
Entah kenapa sejak hari itu zayn dan rose kembali dekat padahal dengan getolnya zayn memutuskan untuk melakukan perjodohan,
Sikapnya padaku pun berubah.
"Pagi zayn" Ucapku pada zayn di gerbang sekolah sembari mendorong sepeda
Ia hanya melengos pergi.
Saat selesai jam pelajaran olahraga aku pergi ke kantin bersama dengan nanda aku kembali menyapa zayn yang saat itu sedang duduk sendirian makan baso, kami pun duduk di meja yang sama tapi zayn pergi dan menyenggol jus alpukat digelasnya yang masih penuh sehingga tumpah di baju seragam olahragaku.
Tanpa ada kata maaf ia pun pergi.
"Kenapa si zayn cuek amat" Nanda
"Gak tau semenjak kemaren jadi cuek begitu, kotor semua ni gimana dong?" Aku
Cello yang kebetulan sedang ke kantin melihat bajuku yang sangat kotor langsung pergi teburu-buru entah kemana.
Aku dan Nanda ke toilet untuk membersihkannya, tapi nodanya sulit sekali untuk dibersihkan.
Kriiiing...kriinggg...
"Halo, kenapa cel?" Nanda
"Buru keluar dari toilet , nih gua bawain sesuatu buat jeonna" Cello
Nanda memnemui cello yang berdiri di depan lorong toilet wanita.
"Paan nih?" Nanda
"Tadi gua liat bajunya jeonna ketumpahan jus ya? jadi gua beli ini" Cello memberi T-shirt bergambar minnie mouse dan celana training berwarna abu-abu
"Loh kok baju lu juga ganti?" Nanda
Cello menggunakan T-shirt bergambar mickey mouse dan celana training yang sama dengan yang akan diberikannya padaku.
"Hehe iya biar samaan aja, lagian kan gua juga belum punya seragam sini" Cello
Aku menuju ruang kelas bersama nanda dan cello, bajuku pun sama dengan yang dipakai cello.
Zayn memandangi bajuku dan juga melihat ke arah cello, Aku hanya menunduk sembari di tarik oleh cello ke arah tempat dudukku.
"Besok gua ada pertandingan lari, dateng ya bos" Cello
"Tenang aja, pasti dateng, ya kan nan?" Ucapku
Cello tersenyum sembari mengelus-elus rambutku.
"Buka halaman 12 anak-anak" Ucap bu sofia
Siswa-siswi yang semula ribut menjadi tenang dan kembali ke tempat duduknya masing-masing.
Detik jam terasa sangat lama berputar ketika belajar, aku merogoh laciku dan mendapati banyak sekali susunan susu stroberi kesukaanku.
"Pasti zayn yang kasih" Bisikku dalam hati
teeettt...teett..teet..
Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi
Aku berdiri membawa tas punggungku dan memasukan susu stroberi yang sangat banyak itu ke dalam tasku.
__ADS_1
"Semoga bos suka ya, sini gua bantuin masukin ke tas biar bos gak capek" Cello
"Jadi kamu ya yang masukin semua susu ini ke laci aku?" Aku kaget
Cello mengangguk sembari terus memasukkan semua susu ke dalam tasku.
Tiba-tiba aku terduduk dan merasa kepalaku sakit sekali, visionerku kembali muncul dan melihat rose menyayat-nyayat tangannya.
"Jeonna?" Cello memegang pipiku
"Kepalanya pasti sakit lagi" Zayn mencoba menggotongku
"Gak, aku gak apa-apa" Aku
"Mending kamu temuin kak rose, aku takut dia kenapa-kenapa, kayanya dia lagi banyak masalah, tangannya berdarah zayn banyak banget" Tegasku
"Darah?" Zayn kebingungan
"Udah lu dengerin jeonna aja, sekarang lu pergi temuin kak rose" Nanda
Zayn berlari dengan sangat kencang dan menggunakan motornya menemui kak rose di apartmentnya.
"Kok jeonna bisa tau ya sama semua yang bakal terjadi" Zayn teringat kejadian pak budi yang juga diketahui jeonna
Sesampainya di lantai 12 kamar 221 milik rose.
Ting .. tong... Zayn berusaha menekan bel namun tak ada jawaban, ia pun mendobrak pintu kamar rose.
Brakkkk....
Pintu pun terbuka, Zayn berusaha mencari rose di manapun namun tidak ada, ada satu tempat yang belum di datangi oleh zayn yaitu kamar mandi.
Zayn mendapati rose berendam dibathub dalam air yang sudah kemerahan, ditangan rose sangat banyak sayatan pisau, rose pun sangat lemas, Tak lama ambulance pun datang dan membawa rose ke rumah sakit.
"Rose gak apa-apa kan zayn?" Ucap bu andira selaku orang tua dari rose
"Kenapa bisa terjadi seperti ini?" ucap pak wicaksono selaku orang tua rose
"Tadi zayn disekolah, terus tiba-tiba pas ke apartmentnya rose udah kayak gitu om tante" Ucap Zayn
"Semoga rose gak apa-apa ya" Ucap bu andira sedih
......
19.00 WIB
Nanda meneleponku.
"Jeonna temenin kerumah sakit yuk, kevin mau kontrol nih" Nanda
"Iya aku siap siap dulu ya ntar kesana" Ucapku
Nanda sudah memesan taksi online jadi saat aku sampai dirumah kevin, kami langsung pergi ke rumah sakit.
kami menunggu di ruang tunggu dokter syafaf.
"Itu kan zayn" Kevin
Zayn sedang mendorong rose menggunakan kursi roda dan juga bersama dengan orangtua rose.
"Oh iya itu zayn, widih gaya banget si zayn sama calon mertuanya tu kayaknya" Nanda
__ADS_1
Aku mengernyitkan dahi
"Katanya jangan tinggalin aku bla..bla..bla.. taunya begini, dasar cowok" bisikku dalam hati
"Kenapa lu manyun yon" Kevin
"Cieeee cemburu ya" Nanda meledekku
"Ngapain cemburu sih, mereka itu udah pasangan yang goals banget" Aku
"Ya udah biasa aja dong mukanya" Nanda kembali meledek
Aku membuka hpku tak sengaja melihat ada fotoku dan zayn saat dihalte sore itu.
"Ngayalku aja yang ketinggian, dia emang cocoknya sama kak rose, cantik tinggi kaya" Bisikku dalam hati
"Pasien atas nama Kevin" perawat
"Iya" Kevin
"Gua sama kevin masuk dulu ya nan, lu tunggu disini bentaran ya" Nanda
"Oke oke" Ucapku
Untungnya aku membawa susu pemberian cello tadi membuat moodku terasa sedikit membaik.
belum juga setengah meminum susu stroberiku ada yang mengagetkan ku dari belakang.
"Hayoloh" Teriak cello tepat ditelingku
"Astaga cello ngapain sih ngagetin segala" Aku
"Bos ngapain kesini?" Cello
"Itu nemenin kevin kontrol sama nanda juga, kalo kamu ngapain kesini?" Ucapku
"Lagi check up buat tanding besok, beneran dateng ya bos gua tungguin" Cello
"Cel sini udah giliran lu" ucap pak liu, ayah cello dengan perawakan chinese,
ayahnya sangat tegas padanya terutama masalah makanan dan waktu.
"Gua masuk dulu ya bos, jangan lupa besok jam 5 sore" Cello
"Siap, udah masuk sana" Aku
"Byeee.." Cello melambaikan tangan sembari tersenyum padaku.
"Cello orangnya baik ya ternyata, dibalik penampilannya yang urakan, memang kita agak boleh ngejudge orang dari penampilannya aja" bisikku dalam hati
Nanda dan kevin keluar dari ruang pemeriksaan dengan wajah bahagia
"Dokter bilang kevin udah gak perlu kontrol lagi, cuma disuruh lanjutin obat yang ada aja" Nanda
"Alhamdulillah" Aku
"Malam ini karena gua lagi seneng, lu berdua gua traktir ya" Teriak kevin
"Huss... mulut lu vin gede amat ini rumah sakit" Nanda
aku hanya tertawa, kamipun pulang dan makan malam di pecel lele paling enak didekat rumah kevin.
__ADS_1