
Hari ini aku memutuskan untuk tidak mengendarai sepeda karena sangat merepotkan.
Aku mengenakan jam tangan kesayanganku berwarna biru pada talinya.
"Buuuu, aku pergi sekolah ya" Teriakku
"Eh minum dulu noh susu di atas meja udah ibu bikinin, bekalnya juga dibawa" Ujar ibu
"Buru-buru nih bu, udah ya, assalamualaikum" Teriakku sembari berlari
Tak perlu menunggu lama, aku mendapatkan angkot biru dengan penuh sesak siswa-siswi SMA dan SMP.
Aku sampai di gerbang sekolahku, memasuki kelas dengan rasa penasaran apakah zayn masuk sekolah atau tidak, sesampainya dikelas...
Aku melihat jam dinding yang ada di dinding atas meja guru sudah menunjukan pukul 07.00 WIB, tapi zayn tidak menunjukkan batang hidungnya.
Sampai jam sekolah usai pun zayn tak kunjung datang. aku memutuskan untuk bertanya pada teman sebangku zayn yang bernama kajeno.
"Maaf numpang tanya kamu tau kenapa zayn gak sekolah?" Tanyaku
"Dia demam kata susternya, panas tinggi sampe kejang" ucap kajeno
"Suster?" aku bingung
"Iya, dia memang punya suster sendiri di rumahnya" Ucap kajeno
"Kamu tau alamatnya zayn?" Tanyaku
"Tau tau, nih alamatnya aku tulis ya" Kajeno menulis alamat pada selembar kertas.
Aku bergegas berlari ke halte dengan rasa bingung karena zayn tidak mengantarku pulang tapi kenapa dia tetap demam tinggi sampai kejang.
Aku menunggu cukup lama di halte namun angkot selalu penuh, aku memutuskan untuk menggunakan ojek online.
Sesampainya dirumah zayn aku kaget karena rumahnya sebesar kampungku, didepan rumahnya pun dilengkapi keamanan scan wajah, cctv , dan pagar besi yang menjulang tinggi.
"*K**rak*......" Pagar terbuka tiba-tiba
"Eh eh kok kebuka sendiri" Aku kaget
"Masuk neng, udah ditungguin sama tuan zayn" Ucap pak atang penjaga rumah tersebut dengan perawakan sunda,
aku membuka sepatu putih bututku karena takut lantai rumah zayn yang sangat mengkilat itu menjadi kotor, lalu meletakkannya didekat pos satpam.
"Gak usah dibuka neng sepatunya pakai aja" Ucap pak atang
"Udah gak apa apa pak saya buka aja kasian lantainya" Ucapku
Aku melihat ke atas, ke bawah, berputar karena kagum dengan keindahan rumah tersebut yang punya desain sangat apik,
aku menaiki lift untuk sampai ke kamarnya yang ada dilantai 2.
"Ini neng kamarnya silahkan masuk" Ucap pak atang sembari menunjuk pintu kamar berwarna putih
Aku memberanikan diri mengetuk pintu itu.
__ADS_1
tok...tokk...tokkk...
"Masuk" Ucap zayn
Langkah pertamaku masuk kekamar orang lain selain ibuku, zayn sedang duduk bersandar di kasur besarnya, aku duduk di armchair biru muda (kursi hangat) sebelah kanan kasur zayn.
"Kamu gak apa-apa?" Tanyaku
"Emang aku kenapa? aku gak sekolah itu karena males banyak pr" Ucap zayn
"Apa kajeno bohongin aku ya? udah aku duga kamu itu ga sakit" Tegasku
"Dia kan emang suka ngarang cerita, di kulkas ku banyak ice cream , kamu mau?" Ucap zayn
"Aku pulang aja deh, kamu juga ga sakit" Tegasku
"Salam sama ibu kamu ya" Ujar zayn
Aku yang sudah mendekati pintu kamar untuk pulang mendengar kata-kata zayn langsung melihat ke arah zayn
"Kok kamu tau aku tinggal dengan ibuku?" Ujarku
"Kemarin aku ngikutin kamu, aku nunggu didepan gang" Ujar zayn
Sontak aku berjalan ke arah zayn, memegang dahinya untuk memastikan ia sedang demam atau tidak, seperti yang sudah aku duga sebelumnya dan kajeno tidak berbohong zayn memang sedang sakit.
Aku mengompresnya dengan handuk kecil yang selalui kubawa didalam tasku, menemaninya sampai ia tertidur.
Aku pun mulai merapihkan kamar zayn yang saat itu seperti kapal pecah tak terurus. celana bergelimpangan dimana-mana , sampah makanan , sampah minuman masih tergeletak diatas meja.
Mungkin karena kelelahan merapihkan kamar yang notabene sebesar bahkan lebih besar dari rumahku, aku akhirnya tertidur di sofa berwarna coklat kamar zayn.
Zayn mengangkat telfon kamarnya dan samar-samar terdengar di telingaku
"Mba, tolong buatkan semua makanan enak dan bawa ke kamarku" Zayn
Dia kembali duduk diatas kasurnya sembari membaca komik one piece favoritnya.
1 jam kemudian...
T**ok...tokk..tok**...
"Masuk" Zayn
Aku terbangun karena suara ketukan pintu.
mata ku terbelalak saat sekitar 10 pelayan wanita masuk mengantarkan seluruh makanan dan mereka meletakannya di meja tepat dihadapanku.
"Terimakasih silahkan keluar temanku mau makan" Ucap zayn
"Apa apaan ini zayn?" Aku
"Karena kamu sudah menjengukku jadi kamu boleh makan semuanya" Zayn
"Beneran?" Aku kegirangan
__ADS_1
"Iya makan semuanya, kalau kamu ga habis, kamu boleh bungkus bawa pulang" Zayn
Aku memakan semuanya dengan penuh semangat, sampai aku menyadari aku gak bisa habiskan semuanya.
Aku meminta zayn untuk membungkusnya,
lalu aku berniat untuk pulang kerumah karena ingin menunjukkan banyak makanan enak yang ku bawa.
"Aku pulang ya" Aku
"Biar aku antar?" Zayn
"Aku bisa naik ojek online kok" Ujarku
"Ini udah malam bahaya tau, bentar ya aku ganti baju dulu" Ujar zayn
Dengan perasaan sedikit senang karena diantar oleh pria berwajah seperti oppa korea dan di eluh eluhkan di sekolah, aku berusaha menahan semuanya tidak menampakkan sedikitpun rasa nervous itu.
15 menit kemudian..
Zayn keluar dari kamar mandi persis seperti yang ku katakan tadi , dia benar benar menawan sedangkan aku bagai upik abu.
"Yuk" Zayn
"I...i...iya" Aku dengan segala bungkus makanan yang ada ditanganku.
Kami berdua berjalan menuju lift rumahnya, saat keluar dari lift kami disambut para pelayan dengan berkata
"Selamat malam tuan muda"
Aku keheranan , dan sempat terfikir jika pangeran itu benar benar ada mungkin akan seperti zayn.
"Kita naik mobil yang mana?" Ucapku
"Siapa bilang kita naik mobil, kita naik itu tu" Zayn menunjuk motor vespa kesayangannya
"Kan aku nanya doang" Aku menggaruk kepalaku
"Ayo buruan naik" Ucap zayn
Kami melewati jalan rumah zayn, yang sejauh mata memandang hanya terlihat rumah-rumah besar nan megah.
"Sepertinya ada yang mengikuti kita" Zayn
"Si..siapa zayn, begal ya? atau maling?" Ucapku ketakutan
"Bukan maling bukan begal, tapi bodyguard ku udah aku bilang jangan ngikutin masih aja" Zayn
"Enak dong kamu punya semuanya zayn" Aku
"Apanya yang enak gak bebas sama sekali, aku juga kadang suka ngumpet ngumpet kalo mau pergi , kayak pas kita ketemu kemarin sore di gerbang sekolah itu kan aku lagi ngumpet" Zayn
Sesampainya dirumahku, aku melihat mata ibu ku mengintip disela-sela tirai jendela
"Ngintip muluuuu" Teriakku
__ADS_1
"Cie cie" Teriak ibuku dari dalam rumah
zayn hanya tersenyum tanpa mengeluarkan kata apapun.