MY VISION

MY VISION
HARI MELELAHKAN


__ADS_3

Titik-titik air yang jatuh , langit yang kelam hanya ku lihat dari jendela kelas ku, saat ini sudah menunjukan pukul 15.35 WIB.


Kelas pun sudah kosong hanya ada aku sendiri,


"Gimana mau pulang ya, bisa basah banget nanti sampe rumah, besok aku harus bawa mantel kayanya" Ujarku


Karena suasana yang sunyi aku pun tertidur, ketika aku terbangun aku kaget karena dipunggungku ada jaket kulit berwarna coklat dengan ada sedikit robek di pergelangan tangan kirinya.


"I..i..ini jaket siapa , perasaan aku ga punya jaket kaya begini" Ucapku heran sembari memegang jaket kulit itu.


Aku berjalan ke parkiran tempat aku menaruh sepeda tadi pagi.


"Duh.. kok bannya kempes lagi sih terpaksa dorong lagi, bikin ribet aja, mending besok naik angkot" Ucapku


Aku mendorong sepeda dengan rasa kesal dan lapar, dari kejauhan ada motor vespa berwarna hijau tua mendekatiku. Ia mulai mematikan mesin motornya saat telah sampai di hadapanku, betapa terkejutnya aku saat yang ku lihat saat ia mulai membuka helm birunya


"Itu kan oppa korea yang tadi pagi ku lihat di gerbang sekolah dan di kelas" ucapku dalam hati


"Kamu ngapain dorong sepeda" Ia bertanya


"Ban sepedaku bocor, oh iya nama kamu siapa? kita kan sekelas masa aku ga tau nama kamu" Tanyaku


"Namaku zayn" Ia mengulurkan tangan


Zayn adalah anak dari keluarga kaya, namun ia tidak sama sekali sombong, ia sering melakukan bakti sosial bersama komunitasnya, ia juga pria charming yang ramah pada semua orang namun belum bisa move on dari masa lalunya dari wanita cantik bernama louisa blasteran indonesia-jerman.


"Namaku jeonna" Aku berjabat tangan


"Kamu bisa pake motor vespa?" Tanya zayn


"Engga" Ucapku


"Kalo bisa biar kamu pake motor aja, nanti aku yang dorong sepeda kamu" ucap zayn


"Udah gapapa , diujung jalan itu ada bengkel kok" Ucapku


"Gini aja, kamu tarok aja sepedanya di parkiran sekolah titipin sama penjaga sekolah, nanti aku yang anterin kamu pulang" Tegas zayn


"Yaudah aku antar sepedanya bentar ya" Ujarku


"Ayo aku antarin ke parkiran juga" Ucap zayn


Setelah memarkirkan kembali sepeda dan menitipkannya pada pak yatman penjaga sekolah, akhirnya aku menaiki motor zayn.


Kepalaku mulai sakit ternyata keanehanku itu muncul lagi , melihat zayn akan demam tinggi setelah mengantarku pulang.


Aku yang panik tidak ingin diantar pulang karena kasihan melihat zayn yang harus demam tinggi.

__ADS_1


Aku memutuskan untuk pulang dengan tetap mendorong sepeda, dan menyuruh zayn untuk pulang kerumahnya dengan berbagai aalsan yang aku buat.


Setelah 8 menit mendorong sepeda aku menemukan bengkel untuk mengisi angin di ban sepedaku.


Setelah itu aku melanjutkan perjalanan pulang dengan menggowes sepeda, sesampainya di teras rumah aku melihat ada orang mencurigakan di sudut gang namun karena mataku yang sedikit minus tidak menggunakan kacamata jadi aku tidak begitu melihat wajahnya.


"Pulang juga lu akhirnya, liat noh jam berapa" Ucap ibu


"Jam setengah 6 bu, ban sepedaku tadi bocor lagi" Tegasku


"Sono masuk, mandi, bau apek lu" Ucap ibu


Aku masuk dengan muka tertekuk, masih bingung dan khawatir akan keadaan zayn teman pertama yang menyapa dan berbaik hati disekolah baruku, yang aku lihat ia sangat menderita dengan demam tingginya, tapi aku mulai tenang saat aku berhasil meyakinkan zayn untuk tidak mengantarku.


Seusai mandi dan mengeringkan rambutku, aku duduk di sofa ruang tamu sambil bengong, yang hanya ada di pikiranku kenapa aku harus seperti ini dengan berbagai hal aneh yang tidak masuk akal.


Ibu mulai menghampiriku karena melihatku tampak bersedih.


"Kamu kenapa?" Ibu


"Bu, kapan visioner ku ini hilang aku capek bu kaya gini, kepalaku selalu sakit kalau hal itu mulai muncul, aku gak mau kaya gini bu" aku sembari mengacak-acak rambut


"Ibu juga tidak tau kapan hal itu semua bisa berhenti, lebih baik kamu tidur agar kamu bisa lebih tenang, ibu akan buatkan kamu susu" Ujar ibu


Aku tertatih lemah berjalan menuju kamar.


aku duduk diatas kasur ku yang tak terlalu besar dengan sprei berawarna biru muda.


Aku meminum dan menghabiskan susu yang ibuku buat.


Brrrtt...brrrttt...


Handphoneku bergetar dan layarnya menunjukan nama nanda.


aku menekan tombol hijau di hpku


"Halo nanda, kenapa?" Aku


"Keluar yuk cari angin" Nanda


"Aku lagi males nih, kamu aja kesini main kerumahku cari angin dirumahku aja" Aku


"Yaudah gua kesana ya bareng temen juga" Nanda


"Iya ajak aja kesini main" Aku


Tak lama berselang, nanda datang sendirian dengan menggunakan baju tidur minnion memanggil-manggil ku dari arah pintu sambil membawa sebuah coklat.

__ADS_1


"Aku pikir cewek tomboy gak suka minnion hahaha, mana temenmu nan?" Aku


"Dia gak jadi kesini katanya ada urusan" Nanda


"Kamu bawa apa tu?" Aku


"Ini coklat buat kamu, tadi aku beli dua sisa 1 buat kamu aja haha" Nanda


"Oh jadi kalo sisa sisa buat aku ya nan? bagus banget ya" Aku sembari menahan tawa


"Udah makan aja" Nanda


"Kamu tau tentang visioner gak nan?" Aku


"Oh yang kayak di komik komik itu ya tentang melihat masa depan?" Nanda


"Iya bener, tapi kamu jangan bilang ke siapapun ya nan" Aku


"Apaan dah, halu ya punya visioner?hahaha" Nanda tertawa lepas


"Ini serius nanda, aku punya visioner setiap itu akan muncul kepala ku sakit sekali" Tegasku


"Serius beneran? duh... liatin dong masa depanku jeonna" Nanda


"Yang aku bingung , masa depan orang lain yang ku lihat jarang sekali ada yang bagus , rata-rata tentang kesialan dan kematian" Ucapku dengan air mata membendung di kelopak mata


"Jangan nangis dong jeonna, udah kamu jangan mikir yang aneh-aneh dulu ya" Nanda berusaha menenangkan


"Kamu janji ya jangan bilang siapapun" Aku


"Iya janji" Nanda tersenyum


Kami berdua menghabiskan malam dengan banyak sekali membahas tentang cerita lucu dimasa kecil agar aku terlupa tentang persoalan visioner ku, nanda benar benar teman yang baik dan mengerti aku.


kriiiingg...kriinnggg hp nanda berdering


"*H**alo*" Nanda menjauh ntah berbicara dengan siapa sambil berbisik, aku memakan coklat yang dibawa oleh nanda.


sekitar kurang lebih 3 menit melipir nanda pamit dengan alasan ingin bertemu temannya di sebuah kafe.


"Hati hati ya nan" Teriakku


"Byee..." Nanda melambaikan tangan kirinya


Aku masuk ke dalam kamar, menaiki kasurku menggunakan selimut dan mulai memejamkan mata agar aku dapat menenangkan pikiranku dikala tidur,


aku mendapat pesan di hpku dari nomor yang tak ku ketahui.

__ADS_1


"*S**enang bertemu denganmu*"


Aku hanya mengabaikan pesan itu karena aku pikir hanya orang iseng yang mengirimiku pesan.


__ADS_2