MY VISION

MY VISION
GARA-GARA FIRST KISS


__ADS_3

Kepalaku sakit sekali hari ini karena visionerku tidak dapat dikendalikan, muncul beberapa visioner yang aku bahkan tak bisa melihatnya dengan jelas lalu berganti visioner berikutnya.


09.00 WIB (diruang kelas)


"Apa sebenarnya yang terjadi padaku, kepalaku sakit sekali" Bisikku dalam hati


"Bos kenapa?" Bisik cello dari arah belakang


"Ssstt.." Ucap nanda pada cello


"kepalaku sakit banget nan" Ucapku perlahan pada nanda


"Visionernya muncul lagi?" Ucap nanda


"Iya tapi gak jelas, semuanya saling menumpuk" Ucapku perlahan sembari memegang kepala


"Apa yang salah ya? Gimana kalo aku temenin kamu buat ketemu temen aku yang persis kaya kamu, mana tau dia ngerti masalah kayak gini, ntar gua telpon kevin suruh temenin kita" Ucap nanda


Sepulang sekolah aku, nanda, dan kevin pergi mengunjungi kediaman yama menggunakan taksi online, yama adalah seorang cowo berusia 27 tahun, ia juga dapat melihat visioner sepertiku.


Sesampai dirumah yama aku melihat bangunan yang sangat membuat bulu kudukku berdiri, disana ada berbagai macam sesajen, bunga melati segar tergantung dimana-mana.


"Kok serem banget nan" Bisikku


"Iya ini mah serem kayak rumah dukun" Ucap kevin


"Sssstt... Dia tu gak cuma visioner, dia juga bisa liat hantu" Ucap nanda


"Ih nan, pulang aja yuk" Aku menarik tangan nanda, dan tetap memegang kepalaku


"Eh tungguin" Ucap kevin


Tiba-tiba saat aku akan berbalik aku melihat wajah yama tepat didepan wajahku, wajah yama pucat sekali dan memiliki tatapan yang kosong.


"Sana ngomong" Bisikku meminta nanda untuk membuka pembicaraan


"Langsung masuk aja" Ucap yama melengos masuk ke dalam


Aku dan kevin mulai sikut-sikutan takut untuk masuk ke dalam rumah, sedangkan nanda sangat berani masuk lebih duluan.


Aku melihat konsep ruang tamu yama seperti ukiran jawa kuno, didominasi warna coklat tua.


"Kalian ada perlu apa?" Ucap yama sembari menyodorkan minuman kaleng


"Ini temen gua yam, katanya visionernya numpuk numpuk" Ucap nanda


Yama pergi keruang bukunya, yang tak jauh dari tempat kami duduk, ia juga membaca dengan teliti bagian bab visioner.


"Kamu habis dapet ciuman pertama?" Ucap yama


"Eh buset ciuman?" Kevin langsung melihat kearahku sembari tersenyum

__ADS_1


"I...iya" Ucapku menunduk malu


"Dih.. Ga cerita cerita lu" Celetuk nanda


"Dibuku ini tertulis ada beberapa pemilik visioner yang bakal terjadi secara acak tidak dapat dipastikan lagi kebenarannya dikarenakan mendapat ciuman pertama, tapi visioner yang bertumpuk itu hanya muncul jarang-jarang, namun saat sudah muncul ia akan berlangsung lama" Ucap yama


"Jadi gimana mengatasinya?" Ucapku sembari terus memegangi kepala


"Caranya cuma kamu harus mencium pria yang kamu cintai, dia juga harus mencintai kamu, lalu kamu akan terbebas dari semua visioner, dengan nama lain kamu akan kehilangan visioner" Ucap yama


"Ih yang bener aja" Ucapku kaget berdiri dari tempat duduk


"Emang siapa yang nyium lu" Ucap kevin


"Zayn" Bisikku pada nanda dan kevin


"Ganteng banget lagi ciuman pertamanya haha" Goda nanda


"Bukan itu masalahnya sekarang, gak mungkin kan aku cium dia lagi, mau tarok mana harga diriku" Ucapku ketus


"Ingat persyaratan dari ciuman itu kamu dan dia harus saling mencintai" Ucap yama dengan tatapan kosong


"Berarti lu harus cari pacar" Ucap kevin


"Ah tenang, ntar gua bantuin audisi cowok yang bakal jadi pacar lu" Ucap nanda


Akhirnya setelah berlama-lama dirumah yama, kami pun segera pulang ke rumah masing-masing.


"Jeonna, makan malam dulu" Teriak ibu


"Iya buuuu" Aku melangkahkan kaki ke dapur


"Kenapa muka lu kusut amat?" Tanya ibu


"Gak apa-apa kok bu, cuma lagi laper aja" Ucapku


"Laper lu? Untung ibu masak banyak" Ucap ibu


Memang banyak sekali makanan yang ada diatas meja makan, mulai dari sup daging, plecing kangkung, sampai ada dessert, udah kayak ada acara arisan.


Aku menutup malamku dengan perut kenyang dan pikiran tenang.


06.30 WIB


BRRT...BRRTT... (Getar alarm hpku)


"Jeonnaaaaa... bangun udah pagi sekolah lu" Teriak ibu didepan pintu kamarku


Aku sangat bersemangat pagi ini untuk mencari pacar disekolah, dengan tampilan super feminim berkat sentuhan tangan ibuku aku pergi kesekolah.


Sesampainya disekolah disambut dengan tatapan seluruh siswa-siswi yang terpesona ke arahku melihat dari atas sampai bawah tubuhku.

__ADS_1


"Apa aku jelek banget ya?" Ucapku sambil bercermi di spion motor yang ada diparkiran


"Bos" Cello menepuk pundakku


"Duh jangan ngagetin la" Aku melihat ke arah cello


Cello terkagum-kagum dengan polesan di wajahku dengan rambutku yang tertiup angin.


"Cel? Celloooooo" Aku menyadarkan cello yang terpana


"Eh iya iya bos, masuk kelas yuk bos" Cello merangkulku


"Jeonna cantik banget hari ini, lebih cantik dari biasanya" Lanjut cello dalam hati


Zayn yang sedang duduk dikelas sembari membaca sontak berdiri melihatku yang baru masuk ke kelas bersama cello.


"Jeonna beda banget, apa dia udah jadian sama cello makanya dia merubah penampilannya" Ucap zayn dalam hati


Aku kembali duduk di mejaku, nnada yang baru datang langsung berlari ke arahku dengan rasa semangat.


"Gimana udah siap? Cantik banget lu hari ini, gua udah buat brosur nih" Ucap nanda


"Brosur buat apa sih? jangan ajak bos gua ngelakuin hal aneh ya nan, awas lu" Cello


"Emang bakalan ada yang daftar?" Bisikku


"Udah, ntar lu ikut kita berdua aja" Ucap nanda


"Nih bos" Cello memberi susu stroberi


"Makasih" Ucapku tersenyum manis pada cello membuat cello salah tingkah dan menjatuhkan kotak susu yang dipegangnya


Sepulang sekolah nanda berencana mengaudisi semua yang akan jadi calon pacarku di aula sekolah, dia juga akan menempelkan brosur tersebut di mading.


Namun ekspektasi tak sejalan dengan realita, tak ada satupun yang datang ke audisi untuk menjadi pacarku.


"Apaan sih lu nan bikin audisi audisi begini?" Ucap cello ketus


"Ini kan buat kebaikan jeonna juga" Ucap nanda


"Kebaikan apa maksud lu?" Cello menahan amarah


Saat sedang sibuk mendengarkan pertengkaran nanda dan cello, ada langkah kkai yang terdengar berjalan masuk ke dalam aula, namun pandangan kami terhalang cahaya dari pintu menyebabkan tak terlalu jelas siapa yang berada di pintu, tetapi seseorang itu mulai mendekat kami bertiga pun kaget saat yang datang adalah zayn.


"Zayn lu mau ikut audisi?" Ucap cello


Aku dan nanda saling tersenyum akhirnya ada yang datang untuk melakukan audisi, tetapi zayn ynag punya gengsi tinggi tidak mengaku bahwasannya akan melakukan audisi.


"Engga, mau kasih buku nanda ketinggalan dikelas" Ucap zayn sembari menyodorkan buku


Akhirnya audisi hari ini gagal, dan kami semua pulang kerumah berniat untuk tidak melakukan audisi seperti ini lagi karena tidak efektif.

__ADS_1


__ADS_2