" Ucap kevin


Nanda sontak berdiri


"Iya gua mau" Ucap nanda girang


Kevin yang sedang duduk tersenyum melihat tingkah nanda.


Aku menelpon nanda untuk mengajaknya ke toko buku.


"Halo nan temenin ke toko buku yuk" aku


"Ntar aja ya gua lagi jalan nih sama kevin, kita dah jadian" Ucap nanda girang


"Waaahh.. selamat ya nan aku seneng kalo kamu seneng, udah dulu ya takut ganggu" Aku


Aku menutup telpon.


Kepalaku kambuh lagi, sakit sekali ntah apa lagi yang sekarang akan muncul.


Kali ini aku melihat zayn diatas gedung mengembangkan tangannya seperti orang mau bunuh diri, aku tau persis keberadaan gedung itu, tempat aku dan zayn makan malam saat itu.


Bergegas aku pergi dengan sepedaku menuju gedung itu, memarkirkan sepedaku, berlari menaiki tangga, aku menemukan zayn benar seperti yang visionerku lihat.


"Hei ngapain kamu disini!" Teriakku dari ujung pintu sambil ngos-ngosan


Zayn membalikkan badannya

__ADS_1


"Kamu yang ngapain kesini?" Zayn


"Kamu gak mau bunuh diri ya?" Ucapku


"Enggak lah, ngapain ngelakuin hal bodoh" Zayn


"Duh bener-bener vision yang ga sesuai nih, malu-maluin aja, sebelumnya visionerku selalu menunjuk ke hal sial kali ini kenapa berbeda ya?" Bisikku dalam hati sembari menepuk jidat


Aku segera membalikkan badan dan menuruni ratusan anak tangga yang berkelok itu, zayn berlari kearahku mengikuti ku menuruni gedung.


"Kamu kok bisa tau aku disini?" Zayn


"Visionerku" Aku keceplosan dan langsung menutup mulutku dengan tangan


"Visioner? apa maksudnya?" Ucap zayn heran


"Salah denger kali, aku mencari gelangku tertinggal diatas saat makan malam itu" aku


"Gelangmu hilang ya diatas? biar aku bantu cari" Zayn kembali berlari ke rooftop dan mencari gelangku


Aku yang tidak tega mengikuti zayn keatas.


tiba-tiba saja hujan turun , aku menyukai hujan, mengembangkan tangan dan melihat kearah langit sembari berputar, zayn melihatku heran dan senyum manisnya mengembang.


"Aduh..." Kepalaku sakit lagi


"Kamu kenapa?" Zayn panik menggendongku sisi gedung yang ada sedikit atapnya


"Kepalaku sakit sekali" Ucapku


Aku melihat banyak sekali bunga bertebaran ada lilin yang sangat banyak, dan ada seorang lelaki tapi aku tak tahu itu siapa.


Zayn mencoba mengelus kepalaku agar tak sakit, tak berselang lama sakit itu hilang.


"Tadi kepalamu sakit" Ucap zayn panik


"Gelangku udah ketemu, jadi gak perlu di cari lagi" Ucapku


Saat aku hendak turun aku melihat rose menaiki anak tangga dengan terburu-buru.


"Oh jadi mereka mau ketemuan, bagus deh" bisikku dalam hati


Mendapati baju zayn yang basah rose langsung mengeluarkan jaket yang ia bawa.


"Ini buruan kamu pakai nanti kamu sakit" Ucap rose


Zayn segera memakainya, mereka turun dari gedung itu secara bersama-sama pulang menggunakan mobil rose, sedangkan aku pulang dengan sepeda dengan kehujanan.


Entah kenapa ban sepedaku ini kempes lagi disaat yang tidak diinginkan.


Aku mulai mendorong sepeda tepat didepan gangku, tiba-tiba ada yang memayungiku, aku melihat kearah belakang ternyata kevin sedang mengenakan jas hujan dan memayungiku.


"Lu pin, gua kira siapa" ucapku


"Ngapain hujan-hujanan?" Kevin


"Biasa, ban sepeda gua kumat" Ucapku


Kevin memegang kepalanya, sontak payung itu pun jatuh, ia mulai melihat memori-memori masa lalunya.

__ADS_1


Aku menggotong kevin dan meninggalkan sepedaku di depan gang, aku hanya berharap sepeda bututku tidak hilang.


Rumahku


19.00 WIB


Kevin terbangun


"Akhirnya bangun juga, gua udah panik" aku


Kevin mengusal-usal rambutku


"Nungguin gua tidur ya lu yon" Kevin


"Lu udah inget nama kecil gua?" Aku


"Alhamdulillah" Ucap ibu


kevin menanggung dan kebingungan.


aku segera menelpon nanda.


"Nan, lu buruan kesini kevin udah inget semuanya" aku


Nanda yang mendengar hal tersebut langsung buru-buru mendatangi rumahku menerjang hujan dengan taksi online.


Sesampainya dirumahku.


"Kevin udah inget semuanya ya?" Ucap nanda dari kejauhan


"Iya gua udah pulih kayanya udah inget nanda, ibu, yona, semuanya" Kevin


"Terimakasih ya tuhan akhirnya kau sembuhkan pacarku" Ucap nanda


"Iya alhamdulillah nan akhirnya kevin bisa sembuh lagi" Aku senang


"Pacar? maksudnya gimana? hahahahahah masa gua pacaran sama cewe jadi-jadian kaya si nanda" Kevin tertawa terbahak bahak


"Ta..tadi..." Ucap nanda terbata-bata


"ssssttttt..." Aku menyuruh kevin diam


Nanda membendung air matanya, dan meninggalkan rumahku.


"Lu gak inget tadi udah nembak nanda? kelewatan lu ya" Ucapku


"Mana mungkin gua nembak dia yon, cewe jadi-jadian begitu, kayak cowok" Kevin


"Lu nya aja yang gak inget, tadi siang nanda bilang ke gua kalo lu nembak dia , dan kalian udah jadian, jahat lu" Marahku


Kevin tertunduk dan terdiam,


ibu hanya kebingungan melihatku memarahi kevin.


"Sekarang lu kejar nanda" Ucapku


Kevin akhirnya mengejar nanda ditengah hujan, ia menemukan sepedaku dan mengejar nanda dengan sepeda.


Ia berhasil memegang tangan nanda sambil berkata.

__ADS_1


"Sebenarnya wanita kedua yang kucintai setelah ibu hanya yona, gak ada lagi makanya gua kaget pas lu bilang kita pacaran, sekali lagi gua minta maaf sama tingkah laku gua" Kevin


"Lu suka sama jeonna? terus kenapa tadi nembak gua?" nanda kaget dan menampar wajah kevin sembari meninggalkan kevin ditengah hujan.


__ADS_2