
Tepat hari ini Cello akan dibebaskan dari penjara, namun masalah tidak sampai disitu saja, Cello pasti akan di skors dari sekolah selama beberapa minggu.
Aku benar-benar tidak mengerti kenapa ia selalu saja baik padaku bahkan sampai rela masuk ke penjara.
Setelah proses administrasi untuk proses keluarnya Cello dari penjara telah selesai dilakukan, Aku meminta izin pada pak Liu untuk mengajak anaknya pergi makan malam bersama disebuah restoran tak terlalu jauh dari tempat kami berada.
HOTPOT CAFE, pukul 16.50 WIB
"Kamu mau pesen apa cel?" Tanyaku pada cello sembari membolak-balik buku menu,
"Kenapa sih lu belum sadar juga kalau gua suka sama lu bos jeonna" Cello tak menjawab sepatah-katapun melainkan hanya tersenyum sembari berbicara dengan suara yang kurang jelas. Ia tampaknya melamun terlalu jauh sampai-sampai mencium sendok dan sumpit yang ia pegang.
"Woy!! Kamu lagi mikirin apa? Mesum ya !!!" Aku memukul kepalanya dengan sendok yang ku pegang.
"Eh sorry bos sorry, gua laper banget sampe sampe gua kira ini sendok makanan" Cello mencoba untuk ngeles kayak bajaj.
__ADS_1
Setelah memesan dan makanan hadir dihadapan kami tak berlama-lama kami langsung melahapnya tanpa sedikitpun tersisa, bahkan aku sampai bungkus beberapa untuk ibu.
Cello mengantarkan tepat didepan gang kecil rumahku, saat aku sudah berpamitan dan ingin turun ia menarik tanganku sambil tersenyum, kami bertatapan cukup lama.
"Bos gua mau ngomong sesuatu" Ucap Cello dengan wajah serius dan mengeluarkan bunga mawar yang sudah dirangkai sedemikian rupa.
"Gua suka sama lu bos, gua mau jadi orang paling istimewa dihati lu, gua juga pengen selalu ngebahagiain lu" Ucap Cello perlahan sembari terus mengeluarkan senyum manisnya
"Eh... Becanda mulu ih, lagi latian mau nembak siapa?" Ucapku polos dan menepuk pundaknya, mungkin karena merasa tanggapan dariku membuat mentalnya drop, Cello mengiyakan apa yang aku katakan.
Aku bergegas turun dan berjalan di gang kecil tersebut, tanpa ku sangka Cello membuka pintu mobilnya ikut turun dan lari mengejarku.
Disaat yang bersamaan Zayn dengan mengendarai motornya melewati gang rumahku dan melihat Aku bersama Cello yang sedang berpelukan.
Dengan penuh amarah ia menghidupkan klakson panjang ke arah kami berdua, Aku yang canggung langsung melepaskan pelukan Cello.
__ADS_1
"Cewek murahaaann....!!!" Teriak zayn sembari memacu motornya dengan kencang meninggalkan kami berdua, Cello yang melihat kejadian itu hanya tersenyum sinis.
Kriingg...kriiingg...
Ponsel Cello berdering keras tampak nama rose pada layar ponselnya, aku sangat bertanya-tanya kenapa rose menelepon orang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan zayn.
Cello berpamitan denganku sembari melipir jauh untuk mengangkat telpon dari rose, mereka bertemu disebuah kafe depan toko buku.
Sesampainya Cello dan Rose dikafe...
"Gimana? Lu udah bikin jeonna jatuh cinta? Gua udah bayar lu mahal ya" Ucap rose
"Gua bentar lagi bisa dapetin dia, lu tenang aja, lu urusin aja si zayn" Ucap cello tersenyum sinis
Jadi rose saat itu menawarkan bantuan Pada Cello yang sedang cidera kaki dan tidak mempunyai biaya cukup untuk operasi dengan syarat Cello harus membuat Zayn dan Jeonna saling membenci satu sama lain, Cello yang tidak tega melihat ayahnya bersusah payah mencari uang akhirnya menyetujui syarat yang di berikan Rose.
__ADS_1
Rose juga membiayai Cello untuk pindah ke sekolah yang sama dengan zayn, dan memberikan uang setiap bulannya pada cello.
Namun seiring berjalannya waktu, ia malah benar-benar jatuh cinta padaku dengan tulus.