
Acara pensi hari ini dimulai dengan perlombaan cabang olahraga dan kemudian sore harinya dengan pertunjukan seni, seluruh siswa dikumpulkan dilapangan sekolah.
Semua sudah dipersiapkan dengan sangat baik, sudah tersedia hiburan dan tim medis.
Cello datang dengan mengenakan Tshirt mickey mouse yang sama dengan yang ia berikan padaku saat itu.
Kami semua terkejut saat zayn juga datang dengan mengenakan kaos olahraga berwarna abu-abu.
"Emangnya lu ikut cabang olahraga apa zayn" Nanda
"Lari" Singkat zayn
Cello menatap tajam ke arah zayn sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya
"Kamu yakin mau ikut lomba lari zayn?" Aku
Zayn menganggukkan kepalanya
Sebelum dimulainya berbagai cabang olahraga seluruh diberikan masing-masing snack dan minuman dari sponsor.
Cello yang duduk bersebelahan denganku memintaku menggambar bentuk di telapak tangannya menggunakan spidol merah yang sudah dibawanya, akupun menggambar ditangannya, sedangkan zayn yang duduk didepanku mengepalkan tangannya.
"Enak nih guys snacknya" Ucap nanda
"Nih buat kamu aja" Ucap zayn sembari memberi snacknya lalu pergi meninggalkan kami
"Bos doain aku menang ya" Cello tersenyum
"Pasti lah" Ucapku semangat
Aku melihat rose yang datang ke SMA-ku dengan mengenakan dress maroon dan buckethat hitam tampat cantik sekali.
"Dia itu kayak gak pernah kuliah, kesini mulu" Nanda sinis
"Mau nyemangatin cowonya kali" Aku sinis
"Bos, nan gua ke toilet dulu ya" Cello
"Udah sono lu" Nanda mengibaskan tangannya
Rose mendekati zayn yang sedang duduk di bawah ring basket.
"Kamu ga kepanasan? Aku temenin ya" Rose
Zayn mengangguk dan menyuruh rose untuk duduk disebelahnya
"Kamu gak ada jam kuliah?" Zayn
"Ntar sore jam kuliahnya, udah makan ga? Aku bawa sandwich" Ucap rose
Rose menyuapi zayn sembari mengelap keringat di wajah zayn yang tampak basah karena terik matahari pagi itu.
__ADS_1
Cello kembali dari toilet dan melihat rose dan zayn yang tampak mesra.
"Aku mau ke toilet ya, temenin yuk nan" Aku
"Eh mau kemana?" Cello memotong jalanku
"Mau ketoilet nih" Ucapku
"Jangan ke toilet dulu" Ucap cello
"Dih... Apaan sih cel, orang mau ke toilet, awas lu" Nanda ketus mendorong tubuh cello
Cello menepuk jidatnya saat aku dan nanda bergegas ke toilet.
Aku melihat zayn yang sedang di suapi oleh rose merasa benar-benar dibohongi saat zayn berkata bahwa ia menyukaiku, akupun membanting botol minum yang ku bawa sembari meninggalkan lapangan.
"Jeonnaaaaa" Teriak nanda memanggilku
"Kan udah gua bilamg jangan ke toilet" Ucap cello pada nanda
"Lu sih ga ngodein gua, jadi gimana nih?" Nanda bingung
"Biar gua yang susulin dia, lu tunggu sini" Cello berlari mengejarku
"Bos" Panggil cello
Aku menghentikan langkahku, cello menunjukkan telapak tangannya yang sudah kugambar bentuk hati sebelumnya.
"Ayo balik ke lapangan, biar gua semangat lagi bos" Ucap cello lembut menarik tanganku
Aku mengikuti cello kembali ke lapangan, semua alat yang diperlukan untuk perlombaan lari telah dipersiapkan.
Semua peserta mengambil posisinya di garis start, cello melambaikan tangannya ke arahku menunjukkan bentuk hati yang aku buat.
Rose memanggil-manggil nama zayn membuat zayn melihat ke arah rose namun tidak sama sekali tersenyum.
***SATU, DUA, TI...GA MULAI**... (Panitia*)
Awalnya semua peserta lari tanpa ada halangan apapun seperti yang kita semua tahu tentu saja cello yang akan memenangkan perlombaan, aku tersenyum ke arah cello dan melambaikan tangan dengan gembira, namun saat zayn mendekati garis finish ia jatuh pingsan.
Cello berlari ke arah zayn dan akan menggotongnya, aku dan semua teman-teman juga bergegas mendekati zayn.
Sesampainya di UKS semua sangat panik, tim medis berusaha memberikan selang oksigen yang mereka bawa, lalu mendongakkan kepala zayn, tim medis juga melakukan kompresi pada dada zayn yakni menekan dada zayn, tampaknya zayn bukan hanya pingsan.
"HALO RUMAH SAKIT, DI SMA PRASASTI SISWA PINGSAN DENGAN RIWAYAT GAGAL JANTUNG, SIAPKAN AMBULANCE" Petugas medis panik
Semua guru pun menjadi panik.
Aku tak dapat menahan tangisku, tanganku gemetar, cello memelukku agar lebih tenang, nanda mengelus-ngelus kepalaku, sedangkan rose juga menangis dan tampak sangat panik.
"Kita tunggu diluar aja ya" Ucap cello sambil memegang pipiku
__ADS_1
Saat ambulance datang mereka seperti memberikan sesuatu obat yang disuntikkan langsung ke jantung zayn, tak lama berselang zayn tersadar dan kembali bernafas dengan terengah-engah.
Samar-samar terdengar dari dalam UKS
"Alhamdulillah zayn sadar" Bu sofia
Aku, nanda, cello, dan rose pun menghela nafas panjang merasa lega, zayn akhirnya pulang kerumah bersama dengan rose.
Cello yang melihatku tampak sangat panik dan menangis tersedu-sedu saat zayn pingsan kini melipir masuk ke kelas.
Ia hanya memandangi telapak tangannya yang bergambar hati dan perlahan menghapus separuh dari gambar hati tersebut dan tampak sangat murung.
"Lu disini ya daritadi" Ucap nanda
"Daritadi dicariin ternyata disini" Ucapku membawa susu stroberi
"Kok bete mukanya? Kan tadi udah menang?" Nanda
"Minum ini aja kalo lagi bete" Aku memberi susu stroberi yang ku bawa pada cello
Cello mengepalkan tangannya agar tak terlihat bahawa ia telah menghapus separuh dari hati tersebut, dan kembali tersenyum padaku dan nanda.
"Sini bos biar aku minum" Cello tersenyum dan meminum susu stroberi
Aku tersenyum kembali membalikkan badanku ke arah depan dan membuka novel yang sengaja ku bawa dari rumah.
Rose datang menemuiku dikelas...
"Kamu jangan ganggu zayn lagi, inget" Rose
"Loh emangnya kenapa? Masa berteman dilarang?" Aku
"Jangan banyak omong deh" Rose sudah mengangkat tangannya ingin menampar wajahku
"Lu jangan macam-macam ya sama bos gua" Cello menangkap tangan rose
"Lu berani beraninya ya disini, mau nampar temen gua segala! udah kuat banget nyali lu!" Ucap nanda mengepalkan tangan
"Pergi gak?" Tegur cello
Rose pun pergi dengan menatap kami semua penuh dengan rasa marah karena merasa dipermalukan.
"Udah gak usah dengerin omongan orang begitu, ntar gua traktir mie ayam" Nanda
Aku mengangguk sambil manyun
"Gua denger ada traktiran nih, ikut yak" Celetuk cello
"Ya udah lu berdua gua traktir, ntar gua mau ajak kevin juga ah" Nanda
"Buset jadi obat nyamuk lagi dah" Cello
__ADS_1
Kami semua pulang meninggalkan semua acara pertunjukan seni yang dilakukan di hari itu bahkan kami melewatkan acara puncaknya memilih pergi ke warung mie ayam.