
Naura setiap hari sudah tidak mampu lagi ketika selalu disalahkan terus-menerus oleh Melinda Dengan mengatakan kalau dirinya itu hanya menjadi beban di keluarga itu, jadi hari ini dirinya sudah memutuskan untuk pergi biarlah dengan pergi mungkin bisa membuat Mamanya itu pikirannya sedikit tenang tidak terlalu menyalahkannya terus-menerus.
" mama, aku hari ini pamit mau pergi ke kota karena kemarin aku Sudah menandatangani penerimaan beasiswa yang ditawarkan oleh sekolah! Doakan aku agar bisa menjadi orang sukses dan kemudian pulang kembali ke kampung ini dan membuat Mama bahagia, karena aku tidak bisa pergi jika Mama tidak bisa memberikan aku doa dan juga harapan untuk hidup lebih baik lagi di sana! " Naura mengatakan hal itu ketika dirinya dan juga Amelinda sedang sarapan dan terlihat wanita paruh baya itu menatap tidak suka ke arahnya ketika mendengar apa yang dikatakan barusan.
__ADS_1
" kamu pikir saya kasih besar kamu untuk kamu keluyuran ke sana kemari dan tidak tahu mengucapkan terima kasih begitu, Dari awal kan sudah saya katakan tidak usah menerima beasiswa itu dan lebih baik kamu tenang di sini menjadi buruh cuci Bukankah itu sudah menjamin kita tidak akan pernah kelaparan lagi? " Melinda benar-benar tidak suka ketika anak yang ada di hadapannya ini selalu membangkang dan tidak pernah menuruti apapun yang dikatakannya.
" kalau misalnya aku ada di sini saja ya kita tetap tidak akan ada perubahan sama sekali, soalnya semua gadis di sini setelah putus dari sekolah hanya menikah dan meminima rumah tangga Lalu setelah itu ketika tidak cocok mereka akan menjadi janda di usia muda! "tolak Naura membuat Melinda yang tadi sedang sibuk menyuapkan nasi goreng yang begitu sederhana di mulutnya langsung menghentikan kegiatannya itu.
__ADS_1
" bukan begitu juga mah maksudku, aku hanya ingin pergi ke sana ke sekolah dan aku janji saat bersekolah di sana tidak akan pernah meminta supaya sepeser uang pun dari mama!" jelas Naura lagi berharap agar Mamanya itu paham namun Melinda tertawa sinis karena merasa lucu Masa iya orang mau pergi kuliah dengan tidak membawa apapun dan juga tidak punya modal apapun hanya mengandalkan tekad saja.
" Wah kamu mau kerja apa di sana untuk bisa mencukupi semua kebutuhan kamu, mau jual diri atau simpanan pejabat Ah mungkin jadi pengemis sekalian? "setelah mengatakan hal itu Melinda pun pergi karena dirinya Sudah Terlambat untuk menjadi buruh cuci di salah satu rumah makan di kampung itu dan tidak peduli lagi dengan Naura kira-kira Gadis itu masih mau bertahan atau pergi pun ia tidak peduli soalnya Memang dari awal dirinya paling membenci ketika Naura mendapatkan nilai yang paling tertinggi di sekolah kemudian bercita-cita menjadi orang sukses karena dari dulu kemauannya hanyalah melihat gadis itu sengsara sebuah peralatan kehadiran yang membuat hidupnya menjadi berantakan.
__ADS_1
Jadi kalau misalnya Naura menjadi senang ya otomatis dia tidak akan terima hal itu terjadi, maka dari itu apapun yang diinginkan oleh Naura selalu dicegahnya karena menurutnya lebih pantas Gadis itu tinggal dan menetap di kampung lalu menikah muda dan setelah itu mendapat penganiayaan dari suaminya Karena itulah yang menjadi harapan Melinda selama ini.