
Mengayuh sepeda bututku pagi ini cukup menguras tenaga karena aku sedang tidak enak badan, aku bingung kepala ku sakit atau pusing karena rasanya tak karuan.
Saat ditikungan aku terjatuh dari sepeda karena terserempet sepeda motor, ada seseorang yang turun dari mobil yang menolongku, pria berpenampilan urakan dengan anting ditelinga kirinya dan tatoo di kedua lengannya rambutnya ombre silver.
Kepalaku menjadi semakin sakit tak tertahankan, visionerku muncul lagi kali ini dan korban selanjutnya yaitu rose.
Aku melihat dia akan terjatuh dari gedung yang tinggi dengan kaki patah dan luka parah dikepalanya tampaknya ia menjatuhkan dirinya sendiri.
"Lu gak apa apa kan?" Ucap cello sembari menolongku
Cello adalah atlit lari nasional bersekolah di SMA jayaraya.
Penampilannya sangat urakan seperti preman, rambutnya ombre silver dengan anting di telinga kirinya dan tatoo di lengan kirinya.
"Kaki lu berdarah nih" Lanjut cello
Aku cuma bengong memikirkan bagaimana cara menyelamatkan rose.
Sampai-sampai aku tidak sadar cello menggotongku ke tempat duduk yang ada tidak jauh dari jalan.
Cello membungkus lututku dengan handbandnya yang diambil dari saku celananya.
"Ini masih bersih kok belum sempet gua pake, sekolah dimana lu?" Ucap cello
Karena cello melihatku masih dalam lamunan, ia melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.
"Gua anterin ya?" Cello
"Aku minta jemput temenku aja kak makasih udah nolongin aku tadi" Ucapku tersenyum
aku menelpon zayn yang ternyata sudah berada di sekolah, ia buru-buru menjemputku setelah mendengar aku di serempet sepeda motor,
5 menit menunggu, zayn akhirnya sampai juga di tempat yang ku maksud, ia sangat khawatir ia juga membawa susu kesukaan ku ditangannya karena tau pasti aku ketakutan.
Ia membantuku berjalan dengan kaki ku yang sedikit perih menuju motornya.
"Gak makasih dulu nih?" Teriak cello
"Dia siapa?" Bisik zayn
"Dia yang nolong aku zayn" aku
"Oh iya makasih ya udah nolongin pacar saya" Ucap zayn sambil mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam dompetnya
"Gua gak perlu uang lu" cello senyum sinis meninggalkan kami pergi menggunakan mobilnya
zayn bingung merasa tidak ada yang salah dalam tingkahnya.
Kami berdua kembali ke sekolah.
"Permisi" Rose
"Ngapain dia kesini" Bisik nanda padaku
"Gak tau tuh paling mau ketemu zayn" Ucapku ketus
"Maaf pak, saya mau menjemput zayn tadi sudah izin sama kepala sekolah" Ucap rose pada pak ilham
"Iya silahkan" ucap pak ilham
Zayn segera berdiri dan membawa tasnya pergi sembari melihatku penuh arti,
__ADS_1
ia pergi, rose berusaha menggandeng tangan zayn, namun di tepis oleh zayn,
zayn mengirimi pesan pada hpku.
"*A**ku dijemput rose karena mama sama papa baru pulang dari bisnis mereka di singapura, jangan salah paham ya* :)"
"Idih... aku kan gak cemburu ngapain dia pake jelasin kaya gini segala" Ucapku dalam hati
Teeet...teeett...teet
Jam pelajaran telah selesai saatnya bergegas pulang ke rumah
"Asik asik 1 hari libur" Ucap nanda sembari membereskan buku yang ada di mejanya
"Libur mulu ih yang ada di pikiran kamu nan, aku juga sih haha" Aku
"Duh... aku lupa sepeda ketinggalan tadi pagi di ujung jalan sana" Tunjukku
"Duh aku juga gak bisa anter soalnya aku kan bareng ibu" Nanda
"Iya paling ntar aku ambil sendiri aja" aku
Berjalan pulang sendirian memang sedikit membosankan, aku lagi lagi bertemu pria yang tadi pagi menolongku, ia membuka kaca mobilnya.
"Preman sini ya? berani amat jalan sendirian" Cello
"Emang iya aku preman sini, kamu jangan macam macam sama aku, ntar aku panggilin komplotanku, aku ini bosnya" Aku
"Wah jadi lu yang komplotan black rose itu juga ya?" Cello mempercayai omonganku
"Iya lah black rose" Aku
"Sampai ketemu besok bos" Cello
Keesokan harinya..
08.30 WIB dikelas
"Selamat pagi anak-anak" Ucap pak budi guru bahasa indonesia
"*P**agi pak*" teriak siswa-siswi
Aku yang sedang menulis pr tidak terlalu memerdulikan kedatangan pak budi.
"Hari ini kita kedatangan teman baru, silahkan perkenalkan nama kamu" Pak budi
Aku sontak melihat ke arah depan ternyata...
"Hai bos black rose?" Ucap cello melambaikan tangannya padaku
Aku sangat kebingungan, zayn membalikkan pandangannya padaku, bahkan semua mata tertuju padaku
"Aduh ember amat mulutnya, jadi dia sekolah disini juga?" Ucapku dalam hati
"Nama saya marcello bisa di panggil cello" Ucap cello
"Silahkan duduk di bangku sebelah sana" Tunjuk pak budi ke bangku yang ada di belakangku
Cello berjalan sambil tersenyum padaku.
saat nanda pergi ke toilet bersama ku ada 4 kakak kelas perempuan yang menggoda dan mengatai nanda cewek jadi-jadian.
__ADS_1
Spontan nanda langsung menjambak rambut kakak kelas tersebut, aku mencoba memisahkan mereka, tapi aku hampir saja terkena tamparan dari salah satu kakak kelas tersebut.
Cello yang melihat kejadian tersebut menarik dan merangkulku agar tak terkena tamparan.
"Berani ganggu bos gua sama temennya lagi, kalian pulang gak bernafas" Ucap cello sambil menunjuk mereka satu-persatu
semua kakak kelas itu menunduk dan mundur teratur.
Cello memutar tubuhku memastikan tidak ada yang lecet.
"Ke kelas aja yuk" Ucap nanda
Aku mengangguk dan tidak berkata apapun karena shock,
cello menarik kursinya dan duduk di sebelahku bersama nanda, ia membuat aku dan nanda tertawa.
Zayn melihat kedekatan ku dengan cello mulai membuatnya tak nyaman bahkan ia sampai membanting hpnya ke meja sampai retak sembari terburu-buru keluar kelas.
aku, nanda, dan cello terkejut karena besarnya suara bantingan hp zayn, kami hanya memandangi zayn kebingungan.
"Aku bawa bekal roti bakar coklat nih, ada yang mau gak?" Aku mengeluarkan bekal dari laci meja
"Mau dong bos, laper nih" Ucap cello sambil mengusap perutnya
"Lu sejak kapan jadi atlit lari cel?" Nanda
"Dari kelas 3 sd sering ikut lomba-lomba lari, sebenarnya gua pengen jadi pemain piano tapi karena ayah gua terobsesi sama dunia olahraga ya jadilah begini" Ucap cello
"Berarti bisa main piano ya? mau dong diajarin" Ucapku
"Boleh , ntar kapan kapan gua ajarin ya" Cello sambil memakan roti coklat ku
"Bokap lu juga atlit yak?" Nanda
"Iya mantan atlit lari juga dulu, karena dulu selalu gagal dapet emas, jadi sekarang gua yang dipaksa berprestasi" Cello
Zayn kembali ke kelas membawa susu stroberi kesukaanku dan membantingnya di mejaku.
braak...
"Apaan sih zayn banting banting!" Nanda
Tidak sama sekali berbicara, zayn hanya diam dengan raut wajah marah.
"Kenapa zayn? kamu lagi ada masalah ya?" u
Ucapku
"Iya masalah, masalah banget" Ucap zayn marah
"Ceritalah sama kita kita ya gak" Celetuk cello
"ssttt...." Aku menyuruh cello diam
"Makasih ya susu stroberinya zayn" Lanjutku
*T**eeett...teeett..ttett*...
Bel pelajaran pun dimulai kembali
saatnya pembagian kelompok belajar, aku dikelompokkan bersama dengan nanda, zayn, dan cello, kami di haruskan mencari berbagai macam kumbang yang ditangkap sendiri dan harus di kumpulkan senin depan.
__ADS_1
Apakah kami mendapatkannya ya?