NAKU JOSEI

NAKU JOSEI
GEDUNG YANG BERHANTU


__ADS_3

Sore itu, Pukul 4:55 PM.


"Hello, Nenek. Apa kabar?" tanya Yuki.


"Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu, Yuki-chan?" jawab nenek yang bertanya balik.


Saat itu, mereka berdua mengobrol asyik selama berjam-jam dan mereka membicarakan banyak hal. Yuki bertanya kepada neneknya apakah dia bisa berlibur ke rumahnya jika hari libur tiba nanti. tapi, neneknya mengatakan kalau sebaiknya dia tidak datang terlebih dahulu untuk tahun ini, karena ada tanah longsor yang menghalangi jalan menuju desa.


"Kenapa selalu saja ada alasan untuk mencegahku pergi kesana, Nek? ayah, ibu, bahkan sekarang Nenek yang memberi alasan yang tidak masuk akal. Kenapa? Kenapa aku tidak boleh kesana!" Yuki terlihat sangat kesal.


Dengan raut wajah sedih, neneknya menjawab, "Bukan kau tidak boleh datang kemari, tapi hanya belum waktunya saja, tolong mengertilah."


"Apa maksudmu dengan belum waktunya? Apa ini ada kaitannya dengan Naku Josei, hah?" Aku bukan anak kecil lagi, Nek!" Yuki mulai meninggikan suaranya.


"Yuki-chan ...," neneknya tidak bisa berkata apa-apa.


Yuki yang tak sadar akan waktu, mulai melihat arloji di tangannya dan terkejut karena waktu sudah menunjukan pukul 7:15 PM. Karena tidak memperhatikan waktu, Yuki sampai lupa kalau dia ada janji dengan kliennya.


"Oh my God ... I'm late !" gumam Yuki dalam hati.


"Astaga, aku lupa kalau sore ini aku ada urusan pekerjaan yang harus kutangani, Nek." ujar Yuki.


"Begitu ya, baiklah, semoga pekerjaanmu lancar," jawab neneknya.


Yuki memegang jidatnya, merasa bersalah karena dia sudah meninggikan suaranya saat berbicara dengan nenek. "Maafkan aku, Nek. Tidak biasanya aku seperti ini. Aku akan menghubungimu lagi nanti."


"Tidak apa-apa, aku mengerti perasaanmu, Yuki-chan. Baiklah kalau begitu, sampai nanti," ucap nenek, menutup telepon rumahnya.


YUKI-CHAN DESU KA? (Apakah itu Yuki?)


DEG!


Tiba-tiba saja terdengar suara wanita yang berbicara dari arah belakang nenek.


Perlahan-lahan nenek membalikan badannya, dan terlihat di sana rupa seorang wanita yang mirip sekali dengan Izumi, ibunya Yuki. Dia memang sangat mirip seperti Izumi, tapi wajahnya basah dan sangat pucat serta urat-urat yang terlihat menonjol di wajahnya itu, membuatnya terlihat sangat aneh, apalagi saat dia menatap wajah nenek dengan senyumannya yang menakutkan.


"Izumi? Bukan, dia bukan Izumi ...." batin nenek.


"Siapa kau!" tegur nenek yang terlihat ketakutan.


"Sore wa Yuki-chan desu yo ne? Ha..ha..ha..ha ..."


(Itu Yuki, ya? Ha..ha..ha..ha ...). wanita itu tertawa keras sambil berjalan keluar rumah.


Nenek mencoba mengejarnya keluar, tapi sosok itu berjalan sangat cepat dan hilang dari pandangannya.


"Iblis! iblis! iblis !" ucap nenek di dalam hatinya dengan raut wajah gelisah.


*****


Pukul 9:05 PM, di sebuah gedung tempat Yuki bekerja.


Terlihat Yuki dan seorang pria memasuki sebuah lift.


"Hari ini kau lembur lagi, ya?" tanya James, rekan kerja Yuki.


"Yeah ... begitulah, aku baru saja bertemu dengan klienku. Bagaimana denganmu? Sepertinya kau lembur juga, ya?" jawab Yuki yang bertanya balik.

__ADS_1


"Ah ... tidak, aku hanya kembali untuk mengambil laptopku yang tertinggal," jawab James.


"Oh, baiklah ..."


Beberapa saat kemudian, pintu lift terbuka sejenak di lantai 13 dan seorang wanita memasuki lift yang mereka naiki. Dia berjalan ke pojokan lift, sehingga posisi Yuki dan James membelakanginya.


James menengokan kepalanya keluar pintu lift yang belum tertipu itu, dia menengok ke kiri dan ke kanan seperti sedang memastikan sesuatu.


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Yuki.


"Tidak, aku hanya ingin melihat siapa orang yang sedang mengerjai kita berdua," jawab james.


"Apa maksudmu? Cepatlah masuk!" tegas Yuki; keheranan.


James pun masuk dan pintu lift tertutup kembali.


"Hey, Yuki. Apa kau sudah mendengar isu yang beredar di tempat ini?" tanya James.


"Isu yang beredar di tempat ini?"


"Yeah, banyak orang yang mengatakan bahwa gedung ini sangat berhantu."


Yuki melirik wajah James. "Tidak, orang bodoh siapa yang menyebarkan isu seperti itu di sini?" tanyanya.


"Kau tahu Jack?" tanya James lagi.


"Yeah yeah yeah ... Jack Addison. benar, 'kan? Si tukang lawak itu bagaimana bisa dipercaya," jawab Yuki.


"Hey, tapi benar. Banyak sekali orang di sini yang bercerita pernah bertemu dengan hantu di setiap lantai di mana mereka bekerja di gedung ini." james memasang wajah serius.


"Jangan mencoba untuk menakut-nakutiku, James!" bentak Yuki.


Yuki hanya menatap James dengan tatapan sebal, tapi sebelum pintu lift tertutup kembali, James berkata lagi,


"seharusnya kau menyadarinya ketika pintu lift tiba-tiba terbuka sendiri di lantai 13. Seharusnya tidak ada seorang pun di sana, karena lantai itu sudah tak terpakai selama tiga bulan terakhir ini."


Pintu lift pun tertutup. Yuki yang saat itu menyadari bahwa dia sebenarnya sedang sendirian di dalam lift, mencoba untuk menenangkan diri dengan bermain game di ponselnya, sampai akhirnya pintu lift kembali terbuka di lantai 40, tempat di mana ia bekerja.


Yuki berjalan keluar dari lift. Sambil menyeka keringat di jidatnya, hatinya bertanya-tanya. "Kemana perginya wanita tadi ?"


*****


JREEESSSS... GELUDUK.. GELUDUK!


Pukul 10:00 PM. Hujan yang turun deras disertai dengan gemuruh petir yang terdengar lirih, membuat suasana terasa sedikit berbeda. Saat itu, Yuki masih terlihat duduk di depan monitor komputernya.


"Huuftt ... akhirnya selesai juga. Uuhhh.. aku benar-benar mengantuk."


CTAK!


Tiba-tiba saja lampu mati.


"Hey, siapa yang mematikan lampu!" Yuki berdiri dari tempat duduknya dan berjalan untuk melihat siapa yang mematikannya.


"Cleaning service masih ada jam segini? Tidak mungkin, apa ada orang lain selain aku yang juga sedang lembur di lantai ini ?" batin Yuki.


KRRRRRR.. GELUDUK.. GLUDUK ...

__ADS_1


Terlihat di sana sebuah ruangan yang pintunya sedikit terbuka dengan lampu menyala berkedip-kedip. Yuki berjalan mendekati ruangan itu, dan perlahan-lahan dia membuka pintunya.


Karena tidak ada siapa pun di dalam sana, Yuki pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut. Namun saat di tengah perjalanan dia menuju mejanya, tak jauh dari tempatnya berdiri, terlihat seorang wanita yang sedang duduk menghadap ke sebuah monitor komputer yang terlihat Blank layarnya.


"Eh ... ternyata benar ada orang lain yang sedang lembur selain aku di sini. Aku sama sekali tidak menyadarinya."


Yuki pun berjalan menghampiri wanita itu sambil bertanya, "hey, kau lembur juga ya? Selarut ini? Sebenarnya pekerjaanku sudah selesai dan sekarang aku mau pulang. Apa kau mau aku menemanimu sampai kau selesai?"


Wanita itu tidak menjawabnya. Lalu yuki berkata lagi, "Oh ya, sepertinya aku belum pernah melihatmu di sini. Namaku Yuki Hamida Johnson, dan aku karyawan baru di sini, salam kenal, ya."


Wanita itu tetap berdiam diri tanpa adanya reaksi sedikit pun.


"Huufftt ... dia menghiraukanku, sombong sekali." gumam Yuki dalam hati.


"Oh ya, apa yang terjadi dengan komputermu? Kenapa layarnya blank seperti itu?" tanya Yuki lagi. Namun diamnya wanita itu membuat Yuki bertanya lagi dengan nada yang tinggi. "hey, Kenapa kau diam saja!"


"Hey!" Yuki berjalan hendak penepuk pundak wanita itu.


Tapi sesaat sebelum dia menepuknya, pintu lift tiba-tiba saja terbuka, dan seorang pria keluar dari lift itu. "Hey ... sudah kuduga kau masih ada di sini." seru pria tersebut.


"Jack ?"


"Jack? Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Yuki.


Pria bernama Jack itu berjalan mendekat sambil berkata, "harusnya aku yang menanyakan hal itu, kenapa kau masih belum pulang selarut ini?"


"Aku sedang lembur, dan lagipula aku sudah mau pulang," jawab Yuki yang kemudian bertanya balik, "Kenapa kau ada di sini?"


"Aku belum pulang karena sedang menonton pertandingan sepakbola di TV bersama para security di bawah. Tadi James mengatakan kalau kau sedang lembur, tapi karena aku belum juga melihatmu turun selama ini, aku pun memutuskan untuk memeriksamu, dan ternyata benar kau masih ada," jawab Jack sambil menyandarkan punggungnya di tembok.


"Huuff ... terserahlah, aku mau pulang," ucap Yuki yang kemudian berjalan menuju lift.


"Biar aku antar kau pulang, nona," goda Jack.


"Aku bisa pulang sendiri, dan jangan panggil aku dengan sebutan 'Nona'. Menjijikan." jawab Yuki yang merasa sebal.


Saat mereka hendak memasuki lift, langkah Yuki terhenti ketika dia mengingat sesuatu. Dia hendak mengajak wanita itu untuk pulang bersama, tapi ketika dia menolah ke belakang, tidak ada siapa pun di sana, dan komputer itu pun sudah dalam keadaan mati.


"Eh ... kemana perginya dia ?" batinnya.


Kali ini Yuki benar-benar terlihat kebingungan. Dia pun berjalan memasuki lift bersama Jack sambil memegangi keningnya.


"Ada apa? Kau terlihat pucat," tanya Jack.


"Nothing ... aku baik-baik saja," jawab Yuki singkat.


"Biar aku antar kau pulang, lagipula rumahku tidak jauh dari apartemenmu," Jack memegang tangan Yuki yang terlihat sedang pusing itu.


Yuki hanya membalas dengan menganggukan kepalanya.


Akhirnya mereka pun pulang bersama, dan Jack mengantar Yuki sampai di depan apartemennya menggunakan mobil.


.


.


*****

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2