NAURA BE MINE

NAURA BE MINE
Sudahlah


__ADS_3

Naura juga tidak ada niatan untuk mengganggu anak orang lain apalagi memperlakukannya layaknya anak sendiri, karena menurut pemikiran wanita itu mengurus dirinya sendiri saja sudah patah tulang apalagi mengurusi anak orang lain di salah kesibukannya yang begitu padat dan juga Sebentar lagi Bakalan ujian akhir yang hasil akhir harus maksudnya sesuatu yang bisa dibanggakan agar nantinya ketika mencari pekerjaan tidak begitu sulit.


Kenzo terlihat begitu percaya diri mengatakan semuanya dan juga memperlakukan Naura itu seperti wanita yang tidak punya harga diri sama sekali, padahal dengan kasat mata pun akan begitu terlihat Bagaimana cara Aurel menempelkan kepada Gadis itu dan juga terlihat begitu nyaman sampai-sampai langsung terlelap tanpa membayangkan kalau sebenarnya Papanya itu sedang melakukan kesalahan.

__ADS_1


Shinta sebenarnya merasa Jengah dengan kelakuan Abangnya itu karena menurutnya sudah sangat keterlaluan dan juga bisa-bisanya memarahi Naura tanpa sebab, anak orang itu sibuk dengan Aurel karena atas permintaannya dan karena Naura itu merupakan orang yang tidak tegaan Ya pastinya akan melakukan apapun yang diinginkan olehnya meskipun dalam keadaan yang begitu terpaksa.


" Maaf Tuan meskipun saya miskin tetapi saya punya harga diri dan tidak mungkin asal mengambil anak orang lain untuk dijadikan ladang uang agar bisa menjadi kaya, anak Anda ini yang dari tadi menempel kepada saya terus sampai-sampai membuat pekerjaan saya pun tertunda karena tidak merasa enak hati soalnya nanti kalau dia menangis ada lagi yang susah! namun balik lagi karena di sini sayang selalu salah maka dari itu saya meminta maaf dan Silakan ambil kembali anak anda karena saya punya pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, nanti kalau misalnya ada apa-apa tolong katakan saja kepada adik anda yaitu Sinta karena dia yang selalu mengganggu saya dan juga membawa Aurel agar datang dan tidur bersama dengan saya di tempat ini! " Naura bukanlah seseorang yang ingin hanya ditegas sedangkan tidak berani melawan karena ia juga punya mulut yang bisa dipakai buat ngomong kalau apa yang tidak disukai bakalan dikatakan saat itu juga tidak perlu harus menunggu lebih lama lagi.

__ADS_1


Sinta terlihat menyusul Naura yang sudah bergabung dengan para anak magang yang lain dan terlihat juga Tengah menyimak apa yang dikatakan oleh dokter senior di tempat itu, meskipun moodnya Naura sebenarnya belum dalam keadaan baik-baik saja tetapi untuk soal pendidikan merupakan nomor satu dan ia tentu saja akan segera melakukannya.


" Kamu jangan marah seperti itu dong tadi kan hanya khilaf saja karena mulut Abang Ku memang selalu seperti itu jujurnya minta ampun, tetapi Percayalah kalau orangnya itu baik sekali tidak suka maksudnya memperlakukan orang lain begitu buruk kalau misalnya orang itu tidak punya masalah dengan dia! " Sinta membuat Naura menatap heran ke arahnya sebab menurutnya perkataan itu sangat tidak masuk akal.

__ADS_1


" pokoknya apapun yang menyangkut Abang kamu dan juga anaknya Aku tidak mau ikut campur sama sekali dan kalau misalnya kamu terus-menerus memaksakan diri maka lebih baik kita tidak usah berteman sama sekali deh, karena aku ke sini itu untuk sekolah bukan untuk mencari perkara dengan siapapun dan kamu tahu sendiri kan kalau kedudukanku itu sangat kecil di mata Kakak kamu yang bisa saja melakukan apapun agar niat hatinya bisa tercapai! "tolak Naura yang memilih untuk menghindari Sinta Mungkin dengan begitu malah lebih baik.


__ADS_2