
Hari ini jadwal kontrol kevin kerumah sakit, ia di temani kakak pertamanya, aku tidak ikut kerumah sakit karena ada ujian praktek biologi dikelas.
"Hari ini kepin kontrol amnesianya nan di rumah sakit" Aku
Nanda hanya diam dan sibuk membaca buku catatan matematikanya
"Kamu masih marah sama aku ya nan? kepin itu sama sekali gak suka sama aku ingatannya masih belum pulih makanya kaya gitu" Aku
Nanda menatapku tajam, sambil menunjukku
"Lu mending diem ya! kuping gua nih hampir berdarah denger lu ngomong saking bulshitnya!!" Ucap nanda penuh amarah
"A...akku.." Aku kebingungan membendung air mata
Zayn yang baru masuk ke kelas langsung mendatangiku dan menegur nanda.
"Nan, bisa gak jangan kasar? jeonna gak ada maksud jahat sama kamu, kamu salah paham" Zayn
Nanda sontak berdiri membanting buku yang ia pegang lalu pergi, aku berusaha mengejar nanda namun diurungkan oleh zayn.
Zayn menggelengkan kepalanya dan menatapku.
"Kamu disini aja" Zayn
"Aduh" Aku memegang kepala
"Kenapa jeonna? kepala kamu sakit lagi ya? ke uks aja ya" Zayn menggendongku ditengah keramaian kelas
Visionerku muncul kembali aku melihat diriku sendiri yang akan jatuh dari tangga lantai dua karena di dorong oleh seorang perempuan.
Sesampainya di UKS yang ada di lantai 2 zayn membaringkanku di bed dan menyelimutiku.
"Cewek itu siapa ya, kenapa aku gak bisa liat wajahnya" Bisikku
"Kenapa bisik bisik jeonna?" Ucap zayn
"Eh enggak zayn, kepalaku udah gak sakit lagi balik ke kelas yuk" Ucapku
"Ya udah kalo gitu, aku ke kantin bentar ya mau beli susu buat kamu biar mood kamu enak" Zayn
"Iya zayn" Ucapku
Aku berjalan dengan penuh hati-hati saat menuruni tangga.
BRAAAAKK....
Benar saja, aku seperti di dorong dari belakang entah siapa yang mendorongku,
aku hanya berharap perempuan yang mendorongku bukan nanda.
Lututku dan dahiku sedikit berdarah, aku kembali ke UKS untuk membersihkan luka.
Sesampainya di lab biologi..
"Ujian praktek ini sistemnya bergantian ya sesuai absen jadi buat yang belum dipanggil jangan berisik" Ucap bu sofia guru biologi
"Kepala kamu kenapa nan? tadi gak gini" Ucap zayn di lab saat akan ujian praktek biologi
"Gak apa-apa tadi jatuh dari tangga mungkin kepalaku agak sedikit pusing tadi" Aku sembari memandangi nanda penuh arti dari kejauhan
"Ini bener gak apa-apa?" Zayn memegang sedikit perban penutup luka pada dahiku
"Engga apa apa kok hehe" Ucapku sambil tersenyum
"Nanti pulang bareng yuk" Ucap zayn
__ADS_1
"Sepedaku gimana?" Aku
"iya pulang pake sepeda kamu, aku yang boncengin" Zayn
"Loh jadi pake sepedaku? motor kamu gimana?" Aku
"Ntar biar pak darma yang ambil" Ucap zayn
Bu sofia memanggilku untuk praktek selanjutnya, aku berjalan menuju meja panjang tempat bu sofia duduk.
pluk...
Aku melihat ada permen karet yang telah dikunyah terlempar mengenai punggungku sontak aku melihat ke arah belakang, ternyata nanda yang melemparku, aku hanya tertunduk.
15.30 WIB
teeettt...teeettt...teeeet...
Bel pulang sekolah berbunyi
sepertinya nanda mendapatkan telpon entah dari siapa, terdengar samar-samar ditelingaku
"Halo iya kak?, oh iya iya aku kesana" Ucap nanda sembari berjalan terburu-buru
"Hei, yuk pulang" Zayn menepuk pundakku
"Ngagetin aja sih zayn, yuk pulang" Aku memegang jantungku yang berdetak kencang karena kaget.
"Aku punya sesuatu buat kamu, nih" Zayn memberiku susu stroberi dan sebuah buku
"Buku apa ini zayn?" Aku
"Ntar aja dirumah bukanya sini aku masukin ke tas kamu" Ucap zayn memasukan buku dan susu ke dalam tasku
Zayn membonceng dan menggowes sepedaku, aku berpegangan pada zayn.
*S**reeekk*... Zayn mengerem sepeda, rose turun dengan kaki indahnya.
"Ada apa nih?" Ucapku
"Ngapain kesini" Ucap zayn pada rose
"Temenin aku makan yuk" Rose
"Ya udah bareng jeonna juga" Ucap zayn
"E....mm.... aku pulang duluan aja zayn" Ucapku merasa tidak enak
"Aku gak ikut kalo jeonna gak ikut" Ucap zayn
"Gak apa apa kamu ikut aja jeonna" Ucap rose
Aku hanya mengangguk dan mengernyitkan dahi. Kami menuju "ALICIA ROSE CAFE" yang ternyata adalah kepunyaan rose, sedangkan sepedaku akan dibawa oleh pak darma asisten zayn.
Sesaat setelah sampai di kafe zayn turun dan membukakan pintu mobil untukku, rose memandangiku sinis sembari berjalan anggun menuju pintu masuk.
Kami bertiga duduk di sofa coklat tempat aku melihat mereka makan berdua saat itu, rose memanggil pelayan.
"Iya kak silahkan" ucap pelayan sembari memberikan buku menu
"Watermelon juice satu" Rose
"Milkshake stroberi dua" Ucap zayn
Aku sontak melihat ke arah zayn, rose melihatku dengan lebih sinis.
__ADS_1
"Kepala kamu kenapa" Ucap rose
"Tadi kepleset ditangga kak" Aku menunduk
Rose tersenyum sinis
"Kok baju kak rose sama dengan perempuan yang mendorongku tadi" Bisikku dalam hati
"Aku ke toilet dulu ya" Ucap zayn
Rose menatapku tajam, mulai mengubah gesture tubuh yang awalnya anggun menjadi menyeramkan.
"Kamu jangan sok cantik ya deket-deket sama zayn, dia itu cuma jadiin kamu pelarian, jadi please mulai hari ini jauhin dia, dia itu punya aku, ngerti?" Rose menunjukkan jari telunjuknya tepat di depan wajahku
"Aku cuma berteman sama zayn gak ada apa-apa" Jelasku
"Sekarang, mendingan kamu pulang, jangan ganggu kami berdua" Rose
Aku yang tersinggung memutuskan untuk pulang berjalan kaki menuju halte, aku merogoh tasku mencari hp.
"Kok hp ku gak ada ya, perasaan tadi ada deh, dimana ya" Ucapku
"Nih hp kamu" Zayn mengulurkan tangannya
"Loh kok kamu disini? kak rose kamu tinggalin?" Aku
"Kan tadi aku udah bilang aku gak mau makan kalo kamu gak ada, nunggu angkotnya berdua aja yuk" Ucap zayn
"Ii..i..iya" Aku
Brrt...brrtt..brrt...
Nanda mengirimi ku pesan
"*N**anda bener aku salah paham, maaf ya nanti malam aku kerumah kamu ya*"
Aku tersenyum lega akhirnya nanda mengerti.
aku bercermin dengan kamera hp, lalu mengajak zayn untuk selfie karena saat itu cahaya sedang bagus.
"Zayn selfie yuk" Ucapku menahan gengsi
"Sini biar aku yang pegang hpnya" zayn
*C**krek*...
zayn membuat duck face dan aku tersenyum
"Bagus nih fotonya aku upload ya di ig" Zayn
"Eh jangan ntar kak rose marah" Aku
Zayn mengernyitkan dahinya kemudian menunduk dan menghela nafas panjang
"Aku udah bilang kan aku suka sama kamu" Zayn
Jantungku seperti lepas dari tempatnya, wajahku memerah, aku tidak menyangka zayn akan sefrontal itu.
"Kamu mau jadi pacar aku?" Ucap zayn sembari menatap mataku
"A...a..aku..." Aku gugup
"Gak perlu di jawab sekarang kok" Zayn tersenyum
Angkutan umum akhirnya sampai untuk mengantarkan kami berdua pulang.
__ADS_1
Nanda menemuiku dan menceritakan jika ingatan kevin belum pulih benar, ia masih terjebak dalam masa lalunya saat menyukaiku, aku pun tak tahu kapan kevin menyukaiku ia tak pernah bilang apapun.