MY VISION

MY VISION
CEMBURU


__ADS_3

Rumah sakit kasih ibu


sabtu 13.00 WIB


kevin diperbolehkan pulang karena tubuhnya sudah kembali fit, tetapi diharuskan sering kontrol lagi kerumah sakit untuk mengobservasi amnesianya.


Saat di perjalanan menuju rumah, kevin tidak mengeluarkan kata-kata maupun ekspresi apapun.


"Kita makan diluar yuk" Ucap adik kevin


"Yuk yuk yuk, mau mau mau" Ucap nanda centil


"Ketempelan ni anak" Ucapku sambil melihat gelagat nanda


Lagi-lagi kevin hanya diam.


"Makan di kafe yang ada di ujung jalan itu aja, ada kafe baru, bagus tempatnya bisa foto-foto" Ucap adik kevin


Kami semua sampai di "ALICIA ROSE CAFE".


turun dari mobil dan memasuki kafe tersebut, sangat colourfull banyak sekali orang foto-foto karena memang tempatnya instagramable, duduk di sofa berwarna ungu muda dengan bentuk membentuk setengah lingkaran.


"Ke toilet dulu ya" Aku


"Ikut deh" nanda


Toilet dengan cat berwarna pink muda, dengan cermin yang besar membuat kami betah berlama-lama berada di toilet,


kami pun keluar dari toilet.


"Loh? itu kan zayn" Aku melihat zayn sedang duduk di sofa coklat yang berada dekat jendela bersama rose


"Kayanya dia udah balikan sama kak rose" ucap nanda


"Iya bisa jadi, padahal udah ada rencana mau comblangin mereka tapi ga jadi deh, kan udah balikan" Ucapku


"Yuk gabung sama keluarga kevin lagi" nanda mengajak dan menarik tanganku,


aku tetap melihat mereka berdua yang sedang makan dan bercakap dengan serius.


Duduk kembali ke sofa ungu, aku tetap saja tidak fokus hanya bisa melihat kearah zayn dan rose duduk, sampai-sampai nanda menyuruhku untuk tidak terlalu memperhatikan rose dan zayn lagi.


Piring dan gelas sudah kosong, perut pun sudah kenyang.


Aku melihat zayn dan rose bergandengan tangan pulang lebih dahulu setelah membayar bill, mereka tidak melihat kami semua, karena hanya berfokus pada perbincangannya.


"Kayanya zayn udah bahagia sama kak rose, bagus deh ga usah susah payah lagi aku buat ngejodohin mereka" Ucapku dalam hati sembari melihat mereka keluar dari pintu kafe


"Kok diem aja sih? kayak ga fokus?" Nanda berbisik ke telingaku


"Engga apa-apa cuma sedikit sakit perut" Aku


"Vin besok mau gua temenin jalan pagi ditaman gak?" Nanda


Kevin hanya mengangguk tanpa ekspresi.


"Ikut dong guys" Aku


"Iya besok ya jam 7 pagi taman insani deket rumah kevin aja" Nanda


Keesokannya..


Minggu 07.07 AM


"Halo semuanya" Ucapku

__ADS_1


Nanda udah sampe dari jam setengah 7 pagi karena saking semangatnya mau jalan pagi.


Aku mengenakan setelan kaos oversize hitam, leging hitam, dan membawa botol minum hitam .


"Mo kemana lu item-item kaya dukun aja haha" Celetuk nanda


Kevin tertawa sambil memegang kepalanya yang sedikit sakit.


Kami berjalan-jalan di sekitar taman, sembari mencoba mengingatkan kembali akan memori masa lalu kevin.


"Pin, lu tau gak, nanda suka sama lu" Aku membisiki kevin


Kevin memandangiku, mungkin dia kaget atau tidak tau harus berkata apa.


Untungnya nanda sedang membelikan kevin kue cucur yang ada di ujung taman jadi dia tidak mendengarkan kami.


"Vin, nih kue cucurnya" Nanda


"Iya makasih" kevin


"Lucu juga liat kamu kalem kaya gini vin" Nanda tersenyum, kevin pun mengikuti nanda tersenyum.


Senang melihat kevin bisa tersenyum kembali.


"Aku jalan kesana dulu ya" Aku berusaha meninggalkan mereka berdua agar lebih dekat


Aku berlari-lari kecil di taman, hp berdering terlihat nama zayn berada di layar hpku.


"Halo" Aku


"Kamu dimana, aku samperin ya" Zayn


"Aku lagi jalan jalan di taman insani deket rumah zayn rumah kevin nanti pacar kamu marah kalo kamu kesini" Ucapku


Zayn langsung mematikan teleponnya.


Melihat ada pedagang somay, aku pun kesana dan memesan dan makan somay di kursi plastik kuning yang disediakan.


"Jeonnaaaaaa" Teriak zayn dari arah parkiran


Aku tetap memakan somayku dan tidak memperdulikan zayn, langkahnya mulai mendekatiku.


"Kang somaynya satu lagi ya" Zayn memesan somay


"Ngapain kesini?" Aku cemberut


Pedagang somay memberikan sepiring somay kepada zayn.


"Mau ketemu kamu" Zayn tersenyum


Aku yang sedang mengunyah hampir tersedak melihat senyumnya mirip suga bts.


"uhukk...uhuk..uhuk... mi..minum minum" Aku


"Eh ini ini minumnya" Zayn membuka tutup botol air mineral


"Zayn kok ganteng banget sih" Bisikku dalam hati


Zayn melambaikan tangannya didepan mataku


"Jeonna? jeonna? jeonnaaaaa???" panggil zayn


"Aku duluan ya" Ucapku


"Mau kemana? aku baru mau makan" Ucap zayn

__ADS_1


Aku meninggalkan zayn bersama pedagang somay, nanda dan kevin menemuiku didekat halte taman.


"Lu darimana?" tanya nanda


"Tadi abis makan somay, ada zayn juga gua tinggalin disono" Aku


"Pulang yuk kepalaku sakit" Kevin


Nanda yang panik langsung memesan taksi online dari aplikasi di hpnya.


"Itu bukannya zayn ya?" Ucap nanda


"Mana?" Aku


"Itu dibelakang mobil kita, lu liat deh" Nanda


Aku melihat ke kaca mobil belakang, zayn mengikuti kami dari belakang dengan mengendarai motornya, mendekati kaca samping mobil dia melambaikan tangannya ke arah mobil memanggil namaku, aku tak mengindahkannya.


Dia tetap mengikuti kami sampai ke rumah kevin, aku turun dari mobil zayn memegang pergelangan tanganku


"Aku pengen ngomong serius sama kamu" Zayn


aku terkejut dan terpaku, tapi aku mengingat jika semalam zayn bersama rose, aku melepaskan genggaman zayn dan masuk ke dalam rumah kevin.


"Kamu kenapa menghindar jeonna" Ucap zayn


Aku berhenti sejenak, tak lama melanjutkan langkah kakiku.


Zayn akhirnya dengan wajah gusar pulang kerumah, dia membanting coklat dan susu kotak stroberi yang di bawanya sembari meninggalkan rumah kevin.


nanda membaringkan kevin di tempat tidurnya.


"Ada apa sih tadi diluar kok ribut-ribut?" Nanda


"Ga tau tu si zayn, kesel gua" Aku


"Lu cemburu sama zayn ya gara-gara semalam**?" Ucap nanda


"Engga lah ngapain cemburu" Aku


"Ini punya siapa ya kak aku temuin diluar" Adik kevin membawa coklat dan susu stroberi yang di temukannya diluar rumah


"Ambil jeonna, itu pasti dibawain zayn kan?" Nanda


Aku mengambilnya dengan terpaksa.


"Udah la jeonna kamu ngapain marah-marah gak jelas, lagian kan zayn gak salah apa-apa" Nanda


"Dih.. aku gak marah kok, biasa aja" Aku mencoba mengelak


"Yuk minum obat" Ucap nanda ke kevin


kevin merasakan kepalanya sakit sekali, dan memori-memori masa lalu pun mulai muncul, membuat dia tidak bisa menahan sakit di kepalanya.


Tak berapa lama sakit itu mulai hilang, kevin meminum obat yang diberikan nanda.


"Gua pulang duluan ya pin, nan" Ucapku


"Iya hati hati ya , pake angkot atau taksi online?" Ucap nanda


"Buset, rumah gua deket sini, kepleset aja gua sampe rumah pake taksi taksian" Aku


Sepanjang jalan aku memikirkan bahwa tidak seharusnya marah pada zayn karena aku Bukan siapa-siapanya.


Aku berusaha menekan egoku.

__ADS_1


__ADS_2