
Pagi ini aku memutuskan untuk tidak sekolah setelah kejadian kemarin, aku berencana akan refreshing ke taman bermain bersama teman kecilku kevin rumahnya hanya berjarak 10 meter dari rumahku, ia sekolah di sma lama ku, ia adalah anak ke 3 dari 4 bersaudara , ayahnya menjadi TKI di thailand dan ibunya menjadi TKW di malaysia.
"Assalamualaikum" Kevin
"Waalaikumussalam, iya pin masuk aja" Aku
"Gua udah bawa banyak cemilan di tas gua , lua jangan bawa bekal lagi" kevin
"Asiiiikkk, yaudah ayo berangkat pake motor lu kan?" Aku
"Iyalah motor gua, masa pake sepeda lu sih" Kevin
Aku menaiki motor matic berwarna merah milik kevin,
Sesampainya di taman bermain terletak 10 km dari rumahku,
WELCOME TO KAMPOENG MAIN
Aku melihat tulisan itu saat akan membayar tiket masuk sebesar 100 ribu rupiah untuk 2 orang, kevin pun memarkirkan motornya bersama motor motor lainnya.
"Buru , gua pengen naik flying fox" aku
"Lah kocak ni bocah, ya sabar gua lagi parkir" Kevin
Aku dan kevin berjalan mengikuti papan petunjuk yang mengarah ke flying fox karena kami belum pernah ke taman ini sebelumnya.
Ada sungai buatan yang sangat indah airnya bersih dan banyak orang yang menaiki sepeda air berbentuk angsa diatasnya, banyak sekali pepohonan yang membuat sejuk, aku merasa lebih nyaman sekarang.
Kami menaiki sebanyak 10 anak tangga untuk bisa sampai ke wahana flying fox.
"Buset yon gak berani gua tinggi banget, antrinya panjang lagi aduh..." kevin.
Kevin memang dari dulu memanggilku yona karena menurutnya jeonna terlalu sulit.
"Berisik lu pin, udah naik aja katanya lu mau nemenin gua" Aku
Kevin hanya pasrah...
Kami dipasangi pengaman berupa helm, dan tali yang dipasangi di pinggang dan kaki.
Mulai memanjat jaring yang tinggi untuk dapat sampai di pos pertama, kevin selalu tertinggal di belakangku, maka dari itu aku selalu meneriakinya agar tetap berani.
"Ayo pin bentar lagi sampe" Teriakku
Setelah kevin sampai di pos pertama bersamaku, kami meniti satu tali saja yang harus kami pijaki, adrenalin ku tambah terpacu , kemudian melewati bambu-bambu kecil yang terus bergoyak saat di pijak,
sampailah kami di pos akhir saatnya untuk meluncur.
"Sudah siap mbak? nanti pegangannya akan saya lepas" Ucap pekerja
"Siap pak" ucapku
"Satu dua tiga" Ucap pekerja
"Aaaarrrrrggghhhhhh" Ucapku
__ADS_1
Aku melampiaskan segala teriakan ku agar bisa tenang, tali flying fox itu melewati sungai buatan yang tadi ku lihat, jadi aku bisa teriak sepuasku dengan durasi lumayan lama 30 detik.
Aku sampai di pos pemberhentian flying fox, segala alat pengaman di copot, aku menunggu kevin sembari minum,
kevin pun berteriak hingga menangis karena ketakutan.
"Pin, laper gua" Aku
"Di tas gua noh ada roti coklat sama susu stroberi kesukaan lu" Tegas kevin
"Ya udah sini lu makan juga" aku
Kevin dan aku menghabiskan semua makanan yang ada di tasnya, kami berencana untuk main wahana komedi putar.
Setelah membersihkan semua sampah yang kami buat, kami langsung menuju wahana tersebut.
Dari kejauhan ada seseorang mengenakan seragam SMA PRASASTI yang notabene adalah sma ku sekarang.
"Kok itu kayak seragam sekolah gua ya pin" Aku
"Eh iya bener yon, apa itu temen lu ya? ganteng juga yon kalo gua liat" Kevin
Aku hanya melihat seseorang itu melambaikna tangan dari kejauhan, karena mataku yang rabun aku tak bisa melihat dengan jelas, ia semakin mendekat.
"Hai jeonna" Zayn
"Kamu gak sekolah? ngapain kamu disini?" Aku
"Lagi ada pr jadi aku males sekolah, aku cuma mau refreshing aja" Zayn
"Hai, zayn" Zayn berjabat tangan
"Kalau begitu kita duluan ya" Ucap kevin sembari merangkulku
"Boleh gak kalo kita main baren bareng?" Ujar zayn
Aku dan kevin saling bertatapan kebingungan.
"Ya udah ayo, kami mau ke wahana komedi putar" Aku
Kami bertiga menaiki komedi putar aku sangat bahagia, begitupun kevin dan zayn mereka terlihat sumringah.
Kaki ku tersandung di rel kereta mini yang ada di taman tersebut dan sepertinya keseleo, kevin dan zayn dengan cepat menolongku, zayn menyirami kaki ku dengan air es yang dia bawa didalam botol minumnya.
"Aduh sakit banget" Ucapku meringis
"Gua gendong ya yon" Kevin mulai menggotong dan menggendongku
"Kenapa harus digendong, kaki kamu kan gak terlalu parah**" tegas zayn
"Apanya yang gak parah bro, lu liat bengkak kakinya yona" Kevin
"Udah udah gak usah berantem, iya aku bisa jalan kok tapi agak pincang" Aku
"Gua gendong aja yon nanti tambah parah keseleonya" Kevin
__ADS_1
"Jeonna kan udah bilang dia gak mau digendong vin" Zayn
Saat aku mencoba berjalan, kakiku terasa sakit sekali, aku menyerah dan menerima pertolongan kevin untuk menggendongku,
kevin menggendongku sampai ke parkiran.
"Gak mungkin kan naik motor?" Ucap zayn
"Jadi mau naik apa lagi?" Ucapku
Zayn mengotak atik hpnya, setelah itu hpnya berdering
"Taman kampoeng main sekarang" Zayn dengan suara keras
Tak lama berselang ada mobil mewah datang , ternyata itu mobil zayn.
"Sini aku gotong ke mobil" Zayn
aku hanya bisa menatap wajahnya yang tampan
"Dia benar benar seperti pangeran" Bisikku dalam hati
"Gua gimana ini, ikutan ya pake mobil" Kevin
"Ntar motor lu gimana pin" Aku
"Ya udah deh gua ngikutin dari belakang aja mana tau ini orang mau nyulik lu biar cepet ntar gua sergap" Kevin
"Congor lu pin" Aku
Aku dan zayn pulang dengan mobil, sedangkan kevin menyusul dan membuntuti kami dari belakang.
di mobil tersebut tidak ada sama seklai kata yang keluar dari mulutku dan zayn, kami hanya berdiam diri dan aku meringis kesakitan.
Sesampainya di teras rumah, ibuku sudah kegirangan karena ia kira aku diantar pacarku,
pintu mobil pun terbuka.
"Maaf bu ini kaki jeonna tadi terkilir" Ucap zayn
"Ya ampun ayo ayo masuk bengkak banget kakinya" Ibu panik
Para bodyguard zayn mengangkatku ke kamar, dari arah luar kamarku terdengar samar-samar
"Saya menelpon dokter rumah saya saja ya bu" Ucap zayn
"Gak usah gak usah, ngerepotin, ntar ibu panggil tukang urut aja" Ibu
"Iya biar gua yang panggil tukang urutnya" Kevin
"Dokternya udah dijalan kok 2 menit lagi sampai" Zayn
Dokter pun sampai di rumahku, dia memeriksa dan membalut kaki ku dengan perban, memberiku beberapa obat penahan rasa sakit, aku tertidur pulas sesaat setelah meminum obat dari dokternya zayn.
Zayn dan kevin pun tertidur di sofa ruang tamuku, sepertinya mereka sangat kelelahan.
__ADS_1