NAURA BE MINE

NAURA BE MINE
Lancang


__ADS_3

Shinta sengaja memalingkan wajahnya ke arah lain karena dirinya yakin jika sekarang kakaknya pasti Tengah marah besar soalnya ia begitu nekat dengan mencoba menelepon Naura, dan bersyukur Ternyata wanita itu tidak menolak sama sekali Jika sampai Naura menolak ya Otomatis harga dirinya Kenzo benar-benar jatuh berantakan sampai di bawah tanah.


pasti sekarang Naura berpikir jika dirinya benar-benar tidak mampu mengurus anaknya namun gengsinya begitu tinggi, Sejak kapan dari dulu sampai sekarang seorang pria itu mampu mengurus anak apalagi pria tersebut selalu saja mengandalkan orang-orang di sekelilingnya tidak pernah turun tangan secara langsung.


"puas ya mempermalukan kakakmu ini, Entah nanti bagaimana ketika wanita itu datang dan memamerkan rasa percaya dirinya Soalnya kita sudah seperti pengemis!"Sindir Kenzo tetapi Shinta tidak terima sama sekali.


Shinta merasa kalau gengsi kakaknya itu terlalu tinggi dan karena gengsinya itu juga merasa kalau gengsi kakaknya itu terlalu tinggi dan karena gengsinya itu juga yang nantinya akan membuat anaknya dalam kesulitan soalnya kan yang diinginkan Aurel itu adalah Naura bukanlah dirinya ataupun siapapun itu, Sedangkan Kenzo yang merupakan ayahnya Aurel saja tidak diinginkan oleh gadis kecil itu masa iya kita orang lain harus mengurus sedangkan yang diinginkan oleh Aurel hanyalah Naura saja.


" menurutku reaksinya Kakak itu terlalu berlebihan dan juga aneh, masa iya Hanya seperti begini saja gengsinya minta ampun! Lain kali kalau mama minta sesuatu itu yang masuk akal dikit masa iya anak hanya minta untuk bertemu dengan Naura saja Kakak Sepertinya sakit berat, padahal ini anak sendiri yang minta bukan orang lain atau siapapun itu Tapi Kakak yang merasa keberatan makanya rasanya begitu sengsara," jelas Shinta karena memang merasa aneh dengan sikap saudara laki-lakinya itu yang menurutnya pikirannya terlalu banyak mengada-ada padahal kan tidak serumit yang seperti yang dipikirkan olehnya dan juga lagian itu demi kebaikan anaknya sendiri bukan untuk orang lain.


Kenzo kali ini memilih untuk fokus menyetir daripada nantinya jika terus-menerus mendengar adiknya itu berjuang teh tidak jelas akan membuat dirinya emosi, soalnya adiknya itu ketika melakukan sesuatu tidak pernah memikirkan perasaannya hobinya ya seperti begitu saja selalu saja membuat orang lain marah tidak jelas dan juga selalu saja membuat orang-orang merasa tidak nyaman.


" aurel, bangun dong Nak Kenapa harus tidur terus! "Shinta masih berusaha berpikir positif padahal sebenarnya dirinya tahu kalau tadi itu orang terjatuh dan kepalanya terbentur benda keras ya Otomatis anak kecil ya cepat sekali mengalami guncangan maka dari itu mereka harus segera sampai untuk segera menangani Aurel yang dalam keadaan seperti begini.


Kenzo sesekali menatap ke arah belakang untuk memastikan Apakah anaknya itu dalam keadaan bersih atau tidak, karena entah bagaimana ceritanya sampai-sampai dirinya lalai menjaga Aurel Padahal di rumah itu pun begitu banyak asisten rumah tangga yang siap sedia untuk selalu menjaga anaknya Namun karena Aurel yang paling tidak betah ketika diurus orang lain membuat dirinya dan juga adiknya serta mamanya yang mau tidak mau harus turun tangan untuk merawat Aurel yang terlihat susah sekali untuk cepat terbiasa dengan orang-orang baru yang di sekitarnya Tetapi kalau seorang Naura Entah mengapa ceritanya sampai-sampai anak itu begitu cepat akrab.


sesampainya di rumah sakit ternyata Naura juga sudah di sana karena kebetulan kos-kosan yang Naura dan juga Pamela jaraknya tidak terlalu jauh sih, karena terbukti Naura pergi magang di rumah sakit itu hanya dengan jalan kaki soalnya jarak perjalanannya hanya 20 menitan.


Naura membulatkan matanya sempurna ketika melihat keadaan Aurel yang begitu tragis soalnya darah mengalir dari jidat anak kecil itu dan juga sepertinya Aurel tidak Sadarkan diri sama sekali, terbukti ketika para perawat itu mengangkat anak kecil tersebut dirinya benar-benar tidak bergerak apalagi merespon dengan semua yang dilakukan di sekitarnya saat ini.


" dia Kenapa sampai bisa begini Sinta, Memangnya kalian tidak menjaganya atau gimana sih? lain kali anak sekecil ini jangan lepas dari pantauan dong , nanti kalau kenapa-napa semuanya yang bakalan repot?" omel Naura yang benar-benar merasa emosi ketika semua orang dewasa yang berada di dekat Aurel tidak berfungsi dengan benar sebab bisa-bisanya membiarkan anak kecil itu celaka.

__ADS_1


naura bahkan tidak mempedulikan tatapan Kenzo yang menatap tidak suka ke arahnya soalnya sudah berani-beraninya memarahi dirinya padahal jelas-jelas sebagai orang tua ia Tentu saja tidak menginginkan hal ini terjadi , karena kalau misalnya Aurel kenapa-napa ya dirinya juga yang bakal repot dan juga anaknya itu pasti bakalan begitu kesakitan nantinya.


Shinta menepuk pelan bahu kakaknya yang ketika ingin melayangkan protes atas apa yang dikatakan oleh Naura tadi, karena menurutnya apa yang dikatakan oleh Naura itu masuk akal sebab memang para orang dewasa di rumah itu memang tidak berfungsi dengan benar karena bisa-bisanya membiarkan anak sekecil itu harus terluka.


"Sudahlah Kakak tolong jangan berkomentar karena memang kita yang salah di sini, Bayangkan saja karena keegoisan orang dewasa di rumah sampai-sampai anak kecil yang jadi korbannya karena kita semua kan kebanyakan memikirkan ego masing-masing!"Shinta menyuruh kakaknya agar berdiam diri dan jangan berkomentar banyak karena semua ini juga demi kebaikan Aurel dan juga kasihan kan Naura yang sudah datang capek-capek tetapi malah diperlakukan tidak adil.


" apakah saya boleh masuk dokter untuk membantu pemeriksaan dari Aurel, soalnya kalau misalnya di luar Saya rasa Kayaknya tidak bakalan tenang deh? "tawar Naura kepada dokter Arjuna yang kebetulan hari ini memiliki tugas Jaga dan terlihat Arjuna menatap heran ke arahnya karena bisa-bisanya datang dan kembali mengurus anak kecil yang kemarin-kemarin selalu menempel kepada Naura sehingga membuat pekerjaan wanita itu menjadi sedikit terbengkalai.


Shinta hanya bisa menggelengkan kepala ketika melihat Kenzo yang menatap tajam ke arah Naura karena bisa-bisanya meminta untuk masuk ke dalam ruangan tempat di mana anaknya diperiksa, padahal setahunya Naura itu kan masih magang ya belum tentu bisa paham dengan segala macam penyakit yang dialami oleh anaknya dan seharusnya ini merupakan rumah sakitnya makanya harus dokter terbaik yang datang kemudian memeriksa serta memastikan keadaan anaknya apakah baik-baik saja atau ada hal yang serius yang perlu untuk diperhatikan


" anak ini siapa lagi sih sampai-sampai harus kamu sibuk terus-menerus untuk mengurus dia, kemarin-kemarin kamu sampai tidak fokus dengan pengerjaan hanya karena fokus mengurus dia dan sekarang tiba-tiba dia datang dalam keadaan terluka begini lalu Kamu mintalah dia untuk masuk ke dalam padahal sebenarnya hari ini merupakan jadwal kamu libur?" tanya Arjuna penasaran sebab dirinya sangat penasaran ketika Naura begitu mengkhawatirkan bocah mungil yang sedang tertidur atas brangkar rumah sakit itu.


Kenzo terdiam saat mendengar perkataan yang dilontarkan oleh dokter muda yang ada di hadapan saat ini tentang apa yang dilakukan oleh Naura kepada anaknya kemarin-kemarin saat dirinya meminta tolong wanita itu untuk menjaganya, ternyata saat dirinya sedang asyik bekerja wanita itu malah sibuk untuk fokus mengurus anak yang jelas-jelas bukan merupakan keluarganya dan juga bukan merupakan anaknya sendiri.


" Oh oke baiklah Ayo kamu juga ikutan masuk Ya siapa tahu mungkin saya benar-benar membutuhkan bantuan kamu, nanti kalau misalnya ada apa-apa baru saya bakalan memanggil dokter kepala saat ini juga! "jelas Arjuna lalu menggandeng tangan Naura untuk segera masuk membuat Sinta menatap ke arah kakaknya sambil naik turunkan alisnya pertanda bahwa kalau misalnya Kenzo terlalu menjaga gengsi sepertinya Naura akan segera diambil oleh orang lain.


"kakak lihat sendiri kan, kalau terlalu pikul gengsi akibatnya jodoh sendiri bakalan diambil orang! Biar bagaimanapun Naura itu sebenarnya merupakan orang yang paling diidolakan di tempat ini baik oleh dokter muda maupun yang tua, buktinya dokter Arjuna yang biasanya cuek dan juga tidak peduli terlihat begitu perhatian terhadap Naura Jadi sepertinya nanti Kakak bakalan Pusing menghadapi Aurel kalau sampai Naura benar-benar jadian dengan dokter Arjuna nantinya! "jelas Shinta membuat Kenzo kesal karena disaat seperti ini malah membahas hal yang tidak masuk akal baginya.


Kenzo Bagaimana tidak merasakan kesal ketika adiknya itu semakin ke sini semakin ngelantur bicaranya, padahal dari awal ia sudah mengatakan bahwa tidak akan pernah ada yang namanya wanita lagi dalam kehidupannya karena sudah seperti begini saja membuat dirinya pusing apalagi melakukan yang ini dan yang itu yang ada bakalan tambah pusing lagi.


" kamu itu bicara apa sih, semakin ke sini tuh Bapak parah padahal dari awal sudah Kakak katakan kalau tidak akan ada yang namanya pernikahan kedua kali dalam hidup ini! "jelas Kenzo yang memilih untuk duduk di kursi yang disiapkan di tempat itu karena kalau misalnya berdekatan dengan adiknya yang ada dirinya bakalan tambah emosi terus-menerus.

__ADS_1


Naura dan juga Arjuna menjalankan pemeriksaan kepada Aurel dengan begitu serius dan juga cekatan, dan terlihat Gadis itu sedang memeriksa bekas luka yang ada di kepalanya Aurel yang terlihat begitu banyak mengeluarkan darah sampai-sampai gadis kecil itu terlihat begitu pucat.


"sudah periksa tekanan darahnya kira-kira Normal atau tidak, Siapa tahu jangan sampai selama dalam perjalanan pasien banyak mengeluarkan darah dan juga membutuhkan transfusi ? "tanya Arjuna memastikan karena dirinya masih sibuk menganalisis Sebenarnya apa yang terjadi kepada Aurel.


" semuanya normal dan tidak ada masalah karena kebetulan bukanya hanya berada di jaringan luar kulit saja, tidak sampai masuk ke dalam jadi otomatis cukup diberikan penanganan yang maksimal tentu saja bisa menghentikan darah itu sekarang juga! "jelas Naura membuat Arjuna menganggukan kepala pertanda paham sebab sebenarnya pria itu memang jelas-jelas percaya dengan apa yang dikatakan oleh Naura karena di antara para dokter Muda Yang Lain terlihat Naura yang lebih paham kemudian cekatan Dan intinya setiap penjelasan yang diberikan Gadis itu lebih menangkapnya secara detail tanpa memberikan pertanyaan lanjutan mungkin karena dasarnya otaknya yang cerdas jadi tidak terlalu susah untuk mendapatkan penjelasan.


setelah diberi infus dan juga obat turun panas serta pereda nyeri semua sudah tampak terkendali dan Aurel sekarang tertidur dengan begitu polos karena efek obat yang didapatkan, dan Naura terlihat bernafas lega serta Hanya duduk di samping gadis kecil itu tidak berpindah tempat sedikitpun soalnya takut jangan sampai Aurel bangun dan mencarinya lagi seperti yang dikatakan oleh Sinta tadi.


Arjuna kebingungan karena mereka sudah selesai memeriksa Pasien itu kenapa sampai sekarang Naura malah tidak ada niatan untuk pergi keluar, terlihat Gadis itu sepertinya betah di dalam ruangan tersebut dan duduk untuk memastikan keadaan Aurel nanti seperti apa.


"kamu tidak ada niatan untuk keluar, atau kamu masih mau di dalam sini untuk menjaganya ? "tanya Arjuna penasaran sedangkan Aura hanya menganggukkan kepala karena memang dirinya tidak ingin pergi keluar.


" ya sudah nanti tinggal Kabarkan saja kalau misalnya dia kenapa-napa, Oh iya Satu lagi kalau misalnya nanti Pria tua yang ada di depan tadi masuk ke dalam ruangan ini marah-marah kepada kamu katakan saja biar aku yang bakalan datang dan menghadapinya! "jelas Arjuna lalu segera pergi dari situ membuat Naura menatap heran ke arah punggung pria itu karena bisa-bisanya mengatakan hal itu Dan juga sepertinya sedang stres mungkin.


apapun yang terjadi kedepannya sebenarnya masalahnya tidak serumit yang dipikirkan karena sepertinya Kenzo memang tidak bisa berbuat banyak karena dirinya tidak pernah mengerti dengan urusan medis, kalau disuruh mengurusi perusahaan Ya tentu pria itu bakalan lincah langsung mengerjakannya tanpa disuruh dua kali Tetapi kalau seperti begini ya jelas adiknya saja yang bakalan paham.


Kenzo menatap heran ke arah Arjuna yang keluar sendirian, sedangkan Sinta sudah menghampiri dokter muda itu untuk memastikan kira-kira Bagaimana keadaan keponakannya saat ini.


" maaf dokter Kalau boleh tahu bagaimana keadaan keponakan saya , Apakah ada sesuatu hal penting yang harus dikhawatirkan?" tanya Sinta penasaran.


Arjuna menggelengkan kepala karena memang semuanya biasa saja dan sakit seperti panas tinggi itu hal yang wajar bagi anak kecil di masa pertumbuhan, yang Terkadang mereka harus menyesuaikan Hawa baru atau mungkin perubahan cuaca yang secara tiba-tiba membuat daya tahan tubuh mereka sepertinya tidak bisa menjamin untuk tetap dalam keadaan baik-baik saja.

__ADS_1


" tidak ada yang perlu dicemaskan karena kebetulan kalian cepat membawanya ke sini sebelum terlambat, kalau soal luka jatuhnya tidak masalah juga nanti bisa tanyakan kepada dokter Naura yang ada di dalam sana karena katanya dia ingin menjaga pasien serta tidak mau keluar menemui siapapun! "jelas Arjuna lalu segera pergi dari situ.


__ADS_2