NAKU JOSEI

NAKU JOSEI
IBLIS YANG KEMBALI MENGINCAR


__ADS_3

DEG!


Yuki yang terkejut mendengar perkataan Aoi itu dengan cepat langsung menoleh ke belakang.


Hosh.. hosh.. hosh..


Nafasnya menjadi berat dan dia memegang dadanya yang tiba-tiba saja terasa sesak.


"Ada apa, Yuki Chan?" bibi Miyako memegang bahunya.


"Bibi ...," Yuki memandang bibinya dengan wajah gelisah.


Mereka berdua saling bertatapan mata. lalu, bibi Miyako yang secara refleks menyadari maksudnya, langsung berlari menuju Aoi dan dengan segera menutup kedua matanya, "Jangan dilihat, Aoi! Jangan buka matamu!"


"Yuki ... ayo cepat!" ucap bibi Miyako yang berlari menaiki tangga.


Yuki dan Jack mengikutinya dari belakang. Mereka semua berlari ke lantai atas dan langsung mamasuki kamar.


"Kunci pintunya, Jack!" seru Yuki.


"Ada apa? Apa yang terjadi di sini?" tanya Jack yang terlihat kebingungan.


"Iblis itu ... iblis itu, kenapa dia bisa ada di sini!" gumam bibi Miyako dengan matanya yang melotot.


"Hey, tunggu dulu! Kenapa kita harus masuk ke dalam kamar ini dan menguncinya?" tanya Jack lagi.


"Jack! sudahlah, bukan waktunya untuk menjelaskan ini semua! Kita harus segera membawa Aoi dari sini, wanita itu sudah mengincarnya," tegas Yuki.


"Wanita siapa? Tidak bisakah kalian memberitahuku apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini?"


AOI ... AOI-CHAN ... HI HI HI ...


Tiba-tiba saja Yuki terdiam setelah terdengar suara itu di telinganya. Dia pun menoleh ke arah bibi Miyako yang sedang memeluk anaknya.


"Ada apa?" tanya bibi Miyako.


"Apa kau tidak mendengarnya?" Yuki bertanya balik.


AOI-CHAN ... AOI-CHAN ...


Suara bisikan itu terus terdengar di telinga Yuki tanpa di sadari oleh Bibi Miyako dan Jack.


"Mendengar apa, Yuki? Apa yang kau dengar?" tanya bibi Miyako lagi.


Yuki langsung berlari mendekati Aoi dan berkata kepadanya, "Tutup telingamu, aku tahu kau juga mendengarnya. Apa pun yang dia katakan, jangan pernah terpengaruh!"


"Yuki-chan!" bibi Miyako menatapnya.


"Iya, Bi. Dia juga mulai mendengar suaranya," jelas Yuki.


"Tenang saja, dia tidak akan bisa masuk ke dalam sini, di setiap pintu kamar di rumah ini sudah terpasang jimat perkamen dan garam," ujar bibi Miyako yang semakin memeluk Aoi dengan erat.


"Ini omong kosong! Kenapa kalian semua bertingkah aneh seperti ini? Wanita siapa? Suara apa? Aku tidak melihat atau mendengar apa pun di sini!" Jack terlihat kesal dan kebingungan.


"Diamlah, Jack! Iblis itu sedang mengincar Aoi!"


"Apa maksudmu? Iblis apa? Aku sudah muak dengan semua ini!" Jack berjalan menuju pintu dan membukanya.


"Jack! Apa yang kau lakukan!" bentak Yuki.

__ADS_1


Jack melangkahkan kakinya keluar dari pintu. "Lihat, tidak ada apa-apa di luar sini! Apa kalian sudah kehilangan akal, hah?" ucapnya.


CTAK!


Tiba-tiba saja seluruh lampu di dalam rumah mati, dan tak lama kemudian, sebuah tangan besar terlihat dari belakang Jack dan langsung menarik rambutnya. Tangan itu menyeretnya masuk kedalam kegelapan lorong koridor yang mengarah ke gudang.


"Jack!" teriak Yuki histeris sambil berlari hendak keluar dari kamar.


"Jangan keluar! Tetaplah di sini!" bibi Miyako menarik tangannya dan langsung menutup kembali pintu yang terbuka itu.


Aaaaaaah ... !!! Aaaarrghh!!


Suara teriakan dan jeritan Jack yang terdengar sangat keras itu, membuat Yuki menjadi panik.


Suara teriakan itu terdengar berulang-ulang di telinga Yuki. Dia mencoba keluar untuk menolong Jack, tapi bibi Miyako selalu saja mencegahnya.


"Lepaskan aku, Bi! Apa kau tidak mendengar suara teriakannya? Aku harus segera menolongnya!" Yuki yang terus memaksa, saling beradu kata dengan bibinya.


Saat itu, hanya satu hal yang dikatakan bibi Miyako kepadanya ...


"Aku tidak mendengar apa pun, Yuki-chan. kumohon ... jangan keluar!"


Tapi suara Jack yang terdengar seperti sedang menjerit kesakitan itu membuat Yuki tidak bisa menahan diri lagi.


"Aku tidak bisa membiarkan Jack sendirian, Bi!" Yuki melepaskan genggaman tangan bibi Miyako, dan akhirnya membuka pintu, lalu berlari keluar dari kamar.


*****


"Gelap sekali ..."


"Jack! Apa kau di sana? Jawab aku kalau kau di sana, Jack!" seru Yuki sambil berjalan menelusuri lorong koridor yang gelap itu.


PRANG! CEESSSSS ....


Suara pecahan kaca dan air keran yang berbunyi, mengagetkannya dan membuat langkahnya terhenti di depan pintu gudang.


"Jack!"


Dia mengubah haluannya dan terus berjalan menuju sumber suara tersebut. Suara itu menggiringnya ke sebuah kamar mandi yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Di dalam kamar mandi itu, Jack yang sedang duduk jongkok terlihat dari celah-celah pintu yang sedikit terbuka.


KRAUK..KRAUK..KRAUK ...


Yuki berjalan mendekat dan membukan pintu secara perlahan-lahan. "Jack! Apa yang sedang kau lakukan di sini? Ayo cepat kembali!" ajaknya.


"Jack!"


Dia mencabut ponselnya dari saku dan menyalakan Senter untuk menerangi kamar mandi yang gelap itu. Tapi, betapa terkejutnya Yuki saat dia mengarahkan cahaya senter ke wajah Jack.


KRSAK..KRSAK ... CRAT!


"Tolong aku.. Yuki!"


Jack memegang sebuah pecahan kaca dan merobek-rebek mulutnya sendiri sampai pipinya tergantung dan jatuh ke lantai.


"Oh my God! Jack! What are you doing?"


(Astaga! Jack! Apa yang sedang kau lakukan?")


Yuki menutup mulutnya dan syok melihat Jack yang sedang merobek-robek wajahnya sendiri dengan pecahan kaca.

__ADS_1


Yuki terjatuh ke belakang saat dia mencoba untuk mundur, sedangkan Jack yang merangkak perlahan-lahan mendekat, membuat jantung Yuki berdegup kencang. Namun, tiba-tiba saja terlihat seseorang yang tergesa-gesa berlari ke arah Yuki dan langsung menarik tangannya. Seorang wanita tua yang wajahnya tak asing di matanya.


"Nori-san?" Yuki terkejut melihat wajah orang itu.


"Kita harus segera pergi dari sini secepatnya, aku sudah menyuruh Miyako dan anaknya untuk menunggu di mobil," Jawab wanita tua itu yang ternyata adalah Nori-san.


Nori-san adalah salah satu kerabat dari mendiang Izumi yang tinggal di Kyoto, entah bagaimana dia tiba-tiba bisa ada di Hannan dan berada di rumah Miyako, tapi Yuki bersyukur karena dia datang.


"Aku mengenal pria itu, dia rekanku! Kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja!" Yuki melepaskan tangannya yang di genggam oleh Nori-san.


"Apanya yang rekanmu? dia itu iblis! Jangan lengah, Yuki-chan!" tegas Nori-san yang menarik kembali tangan Yuki.


"Apa? Dia Jack, temanku!"


Nori-san menghiraukan ucapan Yuki, dan terus menarik tangannya berlari menuruni tangga menuju pintu keluar rumah.


Saat mereka berhasil keluar, Nori-san langsung menaiki mobilnya yang sedang terparkir di depan rumah. "Cepat masuk ke dalam mobil!"


Yuki pun langsung bergegas memasuki mobil itu, dan dia mendapati bibi Miyako yang sudah menunggu bersama Aoi.


Dia benar-benar terkejut setelah melihat Jack yang juga ada di dalam mobil bersama mereka dalam keadaan tak sadarkan diri.


"Jack? apa itu kau, Jack!"


"Aku menemukannya tergeletak di depan pintu saat aku dan Aoi hendak keluar dari rumah," jelas bibi Miyako.


"Syukurlah ... Syukurlah!" Yuki menangis memeluk Jack.


"Cepat tutup pintunya! kita harus segera pergi!" tegas Nori-san yang mulai menyalakan mesin mobil dan langsung menancap pedal gas.


"Kenapa kau bisa ada di sini? dan kemana kau akan membawa kami, Nori-san?" tanya Yuki.


"Jangan banyak bertanya! Aku akan menjelaskan semuanya jika sudah sampai. Tapi pertama-tama kita harus mencari tempat keramaian, karena jalan sepi seperti ini benar-benar tidak aman jika kita tidak segera per- "


CKIIIT... !!!


Tiba-tiba saja Nori-san menginjak pedal rem dan membuat mereka yang duduk di belakang menjadi tersentak.


"Ada apa? Kenapa kau tiba-tiba berhenti di sini?" tanya Yuki lagi.


"Tidak, Nori-san tidak berhenti. Tapi, sesuatu yang menghentikannya di depan," jelas bibi Miyako


"Apa?"


"Lihatlah ...," Nori-san menatap lurus kedepan jalan.


Mereka semua terdiam setelah melihat sesosok wanita yang menghalangi jalan mereka. Wajahnya terhalangi oleh rambutnya yang panjang, dan dia berjalan merangkak dengan cepat kearah mobil yang mereka naiki menggunakan kedua tangan dan kakinya seperti laba-laba.


Yuki dan bibi Miyako yang mulai panik, langsung berteriak kepada Nori-san.


"cepat putar arah! Cepatlah, Nori-san! dia semakin dekat!"


.


.


******


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2