MY VISION

MY VISION
STRAWBERRY MILK


__ADS_3

teeet...teeet...teet..


jam pelajaran pertama selesai saatnya istirahat.


"nan, aku bawa bekal nih makan bareng yuk" aku


tidak keluar sepatah katapun dari mulut nanda, ia hanya mengernyitkan dahinya dan meninggalkanku dikelas.


"nanda kenapa sih kok aneh banget hari ini" bisikku sambil mengunyah nasi goreng yang di bawakan ibu


zayn membalikkan badannya.


"hari ini aku juga bawa bekal" ucap zayn


"ya terus kenapa?" tanyaku nyolot


"makan bareng ya" ucap zayn


"makan tinggal makan aja berisik banget" aku


zayn mengusa-usal rambutku sambil tersenyum


"kamu kenapa sih marah marah terus, nanti sore ikut aku yuk" zayn


"kemana?" tanyaku


"ikut aja, pasti suka" zayn


brrtt...brrtt...brrtt..


rose menelpon zayn, zayn berdiri sembari berjalan menjauh dariku ia menjawab telpon dari rose, entah apa yang mereka bicarakan.


tampaknya mereka bertengkar, karena seusai perbincangan itu zayn tampak memasamkan wajahnya.


aku ingin pergi ke toilet, sesampainya di pintu toilet aku bertemu dengan nanda.


"kamu kenapa sih nan? kalo aku ada salah aku minta maaf" ucapku


"masih gak sadar salah lu apa?" nanda dengan nada tinggi


"lu tau kan sebenernya kevin itu gak suka sama gua!!" nanda


"apa sih maksudnya aku gak ngerti ! dia suka sama lu!! lu gak inget dia beliin buku buat lu sampe kecelakaan?" ucapku


"masih sok polos lu ya! kevin itu suka sama lu !" ucap nanda sembari menahan tangis


zayn yang melihat perdebatan aku dan nanda berusaha menenangkan kami berdua.


"udah kamu ikut aku" zayn menarik tanganku sampai ke taman sekolah,


zayn berusaha menenangkan ku dengan susu stroberi yang dibawanya.


"tapi kevin itu gak suka sama aku, nanda salah paham zayn" aku menangis sambil meminum susu yang di beri zayn


"iya mungkin dia lagi gak mood, entar juga baik lagi, kamu abisin ya minumnya" ucap zayn sambil tersenyum


sepulang sekolah aku berniat untuk naik angkot.


"yonaaaaa" teriak kevin sambil tersenyum dari luar gerbang sekolah


"pasti mau jemput nanda" bisikku


aku mendekati kevin di luar gerbang.


"mau jemput nanda ya pin?" tanyaku


"kok nanda lagi sih! gua kan mau jemput elu" kevin

__ADS_1


nanda melihat kevin menjemputku, ia berjalan melewati kami berdua sambil berbisik ke arahku.


"pengkhianat" nanda


aku menolak diantar pulang kevin, dan melihat zayn mengendarai motornya aku langsung meminta zayn mengantarku pulang.


"zayn anterin aku pulang ya" aku


"kok pulang, kan kita mau pergi" zayn


"kalian mau kemana?" kevin


"kita kan udah jadian terserah kita mau kemana" ucap aku


zayn mendengar itu terkejut dan memandangiku penuh arti, sedangkan kevin wajahnya merah menahan amarah sembari mengepalkan tangannya.


"ayo pergi" aku sembari memeluk pinggang zayn


"peluk yang lama ya" ucap zayn menggenggam tanganku yang memeluk tubuhnya


"dih... apaan sih, aku cuma gak mau dia suka sama aku, kita udah temenan lama banget, lagian juga nanda suka sama kevin" aku melepaskan pelukan.


17.40 WIB


kami sampai di tempat yang dimaksud, zayn mengajakku ke suatu taman yang sudah ia booking, banyak sekali bunga dan riasan lilin.


"siapa yang ulang tahun zayn" tanyaku


"gak ada yang ulang tahun" zayn


"kok ada gambar gambar hati segala zayn? oooo aku tau aku tau ini tempat buat ngajak balikan kak rose ya ? romantis banget zayn" aku


zayn memegang tanganku sambil menatap mataku.


"I JUST WANNA SAY I LOVE YOU JEONNA" tegas zayn


kevin ternyata mengikuti kami berdua sontak ia yang melihat kami sedang bergenggaman tangan membogem mentah zayn dengan membabi buta.


"berhentiiii !!!" teriakku


kevin berhenti memukul zayn, zayn yang sudah lemas dan dengan penyakit jantungnya langsung tidak sadarkan diri ditempat.


"lu gimana sih pin, lu liat apa yang lu lakuin zayn jadi begini" aku panik dan menelpon asisten zayn dengan hp zayn yang ada di tas.


tak lama berselang pak darma datang, ia menggotong zayn masuk ke mobil, aku ikut mengantar zayn dan meninggalkan kevin sendiri di taman itu.


......


19.30 WIB


kamar zayn


zayn memegang lebam pada pipinya


"kamu udah bangun?, aku kompresin ya lebamnya biar ga terlalu bengkak" aku


zayn hanya mengangguk dan menahan rasa sakit di wajah dan tubuhnya.


"tahan ya" aku mengompres lebam di pipi zayn


"aduh perih" zayn menahan sakit


"iya ini pelan pelan kok" aku


brrtt..brrt..brtt...


ada pesan masuk dari kevin

__ADS_1


"gua minta maaf atas semuanya"


kau termenung memikirkan apa sebenarnya yang terjadi sampai kevin berubah 180°.


"sms dari siapa?" zayn memegang tanganku yang sedang mengompres


"dari operator, gak penting" aku


"udah kamu istirahat ya aku mau pulang dulu" aku


"mau dianterin gak?" zayn


"gak, gak usah aku pulang sendiri aja" ucapku


"aku suruh pak darma buat antar kamu ya" ucap zayn


"gak apa-apa aku pulang sendiri aja pakai taksi online" aku tersenyum dan segera pergi


di depan pagar rumah zayn sudah menunggu kevin padahal cuaca sedang gerimis, aku dengan spontan menampar pipi kevin sembari pergi meninggalkannya tanpa sepatah katapun.


kevin menarik tanganku sehingga badanku tertarik dan memeluknya.


"gua tau biar kamu gak badmood lagi, gua bawain lu ini" sambil berpelukan kevin mengeluarkan susu stroberi dari saku jaketnya.


aku terdiam menatap kevin penuh tanya, kevin pun menatap mataku dan tersenyum.


"pulang bareng gua ya" ucap kevin


aku seperti terhipnotis dengan semua kata kata kevin mengikutinya


zayn yang melihatku dan kevin dari jendela kamarnya segera menelpon pak darma untuk mengantarku pulang.


mobil mewah putih berwarna putih menghampiriku dan kevin saat akan pulang.


"ayo nona jeonna saya antar pulang, tuan muda menyuruh saya agar nona tidak kehujanan" ucap pak darma


"pegangan ntar jatuh" ucap kevin menyuruhku memeluknya


aku bingung harus memilih yang mana, kevin temanku dari kecil, zayn orang yang baru ku kenal.


"gak apa apa pak, saya dianterin kepin aja" ucapku


aku dan kevin meninggalkan pak darma


sesampainya di rumah kau melihat ada nanda yang sedang duduk di ruang tamu, ia juga melihatku diantar oleh kevin.


tampaknya ada yang ingin ia bicarakan tapi karena melihat ada kevin ia mengurungkan niatnya.


"gua pulang dulu" nanda


"nginep disini aja nan diluar juga gerimis ntar kamu sakit" ucapku


"kalo gak, biar gua anter pulang sekalian jalan" ujar kevin


nanda yang mendengar kevin akan mengantarkannya pulang merasa sangat senang sekaligus menahan marah,


nanda dan kevin pulang mengenakan mantel.


aku merebahkan tubuhku di kasur, merasa hari ini banyak sekali kejadian yang terjadi.


"masa iya zayn menyukaiku, bahkan seluruh perempuan disekolah sudah mendekatinya tapi tidak ada respon, sedangkan aku yang cuma butiran debu bisa menarik perhatiannya " bisikku sambil tersenyum


brrrttt..brrtt..brrrt..


pesan masuk dari zayn


"selamat tidur dan istirahat, I love you"

__ADS_1


__ADS_2